Tips Jitu Mengelola Uang THR Bagi Investor Pemula

Banyak peminat investasi yang mulai menanamkan modalnya setelah menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Pendapatan bulanan yang pas-pasan seringkali menjadi latar belakang utama dari keputusan berinvestasi dengan uang THR. Sedangkan tujuan investasinya bermacam-macam. Ada yang ingin mengumpulkan pundi-pundi untuk membeli rumah atau pendidikan anak, membiayai naik haji, mendanai pelesir ke luar negeri, dan masih banyak lagi.

Tips Mengelola Uang THR Bagi Investor Pemula

Berinvestasi dengan uang THR itu sah-sah saja. Keputusan itu bahkan lebih bijak daripada menghabiskan uang THR untuk pansos atau pamer harta di kampung halaman. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat Anda ingin memanfaatkan uang THR untuk berinvestasi. Berikut ini tiga diantaranya yang paling penting untuk dicermati:

1. Anda Harus Sudah Punya Dana Darurat

Banyak investor pemula mengawali “karir” investasinya dengan dana THR menjelang lebaran, tapi kemudian menarik modalnya sedikit demi sedikit dalam bulan-bulan berikutnya. Sebelum lebaran tahun depan tiba, seluruh dana dalam rekening investasinya sudah ludes. Sebagian diantaranya ludes karena investasinya merugi, sedangkan sebagian yang lain ludes lantaran mereka sendiri menarik modal pokok investasi terus-menerus.

Mengapa hal ini terjadi? Itu karena mereka menginvestasikan dana THR dalam kondisi belum memiliki persediaan dana darurat. Tanpa adanya tabungan, mereka akhirnya sering menarik dana investasi untuk memenuhi kebutuhan dadakan.

Apabila Anda belum memiliki dana darurat, sebaiknya alokasikan dana THR tahun ini untuk tabungan khusus itu dulu. Anda dapat menyimpannya dalam deposito bank dengan mekanisme ARO atau ARO PLUS. Anda juga dapat menyimpannya dalam bentuk reksa dana pasar uang yang dapat ditarik sewaktu-waktu tanpa penalti.

2. Mulai Dengan Belajar dan Berlatih Tanpa Modal Besar

Salah satu kesalahan fatal yang paling jarang dipahami oleh investor pemula adalah “memulai berinvestasi dengan modal besar”. Mereka umumnya berpikir bisa untung lebih besar jika menanamkan modal lebih besar. Padahal, mereka belum punya keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk cuan secara konsisten.

Investor pemula sebaiknya mengawali “karir” investasi dengan niat untuk belajar terlebih dahulu. Jadi, setorkan modal awal sebesar apa yang Anda merasa dapat “mengorbankannya”. Lebih baik lagi jika Anda menyetorkan modal awal sebatas kebutuhan modal minimum yang diminta oleh broker saja. Jika Anda sudah mahir mengolah modal minimum itu menjadi berlipat ganda, berarti Anda sudah siap untuk mengolah modal lebih besar.

3. Pahami Karakteristik dan Risiko Tiap Jenis Investasi

Memasuki era digital, semakin banyak pemula menanamkan modalnya pada kripto seperti Bitcoin dan beraneka jenis token. Padahal, kripto merupakan aset investasi yang berisiko teramat tinggi. Tak heran jika mereka kemudian mengalami kerugian fatal -dan beberapa diantaranya bahkan menjadi trauma pada istilah “investasi”-.

Kalau sudah memahami karakteristik dan risiko tiap jenis investasi, Anda akan tahu adanya banyak sekali alternatif instrumen investasi yang lebih aman dan bisa dijadikan bahan pembelajaran awal. Pilihan paling jitu bagi pemula adalah menggunakan uang THR untuk mulai investasi reksa dana atau mulai trading saham. Kripto, forex, dan beragam pilihan lain akan lebih sesuai bagi investor dan trader yang lebih berpengalaman.

Demikianlah pembahasan sekilas tentang poin-poin penting untuk siap berinvestasi dengan uang THR. Pada dasarnya, uang THR memangĀ  boleh dipergunakan untuk apa saja -termasuk berinvestasi-. Namun, itu tidak lantas berarti Anda bisa menggunakannya untuk berinvestasi pada apa saja yang “kelihatannya” untung. Perhatikan juga status legalitas pihak yang menawarkan investasi kepada Anda, agar jangan sampai terjebak oleh modus money game atau investasi bodong.

Tagged With :

Leave a Comment