Kelanjutan Kasus Reksa Dana Minna Padi dan Narada Makin Menggemparkan

Setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mensuspensi reksa dana Minna Padi pada tanggal 9 Oktober, manajer investasi PT Narada Aset Manajemen juga menghadapi suspensi pekan lalu. Kedua kasus ini kini berkembang semakin luas dan menghebohkan, sekaligus menumbuhkan kekhawatiran kalau-kalau ada Manajer Investasi lain yang akan menjalani investigasi karena melakukan pelanggaran serupa.

OJK Akan Bentuk Disgorgement Fund Untuk Pelanggaran Pasar Modal

CNBC Indonesia pagi ini (22/November) melaporkan bahwa OJK merilis surat perintah bernomor S-1442/PM.21/2019 untuk menginstruksikan pembubaran enam (6) dari sekitar sepuluh (10) reksa dana yang dikelola oleh PT Minna Padi Investama. Keenam reksa dana itu adalah Minna Padi Pringgondani Saham, Minna Padi Pasopati Saham, Syariah Minna Padi Amanah Saham Syariah, Minna Padi Hastinapura Saham, Minna Padi Property Plus, dan Minna Padi Keraton II.

Sementara itu, produk-produk reksa dana Minna Padi lain masih disuspen hingga perintah pembubaran reksa dana di atas telah dilaksanakan oleh pihak perseroan. Izin Direktur Utama PT Minna Padi Investama, Djayadi, juga dibekukan OJK selama 1 tahun. Beragam instruksi ini merupakan hasil investigasi lebih lanjut dari kecurigaan yang muncul setelah OJK menemukan bahwa dua produk reksa dana kelolaan Minna Padi ditawarkan dengan janji imbal hasil tetap sebesar 11% untuk tempo 6-12 bulan.

Investigasi untuk kasus lain yang melibatkan PT Narada Aset Manajemen masih terus berlanjut. Sementara pemeriksaan dilakukan, semua produk reksa dana yang dikelola oleh Narada mengalami suspensi. Berbeda dengan kasus Minna Padi, Narada menghadapi suspensi karena NAB dalam beberapa produknya jatuh drastis gegara gagal bayar (default) dalam sejumlah transaksi pembelian saham.

Selain Narada, ada beberapa produk reksa dana kelolaan Manajer Investasi lain yang juga menderita kemerosotan drastis sejak awal bulan ini. Akan tetapi, belum ada kejelasan mengenai apakah para MI itu juga diinvestigasi atau melakukan pelanggaran tertentu.

Baca Juga:   Aplikasi Reksa Dana Ajaib dan Tanam Duit, Lebih Baik Mana?

Tren NAB reksa dana belakangan ini memang menunjukkan penurunan secara umum akibat lesunya kinerja bursa efek dan pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia. Hal itu menghadirkan tantangan tersendiri bagi para MI yang dituntut untuk mempertahankan kinerja portofolio-nya. Bagi investor, situasi seperti ini juga sering dianggap kurang kondusif untuk menanamkan investasi reksa dana.

Tagged With :

Leave a Comment