ETF Emas merupakan salah satu produk investasi favorit di mancanegara karena tingkat keamanan dan profitabilitasnya yang tinggi. Seiring dengan popularitas investasi emas belakangan ini, Bursa Efek Indonesia berencana menghadirkan ETF Emas juga mulai akhir tahun 2025. Namun, apa itu ETF Emas?

ETF merupakan kependekan dari Exchange-traded Fund, yaitu reksa dana yang dapat diperjualbelikan di bursa seperti saham. ETF dapat memiliki underlying asset berupa saham, obligasi, maupun emas.
Menurut arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ETF Emas adalah tipe ETF yang mengalokasikan minimal 95% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) ke dalam aset emas seperti emas batangan, emas digital, dan instrumen emas lainnya. Selain itu, maksimal 5% dari NAB dialokasikan ke dalam instrumen pasar uang dalam negeri, deposito dan/atau kas dan setara kas.
Melalui investasi ETF Emas, investor dapat memperoleh beberapa keuntungan berikut ini:
- Berinvestasi emas dengan harga yang lebih terjangkau, karena harga tiap unit ETF Emas bisa lebih rendah daripada harga emas per gram saat ini.
- Berinvestasi tanpa perlu memperhitungkan spread (selisih harga jual dan beli) ataupun pajak jual-beli emas, karena harga tiap unit ETF Emas sudah mencakup semua perhitungan biaya dan laba investasi secara bersih dan menyeluruh.
- Mendapatkan keuntungan dari peningkatan NAB ETF Emas yang selaras dengan kenaikan harga emas fisik.
- Mengakses investasi emas yang aman dengan sekuritisasi ETF di bawah pengawasan OJK dan BEI, sehingga tidak perlu khawatir menjadi korban modus tipu-tipu perusahaan investasi abal-abal.
Beberapa bank BUMN dan lembaga keuangan terkemuka sudah mulai menggodok produk ETF Emas secara mandiri maupun melalui kerjasama antarperusahaan dengan target rilis dalam waktu dekat. Antara lain Bank Syariah Indonesia (BSI), Pegadaian, dan Mandiri Sekuritas. Hanya saja, belum ada pihak mana pun yang mengumumkan detail lebih lanjut.
Berdasarkan berita terkini, PT Mandiri Sekuritas baru saja menandatangani MoU dengan PT Mandiri Manajemen Investasi untuk merilis Reksa Dana ETF Emas Syariah pada kuartal pertama 2026. Menurut Dirut Mandiri Sekuritas, produk ini cocok untuk investor yang mencari emas sebagai safe haven maupun diversifikasi portofolio.
Tagged With : investasi emas • investasi etf • investasi syariah