Tips Melipatgandakan Kekayaan Dengan Deposito

Ada orang-orang yang mengatakan kalau deposito bukanlah investasi menguntungkan, karena bunga deposito naik-turun mengikuti inflasi, sehingga pada dasarnya nilai dana yang didepositokan tidak meningkat. Menurut mereka, jika ingin imbal hasil tinggi melebihi inflasi dan benar-benar menguntungkan, maka harus mengikuti investasi seperti saham, reksadana, forex, atau berbisnis riil. Akan tetapi, terlepas dari pendapat itu, banyak orang tetap memilih untuk menanamkan kekayaannya dalam deposito.

Mengapa demikian? Karena sebenarnya, bukanlah tidak mungkin untuk melipatgandakan kekayaan dengan deposito, jika mengetahui caranya.

 

1. Atur Deposito Dengan ARO+ (ARO Plus)

Dalam pengelolaan dana deposito, bunga dan pokok umumnya diambil langsung setelah jatuh tempo. Namun, ada pula pengelolaan dengan cara ARO Plus yang bisa membuat deposito jadi lebih menguntungkan.

Model ARO Plus memungkinkan pokok dana plus bunga didepositokan ulang terus menerus (diperpanjang secara otomatis). Dalam model ARO Plus, bunga deposito akan secara otomatis masuk ke pokok dana pada perpanjangan deposito berikutnya.

Sebagai contoh, Anda mendepositokan dana sebesar Rp25 Juta ke Bank XXX dengan tenor 1 bulan dan ARO Plus pada awal bulan Januari, dengan ekspektasi bunga 7 persen. Pada awal bulan Februari, deposito itu akan diperpanjang otomatis dengan hitungan dana pokok (Rp25 Juta + bunga bulan Januari). Demikian seterusnya ke bulan-bulan berikutnya, hingga suatu ketika Anda memutuskan untuk menarik deposito tersebut, mungkin 1-2 tahun kelak atau bahkan lebih lama lagi.

Tips Melipatgandakan Kekayaan Dengan Deposito

Dengan cara ini, dana Anda bisa beranak-pinak sendiri tanpa perlu susah payah. Anda juga bisa menarik dana sewaktu-waktu tanpa perlu mengkhawatirkan penalti, karena pada dasarnya dana bisa ditarik tanpa denda apapun pada tanggal jatuh tempo setiap bulan. Cara ini jauh lebih menguntungkan untuk melipatgandakan kekayaan Anda, daripada mendepositokan dana sekaligus dengan tenor 2 tahun.

 

2. Tentukan Jangka Waktu Investasi Lebih Dari 1 Tahun

Deposito merupakan salah satu wahana investasi jangka panjang. Jadi, jangan berharap kalau Anda bisa “ketiban durian runtuh” hanya setelah membuka deposito selama satu-dua bulan saja. Justru, semakin lama Anda menentukan jangka waktu investasi, maka makin besar pulalah potensi keuntungannya. Di sini, kesabaran Anda akan diuji.

Namun, jangan samakan jangka waktu investasi dengan tenor deposito. Masa jatuh tempo deposito sebaiknya ditentukan serendah mungkin, misalnya 1 bulan atau 3 bulan, agar Anda bisa menariknya sewaktu-waktu tanpa kena penalti. Walaupun tenor hanya 1 bulan atau 3 bulanan, tetapi dengan pengaturan ARO Plus, Anda bisa dengan tenang membiarkan dana deposito beranak-pinak di bank hingga bertahun-tahun tanpa batas.

Mudah sekali bukan!? Cobalah cara ini jika Anda baru akan membuka deposito. Minta petugas bank agar mengaturnya dengan ARO Plus dan tenor 1 bulanan atau 3 bulanan (tergantung tenor mana yang memberikan bunga lebih besar), kemudian buat komitmen dengan diri Anda sendiri untuk tidak menariknya hingga beberapa tahun ke depan.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar