4 Hari Kerja dalam Seminggu. Benarkah Menguntungkan? – Part 2

XM broker promo bonus

Pada post sebelumnya dibahas beberapa keuntungan potensial jika perusahaan menerapkan sistem 4 hari kerja dalam seminggu. Di antaranya adalah mempertahankan produktivitas. Waktu kerja yang lebih singkat tidak otomatis menurunkan produktivitas. Studi menunjukkan bahwa ketika waktu untuk pribadi, keluarga, dan sosial lebih banyak, maka kebahagiaan personal cenderung lebih tinggi. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaannya.

Sejak tahun 2015 hingga 2017, sebuah studi dilakukan di Swedia untuk melihat dampak pengurangan hari kerja dalam seminggu. Para perawat di rumah perawatan hanya bekerja 6 jam atau 5 jam hari seminggu. Hasilnya secara keseluruhan positif. Laporan ketidakhadiran karena sakit berkurang, dan para perawat juga melaporkan kesehatan mental dan fisik yang lebih baik secara keseluruhan.

4 Hari Kerja dalam Seminggu 2

Keunggulan Penerapan 4 Hari Kerja Dalam Seminggu

Selain produktivitas yang lebih baik, penerapan sistem 4 hari kerja dalam seminggu juga dinilai lebih adil, karena kaum perempuan khususnya, memiliki waktu lebih untuk keluarga. Lalu, apa keunggulan lainnya? Selain produktivitas yang meningkat dan lingkungan kerja yang lebih adil bagi laki-laki dan perempuan, pengurangan menjadi 4 hari kerja dalam seminggu juga diharapkan dapat mengurangi jejak karbon (carbon footprint).

Negara-negara yang memberlakukan jam kerja lebih pendek umumnya memiliki jejak karbon lebih rendah. Jadi, pengurangan hari kerja dari 5 menjadi 4 diyakini bermanfaat bagi lingkungan. Mengurangi hari kerja berarti karyawan tidak perlu melakukan perjalanan jauh. Bangunan kantor juga hanya digunakan 4 hari seminggu. Artinya, ada penghematan alat tulis kantor, listrik, air, dan biaya operasional lainnya.

Sebuah percobaan yang dilakukan di wilayah negara bagian Utah terhadap pegawai negeri menunjukkan dampak ekologis yang berarti karena berkurangnya hari kerja dalam seminggu, dari 5 hari menjadi 4 hari. Selama10 bulan pertama, proyek tersebut berhasil menghemat biaya energi sebesar $1.8 juta dan pengurangan setidaknya 6.000 ton meter emisi karbon dioksida karena gedung-gedung kantor tutup pada hari Jumat. Jika biaya transportasi karyawan pulang-pergi juga diperhitungkan, maka penghematannya jauh lebih besar lagi.

Baca Juga:   5 Bisnis Online Syariah Tanpa Modal Yang Mudah dan Menguntungkan

Kelemahan Penerapan 4 Hari Kerja Dalam Seminggu

Meskipun tentunya ada banyak keuntungan dari penerapan 4 hari kerja dalam seminggu ini, ada beberapa kelemahan yang perlu diantisipasi. Menurut sejumlah studi yang pernah dilakukan, misalnya terhadap sekelompok perawat di Swedia, pada akhirnya menemukan bahwa proyek tersebut tidak lebih hemat. Penerapan 4 hari kerja dalam seminggu bisa jadi sangat sulit, karena membutuhkan dukungan, teknologi, dan budaya organisasi yang sesuai.

Tidak bisa dihindari kalau perubahan baru akan dihadapkan pada tantangan serta masalah-masalah baru. Berikut adalah beberapa permasalahan yang perlu diantisipasi:

Kepuasan Konsumen

Studi yang dilakukan di Utah menemukan keuntungan yang fantastis dari aspek lingkungan hidup, demikian juga dengan keuntungan bagi karyawan maupun pihak perusahaan. Sayangnya, perusahaan itu akhirnya tutup karena kepuasan konsumen yang buruk. Konsumen mengeluh karena mereka tidak bisa mendapatkan pelayanan dari pemerintah karena kantor-kantor tutup pada hari Jumat.

Menggunakan teknologi, seperti Chatbots dan website yang didukung Artificial Intelligence (AI), bisa menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kepuasan konsumen. Teknologi bisa memberikan pelayanan dalam bentuk yang berbeda, sehingga tidak hanya mengandalkan karyawan kantor.

Pendekatan Yang Salah

Banyak yang mencampuradukkan antara bekerja 4 hari seminggu dengan memadatkan jam kerja. Karyawan yang diharapkan tetap bekerja 35 jam seminggu, namun dalam waktu 4 hari, menunjukkan tingkat produktivitas yang lebih rendah, dan hal ini juga dapat mengurangi keseimbangan hidup antara pekerjaan dan keluarga, dan bahkan mengurangi kebahagiaan karyawan secara keseluruhan. Untuk mencapai efek yang diinginkan dari bekerja 4 hari dalam seminggu, maka standar-standar 7 hari kerja harus tetap terpenuhi.

Penerapan 4 Hari Kerja Dalam Seminggu: Kesimpulan

Mungkin tidak lama lagi, kita akan tiba pada era di mana teknologi, terutama Artificial Intelligence, akan melampaui kapabilitas karyawan. Pada saat itu, kita mungkin harus mengambil keputusan penting terkait masa depan pekerjaan, dan bagaimana melindungi dan meningkatkan kesejahteraan karyawan. Sistem 4 hari kerja dalam seminggu adalah opsi yang mungkin, karena teknologi membuat perusahaan bisa beroperasi seperti biasa, sementara manusia tetap bisa menjalani karir yang baik dan menjaga keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Baca Juga:   Penyebab Stress Dalam Bisnis: Kenali dan Jauhkan Dari Hidup Anda!

Sejumlah institusi mencoba membentuk kerangka dasar untuk transisi ke sistem 4 hari kerja dalam seminggu. Mereka mencoba memastikan bahwa karyawan, bukan hanya pihak perusahaan, tetap bisa mendapat manfaat dari teknologi baru ini.  Dengan kata lain, sistem kerja 4 hari dalam seminggu bukanlah memadatkan jam kerja 35 jam per minggu ke dalam 4 hari, namun mengurangi hari kerja, sehingga menjadi sekitar 28 jam saja.

Jika perusahaan tidak ingin kehilangan konsumen karena pelayanan yang dianggap tidak optimal, maka perusahaan bisa menggantikan tenaga manusia dengan teknologi. Dengan demikian, masing-masing karyawan maupun perusahaan sama-sama mendapat keuntungan.

Tagged With :

Leave a Comment