Kabar tentang kenaikan suku bunga Amerika Serikat telah mengguncang dunia investasi selama beberapa bulan terakhir, karena mengakibatkan bursa saham dan kripto tumbang. Imbasnya semakin meluas hingga Bank Indonesia diperkirakan juga akan ikut menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR). Dalam situasi ini, investor ritel panik mencari aset investasi apa yang tetap mempunyai prospek cemerlang.
Investor reksa dana juga bertanya-tanya, apakah reksa dana masih untung saat suku bunga naik? Jawaban singkatnya: ada reksa dana yang berpeluang meningkat, tetapi tak semua reksa dana memiliki prospek yang sama.

Reksa dana terbuka di Indonesia umumnya terbagi menjadi tiga jenis, yakni reksa dana pasar uang (RDPU), reksa dana pendapatan tetap (RDPT), dan reksa dana saham (RDS). Kenaikan suku bunga akan berdampak berbeda pada masing-masing jenis reksa dana. Berikut ini uraiannya dari sudut pandang teoretis:
- Kenaikan suku bunga acuan akan mendorong peningkatan imbal hasil investasi deposito dan surat utang jangka pendek, sehingga kinerja RDPU cenderung meningkat.
- Peningkatan suku bunga dapat mengakibatkan penurunan harga obligasi, sehingga return RDPT cenderung menurun. Namun, hal ini terutama akan memengaruhi RDPT yang berbasis surat utang negara. Kinerja RDPT berbasis obligasi korporat berpeluang survive lebih baik, karena dampak perubahan suku bunga acuan lebih direct pada obligasi pemerintah.
- Era kenaikan suku bunga akan mengakibatkan investor saham mengalihkan modalnya ke aset berbunga, sehingga kinerja saham biasa dan RDS cenderung menurun.
Bagaimana dengan realitanya? Dilansir dari Bareksa, Syailendra Capital baru-baru ini meriset perbandingan kinerja reksa dana dan perubahan suku bunga BI pada tahun 2013 dan 2018.
Pada tahun 2013, BI menaikkan suku bunga sebanyak 1,75%. RDPU mengakhiri tahun dengan kinerja bertumbuh 4,7%, sedangkan RDS tercatat -2,0% dan RDPT -4.4%.
Dinamika serupa terpantau saat BI menaikkan suku bunga sebanyak 1,75% pada tahun 2018. RDPU menutup tahun 2018 dengan kinerja bertumbuh 4,2%, sedangkan RDS anjlok sampai -3,7% dan RDPT -2,2%.
Dengan demikian, landasan teoretis dan hasil riset secara umum menunjukkan rekomendasi selaras. Reksa dana masih untung saat suku bunga naik, khususnya jenis reksa dana pasar uang.
Tagged With : analisa fundamental • reksadana