Tips Mengelola Investasi Saat Terjadi Krisis Ekonomi

Indonesia telah mengalami beberapa kali krisis ekonomi, misalnya pada tahun 1997/98 dan 2008/09. Belakangan ini, makin banyak orang semakin cemas kalau-kalau krisis ekonomi akan terjadi lagi sebagai dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Banyak ekonom yang berupaya meyakinkan investor agar tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, seandainya krisis ekonomi benar-benar terjadi, apa yang harus kita lakukan? Ada lima tips yang dapat Anda lakukan.

Tips Mengelola Investasi Saat Terjadi Krisis Ekonomi

1. Jangan Panik

Dalam kondisi krisis ekonomi, hal paling utama yang perlu dilakukan oleh seorang investor adalah menenangkan diri. Jangan panik dan jangan membuat keputusan investasi secara sembrono. Perhatikan tolerasi risiko dalam portofolio Anda, kemudian pastikan bahwa portofolio itu akan tahan menghadapi volatilitas pasar ke depan. Jangan buru-buru memborong saham atau aset investasi lain yang harganya merosot, karena bisa jadi harga akan turun lebih rendah lagi.

2. Perhatikan Kondisi Keuangan Keluarga Anda

Periksa kondisi keuangan keluarga Anda. Apakah pekerjaan Anda mapan dan Anda takkan mengalami PHK? Apakah anak Anda akan masuk sekolah baru atau menghadapi pengeluaran besar tertentu? Apakah Anda punya cadangan dana darurat memadai untuk mengatasi kejadian-kejadian seperti kecelakaan atau sejenisnya?

3. Buat Rencana Keuangan Baru

Setelah mengevaluasi portofolio investasi dan keuangan keluarga, buatlah rencana keuangan baru yang cocok untuk menghadapi krisis ekonomi. Target investasi dan rencana keuangan lama Anda bisa jadi sudah tidak relevan lagi.

4. Tingkatkan Persediaan Uang Tunai Anda

Salah satu keputusan terburuk yang dilakukan investor di masa krisis adalah menjual rugi saham-saham yang mereka miliki karena panik dan butuh uang cepat. Anda bisa menghindari kesalahan besar itu dengan menenangkan diri seperti disampaikan pada poin pertama di atas. Kemudian, barulah memilah aset investasi mana yang dapat dilikuidasi secara rasional untuk meningkatkan persediaan uang tunai Anda.

Idealnya, Anda sebaiknya memiliki dana tunai yang memadai untuk membiayai kebutuhan hidup hingga 6-12 bulan ke depan. Atau, tepatnya dua kali lipat lebih besar dari persediaan dana setara biaya hidup 3-6 bulan yang semestinya Anda siapkan dalam kondisi ekonomi normal. Dana ini bisa disimpan dalam rekening tabungan bank ataupun di rumah, asalkan bukan dibelikan saham atau aset investasi lain.

5. Jangan Gunakan Kartu Kredit Anda

Dalam kondisi krisis, bank sentral bisa jadi akan memangkas suku bunga acuan, sehingga bunga kredit berkurang. Namun, ini bukan alasan bagi Anda untuk menghabiskan limit kartu kredit. Usahakan selalu untuk menjaga pengeluaran tetap di bawah pemasukan. Seandainya Anda mengalami PHK, pastikan pengeluaran sesuai dengan kuota dana bulanan yang telah dialokasikan pada poin keempat.

Dengan beberapa tips ini, niscaya Anda dapat mempersiapkan diri menghadapi krisis ekonomi dengan baik. Apabila Anda termasuk salah satu yang khawatir mengenai prospek ekonomi ke depan, mulai dari sekarang juga tak ada salahnya.

Tagged With :

Leave a Comment