Surat Berharga Negara (SBN) merupakan salah satu sumber pendanaan pembangunan negara, sekaligus salah satu instrumen investasi paling menjanjikan saat ini. SBN memberikan imbal hasil yang stabil dan aman dengan jaminan undang-undang. Tak heran, banyak calon investor menunggu jadwal rilis SBN 2026.

Pemerintah telah menerbitkan tujuh seri SBN ritel pada tahun 2025, semuanya laris manis. Pemesanan seri ORI027 pada tanggal 27 Januari-20 Februari 2025 bahkan mencetak rekor historis baru dengan menjaring 86.624 investor. Nilai penjualannya juga fantastis dengan ORI027T3 sebanyak Rp32,96 triliun dan ORI027T6 sebanyak Rp4,39 triliun.
Dalam jadwal rilis SBN 2026 (tentatif), DJPPR Kementrian Keuangan kembali mengagendakan penerbitan tujuh seri SBN ritel. Berikut ini perkiraan masa penawaran masing-masing seri obligasi:
- ORI029: 26 Januari—19 Februari 2026
- SR024: 6 Maret—15 April 2026
- ST016: 8 Mei—3 Juni 2026
- ORI030: 6 Juli—30 Juli 2026
- SR025: 21 Agustus—16 September 2026
- SBR015: 29 September—22 Oktober 2026
- ST017: 6 November—2 Desember 2026
Empat dari tujuh seri tersebut dapat diperjualbelikan kembali di pasar sekunder, yaitu ORI029, SR024, ORI030, dan SR025. Seri lainnya tidak dapat diperjualbelikan kembali di pasar sekunder.
Bercermin pada hasil penawaran SBN 2025, seri ORI paling laris manis. Oleh karena itu, masa penawaran ORI029 mulai minggu depan sangatlah dinantikan.
Sebagai SBN yang pertama kali rilis pada tahun 2026, ORI029 menawarkan kupon berbunga tetap dengan pembayaran pada tanggal 15 setiap bulannya. DJPPR Kementrian Keuangan belum mengumumkan jumlah kupon, tetapi para pakar memperkirakan nilainya sekitar 5,3% untuk tenor 3 tahun dan 6,0% untuk tenor 6 tahun.
Perkiraan kupon ORI029 tersebut terbilang sangat menggiurkan bagi investor yang berminat meraup imbal hasil tetap maupun ingin melakukan diversifikasi investasi. Pasalnya, persentase kupon berada jauh di atas rata-rata bunga deposito bank umum saat ini yang berjumlah 2,5% saja.
Penting pula untuk diperhatikan bahwa pendapatan bunga dari deposito bank akan terkena pajak lebih besar, yaitu sebanyak 20%. Sementara itu, imbal hasil investasi SBN hanya kena pajak sebanyak 10%.
Nah, apakah kamu tertarik untuk ikut memesan ORI029 mulai minggu depan? DJPPR Kementrian Keuangan telah bermitra dengan 18 Bank Umum, 6 Perusahaan Efek, dan 4 aplikasi agen penjual efek reksa dana (APERD) untuk mendistribusikannya. Kamu dapat menghubungi bank, sekuritas, atau membuka aplikasi investasi online untuk mendapatkan kesempatan investasi yang sangat menarik ini.
Tagged With : Investasi Obligasi • SBN • surat berharga negara