Beragam faktor mengakibatkan IHSG longsor sejak awal tahun ini. Investor asing melancarkan aksi jual masif gegara pembekuan rebalancing MSCI dan gejolak geopolitik global, sementara minat investasi dalam negeri juga memudar. Kemerosotannya bahkan sudah nyaris mencapai 20% year-to-date.

Beberapa investor domestik kehilangan minat untuk menanamkan modal pada bursa saham lokal. Ada yang memilih untuk beralih ke saham AS, trading forex dan kripto, atau bahkan cari aman dengan menyetop rencana investasi untuk sementara waktu. Namun, sebenarnya masih ada banyak cara memilih saham cuan saat IHSG anjlok.
Pertama-tama, kamu harus menanyakan pada diri sendiri apakah akan berfokus pada jangka panjang atau jangka pendek. Cara memilih saham cuan sangat tergantung pada tujuan investasi kelak.
- Fokus jangka pendek
Setiap sektor saham selalu menampilkan kinerja beragam; ada yang naik, ada yang turun. Saat IHSG anjlok sekalipun, pasti ada sektor atau saham tertentu yang melawan arus. Kita bisa menemukannya dengan telaah fundamental umum ditambah analisis teknikal.
Contohnya, di tengah blokade Selat Hormuz saat ini, saham-saham migas cenderung populer. Aturlah setup teknikal yang sudah teruji, lalu pantaulah perkembangannya pada saham-saham migas. Kamu bisa menggunakan kombinasi teknikal populer Moving Averages ganda plus indikator RSI, analisis candlestick, elliott wave, ataupun lainnya.
- Fokus jangka panjang
Apabila berfokus pada jangka panjang, maka kamu harus mengevaluasi kembali portofolio yang sudah ada. Pastikan semua saham memiliki latar belakang fundamental yang kokoh dan mampu membagikan dividen setiap tahun.
Kalau masih bingung memilih saham cuan untuk dimasukkan portofolio jangka panjang, cobalah menengok sektor defensif seperti consumer non-cyclical, farmasi, utilitas, dan telekomunikasi. Sekali lagi, pastikan perseroan memiliki bisnis yang mapan dan berkomitmen memberikan dividen tahunan.
Dengan imbalan dividen, kamu bisa mengabaikan fluktuasi harga sampai berbulan-bulan. Di samping itu, kamu bisa memanfaatkan penurunan IHSG untuk mengoleksi saham-saham berkualitas dengan harga terdiskon.
Yang perlu diperhatikan, kamu harus memiliki persediaan modal memadai dan dapat memantapkan diri untuk tidak menjual saham lebih awal. Kalau kamu merasa tak mampu hold, ada baiknya switch ke investasi lain atau strategi jangka pendek saja.
Tagged With : saham • strategi trading