Saat ini, budaya kerja telah banyak berubah hampir di seluruh dunia. Perubahan ini terjadi begitu cepat, secepat peredaran video-video TikTok. Lebih dari sepertiga angkatan kerja saat ini berasal dari kelompok millenial (yakni, mereka yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996). Hingga Tahun 2030, jumlah pekerja dari Gen Z (mereka yang lahir tahun 1997 dan setelahnya) diperkirakan akan naik hingga tiga kali lipat. Lalu, bagaimana strategi menyambut angkatan kerja muda ini agar mereka mendukung pencapaian visi perusahaan secara optimal?
Diperlukan sebuah pendekatan yang berbeda untuk menjaga relevansi dalam proses rekrutment para pekerja terbaik di kelasnya dari dua kelompok demografi ini (millennial dan Gen Z). Faktor lain yang mempengaruhi budaya di tempat kerja. Dalam satu gelombang yang dikenal dengan Great Resignation, lebih dari 47 juta orang di Amerika Serikat berhenti dari pekerjaannya di Tahun 2021.

Menurut laporan McKinsey, alasan utama para pekerja ini berhenti adalah mereka tidak merasa dihargai, atau mereka tidak merasa memiliki perusahaan di mana mereka bekerja. Banyak karyawan juga mengalami masalah kepercayaan terhadap rekan kerjanya. Bukan suatu hal yang mengherankan bahwa saat ini banyak pekerja yang terikat dengan sistem kerja radisional.
Ini Dia 3 Strategi Menyambut Angkatan Kerja Muda
Para pekerja saat ini mencari pekerjaan dengan satu tujuan tertentu. Itulah sebabnya, para pejabat yang merekrut atau para pemimpin perusahaan harus melakukan penyesuaian dan mencari strategi menyambut angkatan kerja muda ini, agar mereka bekerja sesuai tuntutan dan tujuan organisasi. Berikut adalah sejumlah saran bagi perusahaan.
I believe we can extrapolate from this data that much of today’s workforce is engaging in traditional jobs, remote or in-person, and seeking connection with others. Today’s workers are also looking for employers with a purpose. This is where recruiters and human resource leaders need to adjust to maintain organizational business demands.
Ciptakan suatu budaya yang saling mendukung dan saling mendidik
Era di mana para pemimpin memantau semua karyawannya sepanjang waktu dan melakukan micromanagement sudah berakhir. Sistem kepemimpinan ini tidak lagi relevan. Saat ini, karyawan lebih menyukai lingkungan yang dihiasi dengan budaya organisasi yang unik. Jadi, berusahalah untuk menciptakan suatu lingkungan yang menghargai setiap orang, kepentingan mereka di luar perusahaan, serta kontribusi mereka terhadap tujuan perusahaan secara keseluruhan. Alokasikan waktu untuk belajar dan manfaatkan keahlian yang dimiliki karyawan anda secara optimal.
Sejumlah organisasi berusaha menciptakan suatu rasa kebersamaan di dalam perusahaan, misalnya:
- Dengan menyediakan cafe bagi karyawan, lingkungan kerja non-tardisional, dan lebih sering mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas tim.
- Ada juga perusahaan yang mencari gedung kantor di pusat kota atau pusat budaya yang unik dan didukung dengan sejumlah fasilitas yang dapat dijangkau dengan sedikit berjalan kaki saja dari kantor. Hal ini tentunya menyenangkan bagi karyawan.
- Beberapa perusahaan bahkan mengadopsi sistem kerja, di mana waktu untuk urusan pribadi tidak dibatasi, dan ini menjadi bagian dari paket tunjangan yang disediakan bagi karyawan. Hal semacam ini dapat menciptakan suatu lingkungan dengan akuntabilitas yang baik serta menjaga keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi.
Itu adalah beberapa opsi yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan saat mereka merancang strategi menyambut angkatan kerja muda, karena angkatan kerja muda ini tidak suka dikekang atau dibatasi dalam sistem kerjanya.
Tinjau ulang paket tunjangan yang anda tawarkan
Tunjangan karyawan bisa menjadi salah satu faktor utama yang pertimbangkan ketika mengajukan lamaran pekerjaan atau menerima tawaran pekerjaan. Meskipun kenaikan gaji dan bonus merupakan penawaran yang sangat berharga, perlu diingat bahwa fleksibilitas sangat penting bagi pekerja saat ini. Jadi, anda bisa menawarkan opsi sistem kerja hybrid (bekerja dari rumah dan bekerja di kantor) bagi karyawan.
Selanjutnya, generasi muda memiliki perhatian khusus terhadap masalah pensiun dan tunjangan kesehatan. Karena alasan ini, anda juga bisa menawarkan tunjangan perawatan kesehatan dan pensiun sebagai bagian dari fasilitas yang disediakan bagi karyawan.
Rancang ulang sistem mentor di perusahaan
Strategi menyambut angkatan kerja muda saat bisa dipadukan dengan peluang sistem mentoring. Keberadaan seorang mentor di tempat kerja dapat meningkatkan minat pekerja muda untuk mengembangkan bakat dan keahliannya, sambil membangun hubungan dengan sesama rekan kerja. Ide tentang program mentoring di tempat kerja bukanlah sesuatu yang baru, namun program-program yang ada harus tetap disesuaikan dengan generasi angkatan kerja saat ini, yakni millennial dan Gen Z.
Di masa lalu, seorang mentor biasanya senior dan bertindak laksana seorang guru. Format ini mungkin tidak lagi relevan saat ini. Para pemimpin saat ini perlu merancang sistem mentoring dua arah. Berikan feedback, biarkan anggota tim memberikan feedback terhadap rekan kerjanya, dan seterusnya. Dengan cara ini, anda bisa menciptakan lingkungan kerja yang sesuai dengan karakteristik demografi pekerja di perusahaan anda.
Tagged With : manajemen bisnis • Manajemen Usaha