Macam-macam Pajak Emas yang Perlu Anda Ketahui

Investasi emas sudah dikenal luas oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia, baik dalam bentuk perhiasan maupun batangan. Bahkan, konon katanya investasi logam mulia lebih disukai oleh orang Indonesia daripada saham atau reksa dana. Namun, jarang sekali orang yang mengetahui bahwa pajak emas itu dapat dibedakan menjadi dua jenis. Apa saja pajak emas itu? Mari simak bersama-sama agar kita dapat menunaikan kewajiban pajak sebagai warga negara yang baik.

Beli Emas Online

1. Pajak Emas Batangan

Apabila Anda membeli emas batangan di Gerai Antam, UBS, atau vendor lain, maka Anda akan dikenai PPh 22. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.34/2017 tentang Pungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Sehubungan Dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain, pajak sebenarnya harus dibayar oleh perusahaan produsen emas batangan. Namun, perusahaan-perusahaan tersebut saat ini dapat mengalihkan PPh tersebut kepada pihak pembeli.

Pembeli emas batangan melalui penjual resmi akan dikenai pajak sebesar 0.45% jika sudah memiliki NPWP, atau sebesar 0.9% jika belum memiliki NPWP. Buatlah NPWP terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi, agar Anda dapat menghemat uang. Anda tetap akan dikenai pajak ini, baik membeli emas via aplikasi jual beli emas online maupun di gerai offline. Namun, Anda tak perlu membayar PPh 22 jika membeli emas batangan melalui transaksi antar individual saja.

2. Pajak Emas Perhiasan

Apabila Anda ingin berinvestasi dalam bentuk perhiasan emas, maka akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN). Selaras dengan Peraturan Menteri Keuangan No.30/2014 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Emas Perhiasan, PPN harus dibayar oleh penjual atau toko perhiasan emas sebagai pengusaha kena pajak (PKP).

Baca Juga:   4 Kesalahan Terbesar Investor Emas Pemula

Besar PPN atas perhiasan emas yang harus dibayarkan oleh toko adalah 10% dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar 20% dari harga jual perhiasan emas (PPN = 10% x [20% x Harga Jual Emas Perhiasan]). PPN 10% tersebut dipungut dari pembeli perhiasan emas di toko, sehingga Anda juga perlu memperhitungkan pertambahan pajak ini sebelum melakukan pembelian di toko. Namun, tentu saja Anda tak harus membayar PPN apabila hanya melakukan transaksi jual-beli perhiasan secara informal.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar