Seperti Apa Model Bisnis Yang Tahan Resesi?

Resesi mengancam perekonomian di seluruh dunia. Para pemimpin perusahaan mencoba menyakurkan energi secara signifikan untuk membangun model bisnis yang tahan resesi. Namun, resesi tidak selalu berarti sama dengan perlambatan di perusahaan, jika perusahaan mampu menerapkan strategi proaktif secara cepat. Investasi untuk memperbaiki pengalaman konsumen bisa membantu mempertahankan banyak konsumen yang tadinya bisa hilang. Jika anda menerapkan strategi yang benar, mereka bahkan bisa menjadi konsumen setia, yang membantu anda menumbuhkan basis konsumen.

Lalu, bagaimana semestinya kita befikir tentang pengalaman konsumen dan bagaimana meningkatkannya sebagai antisipasi terhadap perlambatan ekonomi? Ada beberapa konsep yang bisa membantu anda mengembangkan model bisnis yang tahan resesi. Meski tidak tahan 100%, setidaknya anda bisa memitigasi dampaknya.

model bisnis yang tahan resesi

Model Bisnis Yang Tahan Resesi: Pentingnya Pengalaman Konsumen

Menurut para pakar, para pemimpin perusahaan harus membangun pola berfikir yang mampu melihat dari sudut pandang orang luar. Misalnya, mereka harus bisa memandang perusahaan anda dari sudut pandang konsumen, tentunya dengan memposisikan diri mereka sebagai konsumen. Selama masa resesi, konsumen mengharapkan kenyamanan dan proses transaksi tanpa gesekan, serta stabilitas pasokan barang.

Bagi para retailer, anda mungkin perlu menyesuaikan strategi komunikasi brand anda. Biasanya, komunikasi difokuskan pada produk-produk yang diinginkan konsumen, namun selama resesi, maka fokus perusahaan semestinya kepada produk-produk yang akan dibutuhkan konsumen.  Pendekatan ini dapat meningkatkan loyalitas konsumen dan mengurangi biaya untuk mendapatkan konsumen baru.

Sayangnya, mengatur strategi perusahaan tidaklah semudah itu, karena perjalanan konsumen melalui sejumlah bidang, yang biasanya tidak memiliki integrasi data. Realita ini menunjukkan bahwa para agen perusahaan tidak memiliki konteks lengkap tentang konsumen dan berjuang untuk menyesuaikan diri dengan perilaku konsumen yang mudah berubah.

 Model Bisnis Yang Tahan Resesi: Cara Mengevaluasi Pengalaman Konsumen

Sebelum membangun rancangan model bisnis yang tahan resesi versi perusahaan anda, cobalah lakukan evaluasi terhadap kondisi saat ini. Bagaimana tingkat kepuasan konsumen atas produk/jasa yang anda tawarkan? Ada beberapa cara untuk mendapatkan jawabannya, antara lain:

  • Lakukan survey; Berbicaralah kepada konsumen anda. Dengan memiliki feedback melalui survey konsumen, anda bisa mendapatkan informasi berharga tentang perjalanan konsumen dan membantu anda memahami apa kebutuhan mereka.
  • Evaluasi churn rate. Angka ini adalah jumlah konsumen yang membatalkan atau gagal memperbaharui keanggotaannya pada periode tertentu. Bagi pengusaha retail, anda bisa mengidentifikasi konsumen yang masuk dalam mailing list, namun belum pernah berinteraksi dengan perusahaan anda selama resesi.’
  • Evaluasi perjalanan konsumen. Salah satu cara terbaik untuk berfikir layaknya konsumen adalah melalui proses itu sendiri. Apa tahap yang dibutuhkan untuk melakukan penjualan? Biasanya, tidak ada pengalaman belanja yang konsisten, jika anda membandingkan proses berbelanja online dan offline yang ditawarkan kebanyakan retail. Dengan menemukan point ini, anda bisa menyusun cara untuk meningkatkan pengalaman konsumen di masa mendatang.

Model Bisnis Yang Tahan Resesi: Cara Meningkatkan Pengalaman Konsumen

Setelah melakukan tiga tahapan evaluasi atau review di atas, maka anda bisa melanjutkan menyusun strategi untuk memperbaiki pengalaman konsumen, dan pada akhirnya, menyusun model bisnis yang tahan resesi. Berikut adalah beberapa rekomendasi dasar tentang cara meningkatkan loyalitas konsumen dan bahkan menarik klien baru:

  • Buatlah visi yang jelas tentang pelayanan konsumen anda. Mulai dengan menentukan apa yang ingin anda capai dalam pelayanan konsumen. Sifat pelayanan seperti apa yang ingin anda berikan? Informasi ini bisa membantu anda merancang visi yang bagus (atau serangkaian prinsip bisnis) yang akan memandu anda dalam menyusun pendekatan terhadap konsumen. Visi bisa menjaga agar para pemimpin berada pada frekuensi yang sama.
  • Integrasikan layanan online dan offline. Bukan sebuah rahasia lagi bahwa e-commerce secara cepat menggantikan layanan brick-n-mortar alias toko fisik. Anda mungkin sudah memiliki beberapa opsi pembelian online, sekalipun saat ini masih menjalankan toko secara fisik. Perusahaan retail bisa memperbaiki pengalaman konsumen dengan mengintegrasikan layanan online dan offline. Misalnya, dengan menawarkan opsi membeli online dan mengambilnya di kantor, anda bisa mendorong konsumen untuk membeli dan sekaligus berkunjung ke toko anda.
  • Cari cara agar terkoneksi dengan penduduk setempat. Para retailer modern yang menjalankan banyak toko di lokasi yang berbeda-beda bisa memperhitungkan kebutuhan masyarakat setempat. Bisa jadi, kebutuhan konsumen berbeda-beda di setiap toko; artinya, anda harus menyesuaikan produk dan jasa agar sesuai dengan kebutuhan penduduk di mana toko tersebut berada.

Mungkin, anda sering mendengar rekomendasi agar perusahaan menyesuaikan bahasa dan gaya komunikasi ketika melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri, karena budaya yang berbeda, namun konsep dasar perusahaan tetap sama. Dengan menyesuaikan gaya komunikasi dan produk, konsumen akan melihat bahwa anda peduli untuk mencari tahu apa yang penting bagi mereka.

Jika anda sedang mencari model bisnis yang tahan resesi, maka beberapa rekomendasi di atas dapat membantu, setidaknya meminimalisir dampak resesi yang ditakutkan semua kalangan saat ini. Dengan model bisnis yang tepat, perusahaan anda tetap bisa bertahan.

Tagged With :

Leave a Comment