Membangun Budaya Organisasi Yang Positif dan Penuh Rasa Syukur: Part 1

Ada sejumlah istilah yang menjadi topik pembicaraan seputar bisnis dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya adalah lingkungan kerja inklusif, quite quitting, budaya organisasi, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, dan sebagainya. Sebagai pemimpin di sebuah perusahaan, seringkali sulit bagi anda untuk menentukan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu dalam upaya membangun budaya organisasi yang positif, meningkatkan kinerja perusahaan, dan menciptakan suatu lingkungan kerja di mana seluruh karyawan merasa didukung dan diberdayakan.

Namun, ada suatu konsep dasar yang menjadi inti dari beberapa istilah di atas: yakni, rasa syukur. Dengan menciptakan suatu lingkungan kerja yang dipenuhi rasa syukur, di mana setiap orang merasa bersyukur dengan apa yang mereka lakukan dan di mana posisi mereka, maka anda bisa menciptakan suatu organisasi dengan budaya kerja yang positif, sehat dan mampu bertahan dari berbagai jenis tantangan.

membangun budaya organisasi 1

Perlunya Rasa Syukur dalam Membangun Budaya Organisasi

Manfaat menerima dan menunjukkan rasa syukur bukan hanya sekedar basa-basi atau tebak-tebakan. Manfaat tersebut telah terbukti secara ilmiah melalui penelitian. Artinya, bersikap penuh rasa syukur bukan hanya sekedar sebuah sugesti. Berikut adalah beberapa manfaat dari sikap yang penuh rasa syukur ini:

  • Rasa syukur akan menstimulasi otak untuk melepaskan serotonin dan dopamin, dua zat kimia yang menghadirkan ‘rasa senang’, sehingga bisa meningkatkan motivasi dan tekad, serta memperbaiki suasana hati.
  • Semakin banyak rasa syukur yang anda tunjukkan, semakin baik kerja otak anda dalam melepaskan dua zat kimia tersebut. Hal ini dapat memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk fokus pada hal positif dan mengatasi hal negatif;
  • Rasa syukur membantu seseorang untuk merasa lebih bahagia, lebih optimis, dan mengurangi depresi;
  • Menunjukkan dan menerima sikap yang dipenuhi rasa syukur ternyata mampu membangun hubungan yang sehat, memperkuat ikatan antara dua orang atau lebih, dan memotivasi seseorang untuk memperbaiki diri.
  • Sikap rasa syukur tidak hanya mempengaruhi otak. Manfaat lainnya adalah meningkatkan kesehatan secara fisik, di mana orang yang menunjukkan rasa syukur berpeluang lebih kecil mengalami penyakit akibat stress dan tekanan darah tinggi.
  • Rasa syukur mengubah cara kerja otak, dan pada akhirnya, memperbaiki fungsi pemikiran dan fungsi tubuh.

Cobalah pertimbangkan manfaat di atas di lingkungan kerja. Bayangkan suatu lingkungan kerja, di mana para karyawannya memiliki motivasi tinggi, merasa bahagia, dan optimis. Bayangkan orang-orang yang tidak merasa stress sekalipun berada di bawah situasi penuh tekanan, dan mereka tetap sehat. Bayangkan sebuah lingkungan kerja yang dipenuhi orang-orang dengan interaksi positif, bekerja sama secara efektif, dan senang pergi bekerja hari demi hari.

Bukan ini mimpi semua pemimpin? Jadi, daripada terlalu fokus memberikan manfaat materil atau mencari cara-cara untuk mengalokasikan anggaran dalam upaya memuaskan karyawan, mungkin, inilah waktunya untuk fokus membangun budaya organisasi yang dipenuhi rasa syukur.

Cara Membangun Budaya Organisasi Yang Dipenuhi Rasa Syukur

Inilah waktunya menyusun sejumlah strategi yang bisa digunakan para pemimpin untuk membangun budaya organisasi yang penuh dengan rasa syukur, niat baik, dan apresiasi. Berikut adalah beberapa hal yang bisa anda lakukan:

Rayakan Hari Libur dan Setiap Tahapan Besar

Hari libur adalah waktu yang sempurna untuk semua karyawan, bukan hanya karena alasan tertentu, namun karena hari libur memang waktu yang menyenangkan. Bukan hanya hari-hari besar  keagamaan dan kenegaraan, anda juga bisa memberikan waktu libur bagi karyawan pada hari-hari tertentu, misalnya pada saat perayaan Tahun Baru Hijriah, Tahun Baru Imlek, dan sebagainya. Ini adalah cara yang baik untuk membuat karyawan merasa dihargai.

Selain itu, coba pertimbangkan hari libur yang sesuai dengan budaya perusahaan. Misalnya adalah hari batik nasional, hari ulang tahun perusahaan, dan sebagainya. Mesti tampak sederhana, ini adalah cara yang baik untuk membangun budaya organisasi dan memperkuatnya, serta membuat karyawan merasa bahagia. Demikian juga untuk setiap tahapan besar dalam pencapaian perusahaan. Rayakan setiap pencapaian besar oleh tim atau oleh perusahaan secara keseluruhan. Buat agar selebrasi tersebut berkesan bagi semua orang.

Implementasikan Program Penghargaan

Pengakuan atau penghargaan terhadap karyawan adalah salah satu cara terbaik untuk membangun rasa syukur dan apresiasi pada individu, tim, dan perusahaan secara keseluruhan. Anda akan melihat hasilnya dari waktu ke waktu. Pengakuan dari rekan kerja, pengajuan dari pimpinan terhadap karyawan, dan program insentif, insentif kesehatan, dan program selebrasi pencapaian adalah cara-cara yang sangat baik untuk mendorong munculnya sikap penuh syukur dan meningkatkan kolaborasi.

Bagian terbaiknya adalah bahwa pengakuan tidak mesti dalam bentuk uang. Memang benar, uang atau poin tetap menarik dan disukai, namun bagi kebanyakan karyawan, pemikiranlah yang terpenting. Mereka hanya ingin diakui dan diperhatikan oleh perusahaan dan para pemimpinnya. Dapatkan pembahasan lebih lanjut tentang bagaimana membangun budaya organisasi yang positif dan penuh rasa syukur pada post selanjutnya.

Tagged With :

Leave a Comment