Saham Macam Apa yang Dibeli oleh Warren Buffett?

Banyak orang memuji-muji kelihaian Warren Buffett memilih saham untuk dikoleksi hingga bisa menjadi salah satu miliarder paling terkenal di dunia berkat aktivitas investasinya. Namun, pernahkah terpikir untuk mengetahui seperti apa karakteristik saham yang dipilih Buffett, dan meniru strateginya? Dalam artikel ini, kita akan menelaah 4 ciri-ciri saham yang dibeli Warren Buffett.

Saham Macam Apa Yang Dibeli Warren Buffett

 

1. Perusahaan Memiliki Performa Keuangan yang Bagus

Warren Buffett termasuk penganut Value Investing yang lebih berfokus pada nilai intrinsik suatu saham, ketimbang pada analisa teknikal atas harga saham tersebut. Oleh karenanya, ia menilik saham-saham yang secara konsisten menghasilkan keuntungan dan Return on Equity (ROE) memuaskan selama beberapa tahun. Makin banyak hitungan tahun ROE perusahaan itu bagus, maka makin baik.

 

2. Rasio Debt-to-Equity Rendah

Semakin besar rasio Debt-to-Equity, maka makin besar pendapatan perusahaan yang harus digunakan untuk membayar utang. Hal ini khususnya berlaku bagi perusahaan-perusahaan yang mengandalkan utang untuk berekspansi.

 

3. Profit Margin Perusahaan Terhitung Bagus

Selain menengok ROE, Warren Buffett juga mencari perusahaan-perusahaan yang Profit Margin-nya bagus selama beberapa tahun. Perlu dicatat di sini bahwa Buffett bukanlah tipe orang yang akan tertarik pada Profit Margin dan ROE jangka pendek, jadi data yang dilihat adalah data beberapa tahun sekaligus.

 

4. Harga Saham Terhitung Murah

Berdasarkan beberapa analisa fundamental di atas, hitunglah berapa kira-kira harga saham wajar suatu perusahaan. Semakin besar selisih positif harga saham saat ini dengan harga saham wajar, maka makin baik.

 

Saham perusahaan mana saja yang sesuai dengan keempat ciri-ciri tersebut? Dahulu, karakteristik itu antara lain dimiliki oleh saham-saham Wells Fargo, Apple, Bank of America, Coca-Cola, American Express, US Bancorp yang kemudian diborong oleh Warren Buffett. Semuanya saham Amerika Serikat. Namun, setelah mengenali keempat ciri-ciri tadi, kita sebagai investor saham Indonesia bisa mencari emiten lain dengan karakteristik serupa.

Baca Juga:   10 Emiten Saham Terbaik Tahun 2018

Hanya saja, ada satu hal yang perlu diingat baik-baik: gaya Warren Buffett adalah “buy-and-hold”. Ia tidak membeli saham untuk menjualnya kembali dalam jangka pendek (trading), melainkan membeli saham dengan target prospek keuntungan jangka panjang (investasi). Oleh karenanya, jika target investasi kita adalah untuk mendapatkan keuntungan instan, maka gaya Buffet boleh jadi tidak cocok. Sebaliknya, jika kita berminat untuk investasi jangka panjang, maka Buffett dapat diteladani.

Tagged With :

Leave a Comment