Teknik analisis fundamental saham seringkali dianggap terlalu rumit oleh investor pemula. Baca laporan keuangan? Susah. Menyelidiki suatu perusahaan? Malas ah. Jadi, solusinya bagaimana? pakai analisis teknikal saja deh. Padahal, analisis teknikal saham sebaiknya dikombinasikan dengan analisis fundamental, karena grafik harga sebenarnya menyimpan banyak “ranjau” yang dapat menjebak siapa saja.

Analisis teknikal saham tidak bisa memberi tahu Anda banyak rincian penting seperti profitabilitas perusahaan dan rencana proyek masa depannya. Di sisi lain, analisis teknikal mengandung beberapa kelemahan yang perlu diwaspadai. Berikut ini tiga diantaranya yang paling penting untuk diperhatikan.
1. Hasil analisis teknikal bersifat subjektif.
Grafik harga memang baku. Namun, ada bermacam-macam cara membacanya. Bisa jadi, seseorang membaca grafik dengan bantuan Bollinger Bands menilai posisi harga akan bullish, tetapi orang lain yang menggunakan indikator RSI malah menilai harga akan bearish. Perbedaan time frame yang digunakan juga bisa menghasilkan perbedaan pendapat serupa. Untuk membuktikannya, coba pantau harga saham apa saja dalam time frame Daily dibandingkan dengan Weekly. Berbeda sekali, kan!?
2. Grafik harga saham tak menunjukkan hal-hal apa saja yang memengaruhinya.
Umpama grafik harga saham naik. Tanpa menyelidiki latar belakang fundamentalnya, apakah Anda akan tahu apa yang mengakibatkan kenaikan itu? Tidak akan. Apalagi, faktor yang memengaruhi harga saham itu sangat beragam, mulai dari kondisi keuangan perusahaan itu sendiri, kebijakan pemerintah, harga komoditas, hingga minat belanja konsumen dan perkembangan teknologi. Semuanya takkan nampak pada grafik harga.
3. Kinerja masa lalu tak menjamin kinerja masa depan.
Umpama suatu emiten mengalami kinerja bagus selama dua-tiga tahun terakhir, sehingga harga sahamnya naik terus secara konsisten. Namun, ternyata emiten itu mengalami perubahan organisasional secara radikal yang mengakibatkan perubahan prospek masa depannya menjadi memburuk. Calon investor yang mencermati aspek fundamental, kemungkinan akan mendeteksi perubahan semacam itu. Namun, investor yang hanya memelototi grafik harga saja, tidak akan tahu.
Nah, dari ulasan tersebut, tentu Anda telah memahami pentingnya mengombinasikan analisis teknikal saham dengan penelitian aspek fundamental. Setidaknya, Anda harus tahu saham yang akan dibeli itu bergerak dalam bisnis apa, serta apa saja berita-berita terbaru mengenai perusahaannya. Jangan malas mengulik koran bisnis setiap hari.
Tagged With : analisa teknikal • saham