5 Komoditas yang Lebih Untung Daripada Emas

Banyak orang bingung mesti berinvestasi ke mana dalam situasi ekonomi saat ini. Bursa saham dan kripto jatuh bangun, reksa dana cuma cuan tipis-tipis, bahkan forex pun sukar diprediksi. Dalam situasi ini, sebenarnya opsi investasi derivatif komoditas cukup menarik.

Komoditas yang Lebih Untung Daripada Emas

Harga emas meroket sekitar 30% sepanjang tahun 2024. Sementara banyak investasi lainnya melemah, return investasi bullion malah meroket karena orang-orang cenderung mengoleksi emas saat inflasi meningkat dan peperangan merajalela.

Di luar emas, sebenarnya masih ada beberapa komoditas yang lebih menguntungkan. Harganya meningkat pesat karena ketidakseimbangan permintaan dan penawaran komoditas-komoditas tersebut sejak tahun 2024.

Ada lima komoditas yang lebih menguntungkan daripada emas, yakni kakao, germanium, kopi, jus jeruk, dan perak. Berikut ini penjelasannya.

  • Kakao

Harga kakao melesat 185%, sehingga menjadi komoditas berkinerja paling top pada tahun 2024. Kenaikan harga kakao disebabkan oleh cuaca buruk di Afrika Barat.

Negara-negara produsen kakao utama di wilayah tersebut mendominasi 75% produksi biji kakao dunia, sehingga penurunan produksi akibat cuaca buruk dapat berdampak signifikan secara global. Banyak pihak memprediksi kenaikan harga akan berlanjut pada tahun 2025.

  • Germanium

Nama komoditas ini mungkin tidak familier bagi kebanyakan orang, tetapi Germanium sebenarnya merupakan elemen penting untuk produksi elektronika dan beragam teknologi energi terbarukan. Germanium termasuk salah satu elemen tanah jarang yang dikendalikan oleh China. Gara-gara peningkatan ketegangan geopolitik dan pembatasan ekspor China, harga Germanium naik 89% pada tahun 2024.

  • Kopi

Harga kopi meroket 72% pada tahun 2024 karena peningkatan permintaan berhadapan dengan kemerosotan produksi. Produksi kopi di beberapa wilayah produsen kopi utama dunia mengalami anomali cuaca seperti kekeringan dan embun beku di Brasil. Di sisi lain, permintaan kopi dari negara-negara berkembang malah mengalami kenaikan yang sangat tajam.

  • Jus Jeruk

Harga jus jeruk meningkat hingga 65% pada tahun 2024 lantaran kendala pada sisi produksi. Produksi jeruk pada tahun 2024 merosot sampai level terendah dalam 80 tahun terakhir gara-gara terjangan bencana alam dan penyakit pohon jeruk yang belum ditemukan obatnya.

  • Perak

Harga perak melambung sekitar 35% sepanjang tahun 2024, jauh melampaui perkiraan para analis. Kenaikannya terutama disebabkan oleh peningkatan permintaan industri dan penurunan produksi tambang. Di saat yang sama, banyak orang menganggap perak sebagai aset investasi “safe haven” sekunder setelah emas.

Seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik pada tahun 2025, banyak analis memprediksi investasi perak bakal naik daun lagi. Harga komoditas pertanian biasanya fluktuatif seiring dengan faktor cuaca yang sukar diterka, sehingga komoditas industri semi-logam mulia seperti perak justru mungkin lebih menjanjikan.

Tagged With :

Leave a Comment