Prospek E-Commerce di Masa Mendatang: Visual Shopping vs Video Shopping

Satu pemandangan yang kita semua bisa lihat dari pandemi Covid-19 adalah: jumlah kardus-kardus yang setiap harinya beredar di seluruh kota, bahkan sampai ke depan toko kita, di depan rumah kita, dan bahkan di dapur kita. Ketika pandemi, perubahan drastis terjadi, dari gabungan belanja online dan offline ke transaksi online saja. Namun, katika ketakutan terhadap pandemi semakin mereda dan pembatasan sebagian besar sudah ditarik kembali, apa yang akan teradi dengan prospek e-commerce dan perilaku berbelanja online ini?

Mudah saja kita berasumsi bahwa kebiasaan belanja kita akan kembali seimbang. Penjualan e-commerce tumbuh sebesar 43% di tahun 2020 saja, angka terbesar sepanjang sejarah e-commerce. Namun, sejumlah sinyal mulai menunjukkan pertumbuhan mendatar. Sejalan dengan itu, tahun ini, penjualan di toko retail diperkirakan akan tumbuh sebesar 8% tahun ini, sekalipun perekonomian masih tertekan.

prospek e-commerce

Prediksi Tentang Prospek E-Commerce Pasca Pandemi

Namun, jika anda baru saja bergabung ke dunia e-commerce atau anda menjalankan usaha retail tradisional yang masih ingin melakukan diverifikasi sumber pendapatan dengan memberikan akses kepada konsumen secara online, maka apa yang bisa anda lakukan dengan informasi ini? Berikut adalah tiga prediksi tentang bagaimana prospek e-commerce dan lingkungan persaingannya dalam beberapa tahun ke depan.

Kecintaan Terhadap Visual Shopping Akan Terus Tumbuh

Bagian menarik dari berbelanja di mall atau toko retail adalah aspek visualnya, yakni bisa melihat dan memegang suatu produk sebelum dibeli. Pusat-pusat berbelanjaan adalah jagoan dalam hal memperkirakan apa yang ingin anda lihat, anda dengar, anda cium, dan bahkan anda rasakan sebagai bagian dari pengalaman berkunjung. Sekalipun toko online tidak bisa memancarkan aroma lilin melalui ponsel, mereka mampu menghadirkan pengalaman visual yang mampu menembus perasaan kita.

Pikirkan bagaimana mengaktivasi penglihatan dan mencium aroma di website anda, sehingga keseluruhan pengalaman berbelanja terasa real. Salah satu contohnya adalah dengan menambahkan atribut yang ikonik dan mudah diingat, serta bahan-bahan segar pada foto-foto produk anda. Misalnya,  seiris lemon disertai setangkai kemangi yang dihias cantik di samping botol produk lotion beraroma lemon  mampu menarik perhatian kita secara visual dan membuat kita seolah-olah mencium aroma segarnya. Kenapa? Karena kita memiliki memori tentang aroma tersebut.

Video Shopping akan tumbuh cepat di Tahun 2022 dan 2023

Social shopping telah menjadi trend utama, baik melalui Instagram atau TikTok. Namun, ada satu kesamaan antara keduanya, yakni komitmen yang dalam terhadap video. Membuat video adalah salah satu cara terbaik dan termudah untuk tetap unggul dan menarik perhatian pengguna media sosial. Dengan menambahkan semakin banyak video, anda bisa membuat pengunjung menggunakan perangkatnya lebih lama. Tentunya, anda tidak mesti membuat konten yang benar-benar sempurna. Konten yang bersumber dari pengguna maupun diciptakan sendiri merupakan perpaduan yang baik.

Saat meminta konten video yang berasal dari konsumen, maka carilah konsumen berulang (konsumen yang sudah berbelanja beberapa kali di perusahaan anda) dan telah meninggalkan review bintang 5 di toko anda. Tawari mereka diskon untuk pembelian berikutnya, atau tawarkan produk gratis, jika mereka bersedia mengirimkan video yang menceritakan apa yang mereka sukai dari produk atau toko anda. Kemudian bagikanlah ke seluruh dunia! Pastikan men-tag profil media sosial pengguna tersebut dan sampaikan ucapan terima kasih.

Sebagian toko favorit anda akan tutup, namun kemitraan baru akan tumbuh

Ada sedikit keraguan bahwa sejumlah brand tidak akan mampu bertahan hingga tiga tahun ke depan. Ketika inflasi membuat biaya produksi melambung tinggi dan persaingan semakin ketat, maka nilai ekonomi dari penjualan produk-produk murah akan semakin sulit. Anda akan melihat bahwa sejumlah merk produk murah akan mengalami masa-masa sulit dan berpotensi menutup usahanya dalam beberapa tahun ke depan.

Jika anda ingin bertahan dari kondisi ini, cobalah berusaha sebaik mungkin untuk menemukan cara-cara paling efektif untuk menciptakan kombinasi produk dengan sistem paket, sehingga produk yang ada bisa diketahui oleh calon pembeli baru dengan harga yang lebih rendah. Lakukan hal yang sama dengan perusahaan mitra anda. Salah satu cara tercepat untuk memulai konsep ini adalah bergabung dengan platform teknologi seperti Disco Network dan fitur terbaru dari Shopify, yakni Shopify Audiences.

Terakhir, inilah momen untuk menjangkau konsumen baru dan memenangkan persaingan! Serius. Lihatlah pesaing terbesar anda dan lihat apakah ada satu cara untuk menawarkan produk anda secara paket atau bergabung dengan satu jejaring yang sama, sehingga kedua belah pihak bisa menjual lebih banyak produk. Misalnya, jika anda menjual produk moisturizer yang ternama, maka carilah pesaing yang memproduksi produk toner terbaik, dan tawarkan kerjasama untuk menjual produk anda secara paket. Jika berhasil, maka kedua produk bisa dijual bersamaan dalam satu paket.

Kesimpulannya, sekalipun sistem belanja offline sudah kembali, namun prospek e-commerce masih sangat baik dalam beberapa tahun ke depan.

Tagged With :

Leave a Comment