Industri restoran adalah salah satu sektor yang terdampak paling parah oleh pandemi Covid-19, dan menyumbang paling banyak kasus penutupan dan pemutusan hubungan kerja. Sebaliknya, revolusi digital menjadi salah satu trend positif yang muncul akibat pandemi. Tentunya, banyak aplikasi khusus restoran yang sudah ada sebelumnya, namun trend penggunaannya meningkat secara drastis setelah pandemi. Inovasi digital industri restoran memang dipercepat oleh pandemi, sebagai respon terhadap ancaman penutupan dan pengurangan banyak karyawan. Perusahaan tidak memiliki pilihan lain selain menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru.
Lebih dari 2 tahun kemudian, teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI), personalisasi, robot, dan machine learning, telah mengubah bagaimana restoran berinteraksi dengan konsumen untuk selamanya. Namun, meskipun integrasi digital baru ini telah banyak membantu restoran menyesuaikan kembali mode operasi selama masa-masa sulit, ada beberapa hal yang terus berkembang sebagai upaya perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen yang berubah-ubah.

Inovasi Digital Industri Restoran di Focus Brands
Salah satu perusahaan yang menyesuaikan diri dengan baik untuk memenuhi ekspektasi konsumen yang terus berubah adalah Focus Brands. Perusahaan penyedia makanan multi-channel yang berkantor pusat di Atlanta ini melakukan analisis untuk mengetahui teknologi mana yang cocok dipertahankan dan investasi apa yang perlu dilakukan untuk memastikan pertumbuhan dan kesuksesan perusahaan dalam jangka panjang. Di bawah kepemimpinan CEO Jim Holthouser, investasi Focus Brands di bidang digital membantu perusahaan berkembang, sekalipun industri ini sedang dihadapkan dengan banyak tantangan.
Modifikasi strategi dan solusi berorientasi digital yang diambil tim membukti bahwa teknologi digital dapat membawa perusahaan anda beberapa tingkat lebih tinggi. Di tahun 2022, Focus Brands semakin condong ke arah digital dan penyediaan akses yang lebih baik kepada konsumennya. Berikut adalah beberapa strategi yang digunakan Focus Brands dalam menerapkan inovasi digital industri restoran untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi konsumennya.
Prioritas Terhadap Pengalaman Konsumen
Sebelum pandemi, Deli milik McAlister’s Deli lebih banyak melayani dine-in. Untungnya, brand ini sudah mulai berinvestasi pada teknologi digital sebelum pandemi, dan pandemi semakin mempercepat adopsi layanan ini. Hal ini menjadikan McAlister’s sebagai salah satu perusahaan yang tercepat melakukan evolusi digital. Untuk memenuhi harapan konsumen yang selalu berubah, perusahaan melakukan perbaikan terhadap mobile app miliknya, demikian juga dengan program loyalty, dan teknologi digital untuk meningkatkan jumlah layanan yang tersedia.
Misalnya, di awal tahun 2022, McAlister’s memperkenalkan sistem pemesanan tableside, yang memungkinkan tamu menghindari antrian dan melakukan pemesanan di tempat melalui applikasi mobile. Alhasil, McAlister’s Deli berhasil mendapatkan lebih dari satu juta anggota program loyalty di tahun 2021. Hal ini juga meningkatkan angka partisipasi untuk semua metode pemesanan yang tersedia.
Investasi untuk Meningkatkan Interaksi Digital
Pakar pemasaran restoran inovatif bernama Matt Plaff (CEO America’s Best Restaurants) berbagi cerita setelah mewawancarai lebih dari 700 restoran. Saat pandemi menyerang, restoran semakin dituntut untuk menyediakan layanan online. Mereka juga menyadari pentingnya mengumpulkan data konsumen, seperti alamat email dan nomor ponsel agar bisa berkomunikasi dengan lebih mudah. Hingga bulan Maret 2022, mereka lebih fokus membantu restoran menggunakan taktik pemasaran untuk membangun basis email dan daftar pesanan menggunakan data-data konsumen yang tersedia.
Kemudian, saat pandemi menyerang, mereka menambah satu program retensi konsumen, ditengah fenomena pengurangan jumlah karyawan yang terjadi di hampir seluruh dunia. Program ini memungkinkan pemilik restoran menjalankan usahanya dan timnya bisa melakukan kampanye email dan pesan setiap minggu. Menghadirkan perusahaan secara digital membawa pengaruh besar bagi perusahaan. Konsumen bisa berinteraksi dengan perusahaan menggunakan 9 cara yang berbeda.
Baik secara langsung maupun secara digital, perusahaan bisa memastikan kenyamanan dan akses yang mudah, bagaimanapun cara yang dipilih tamu untuk memesan dan menikmati makanannya. Sekarang, sekalipun bisnis dine-in sudah kembali, perusahaan tetap mendukung tamu yang ingin menikmati makanan di tempat atau membawanya pulang. Yang jelas, perusahaan terus menerapkan inovasi digital industri restoran untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus berkembang.
Inovasi Digital Telah Mengembangkan Desain dan Prototype Restoran
Real estate yang semakin kompetitif terus membayangi industri restoran. Banyak perusahaan chain menawarkan prototype yang lebih kecil untuk mempromosikan channel milik mereka. Semakin kecil, semakin banyak. Banyak perusahaan sudah menikmati keuntungan dari Inovasi digital industri restoran, ketika desain yang lebih padat semakin populer, misalnya kombinasi beberapa aplikasi berbasis mobile menjadi satu aplikasi yang lebih sederhana, program loyalty, sistem pemesanan online, dan papan menu interaktif.
Masih ada beberapa strategi yang dapat dipelajari, diadopsi, dan dilaksanakan perusahaan yang ingin tetap kompetitif di masa pasca-pademi. Dapatkan pembahasan lebih detil tentang Inovasi digital industri restoran, termasuk contoh-contoh kasusnya pada perusahaan yang sukses menerapkan inovasi digital pada post selanjutnya. Jangan sampai ketinggalan ya,,,,
Tagged With : inovasi bisnis • manajemen bisnis • Manajemen Usaha