Kapan terakhir kali anda menggunakan MySpace, Vine atau Google+? Sejumlah media sosial raksasa di masa lalu pada akhirnya mulai tidak berfungsi saat ini, seperti MySpace atau Google+, karena digantikan oleh media-media sosial terbaru. Bukan tidak mungkin, jika media sosial yang sedang populer saat ini, suatu saat juga akan ketinggalan zaman. Strategi pemasaran melalui media sosial terus berkembang. Itulah sebabnya, para kreator dan perusahaan melakukan diversifikasi terhadap strategi pemasaran mereka, dengan menggunakan beberapa platform yang berbeda.
Jika anda bergantung pada satu atau dua platform media sosial saja, baik karena anda khawatir dengan perubahan atau tidak mau mempelajari fitur situs baru, maka cobalah mempertimbangkan beberapa alasan kunci mengapa anda perlu melakukan diversifikasi pemasaran melalui media sosial untuk memastikan kesuksesan perusahaan di dunia digital dalam jangka panjang.

Pemasaran Melalui Media Sosial: Apa Pentingnya Diversifikasi?
Jika anda ingin melakukan diversifikasi pemasaran melalui media sosial, berikut adalah beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan:
Jangan Biarkan Algoritma Menentukan Nasib Anda
Siapapun yang sudah terjun dalam dunia marketing melalui media sosial pastinya pernah mendengar istilah ‘algoritma.’ Terkadang, kata tersebut diterima laksana ‘teror’, terkadang dibiarkan menguap ke udara, namun jarang sekali dilihat dengan penuh perhatian. Pada dasarnya, algoritma diartikan sebagai serangkaian data yang menyortir postingan penggunaa berdasarkan relevansinya. Semua saluran media sosial berusaha melayani penggunanya dengan konten yang paling relevan, sehingga mereka lebih betah menggunakan aplikasi tersebut.
Namun, algoritma tidak selalu sukses atau populer di kalangan pengguna. Akibatnya, mempelajari algoritma pada aplikasi baru merupakan pilihan terakhir bagi pengguna. Faktanya, frustrasi yang disebabkan oleh sifat algoritma yang rumit ini justru menjadi alasan mengapa anda harus bergabung dengan lebih banyak aplikasi media sosial. Misalnya, satu konten di Instagram dapat menghancurkan interaksi atau menurunkan view anda, namun konten yang sama bisa saja viral di TikTok, karena TikTok dan Instagram menggunakan algoritma yang berbeda.
Sifat media sosial yang terus berkembang laksana sebuah pedang bermata dua. Namun, dengan melakukan diversifikasi pemasaran melalui media sosial, anda bisa memanfaatkan platform media sosial tersebut untuk keuntungan perusahaan dan memaksimalkan peluaang untuk sukses, setidaknya pada satu atau dua media sosial.
Gunakan Fitur Interaksi Yang Baru dan Berbeda
Meskipun terkadang semua platform media sosial terasa sama, sebenarnya setiap platform memiliki fitur interaksi yang berbeda dan fungsinya juga berbeda-beda. Misalnya, Instagram memiliki Reels, Twitter memiliki Spaces, Facebook memiliki fitur Live, dan demikian juga dengan platform media sosial lainnya. Di dunia marketplace yang semakin kompetitif, perusahaan media sosial terus-menerus memperkenalkan fitur baru agar para pengguna tetap bisa berinteraksi. Untuk mendorong fitur-fitur baru tersebut, plaatform medsos tersebut kerap memberikan reward atau penghargaan bagi pengguna yang menggunakan teknologi terbaru mereka.
Misalnya, Instagram memberikan reward kepada pengguna yang memposting Reels. Pengguna yang konsisten memposting Reels juga melaporkan bahwa mereka menerima lebih banyak view dan interaksi dibanding mereka yang hanya memposting gambar statis atau video bukan Reels. Itulah sebabnya, Instagram dikabarkan lebih memprioritaskan Reels, sehingga konten semacam ini akan terlihat lebih dahulu ketika anda pertama kali menggunakan Instagram.
Dengan melakukan diversifikasi saluran media sosial dan memanfatkan fitur terbaru yang mereka tawarkan, anda bisa menambah jumlah audiens dan interaksi, dengan upaya yang minimal. Video pendek laksana raja di lansekap digital saat ini. Jadi, sebuah video berdurasi 30 detik dapat meningkatkan jumlah audiens anda di Instagram Reels, TikTok, maupun di YouTube Shorts, dengan cara meningkatkan jangkauan post anda di platform media sosial.
Bangun Komunitas Sendiri
Jika anda bisa mengiringi trend media sosial, maka jumlah follower dan view di halaman media sosial perusahaan bisa bertambah dengan cepat. Namun, cara terbaik untuk membangun komunitas di media sosial adalah dengan memberikan nilai tambah bagi konsumen. Pada akhirnya, anda tidak hanya membangun komunitas follower di media sosial, namun, tujuan sesungguhnya adalah membangun komunitas konsumen setia.
Diversifikasi pemasaran melalui platform media sosial perlu dilakukan, namun mencari cara untuk mempertahankan konsumen yang anda di luar platform juga tidak kalah pentingnya, atau bahkan lebih penting lagi. Hal ini tidak hanya menjamin agar anda bisa membangun koneksi langsung dengan konsumen jika suatu saat platform media sosial tersebut tiba-tiba tutup, namun juga berguna untuk mencegah munculnya perantara. Dengan demikian, anda berinteraksi langsung dengan konsumen, bukan melalui pihak ketiga.
Diversikasi Pemasaran Melalui Media Sosial: Kesimpulan
Jangan pernah menggantungkan pemasaran melalui media sosial di satu platform saja, karena ini bisa menjadi bumerang bagi usaha anda. Bisa saja, suatu saat tiba-tiba profil media sosial anda hilang. Lalu, apa yang harus anda lakukan? Pastikan, anda benar-benar membangun komunitas dan menyusun strategi membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Jadi, diversifikasi pemasaran melalui media sosial adalah cara terbaik yang bisa anda tempuh, bukan saja untuk membangun komunitas follower, namun untuk menjaga hubungan dengan konsumen di luar paltform media sosial.
Tagged With : marketing • media sosial • pemasaran bisnis • Strategi Pemasaran Produk