Praktik Baik dalam Memperbaiki Sistem Rekrutmen Karyawan – Bagian 1

Bukan hanya sistem kerja, sistem rekrutmen karyawan telah mengalami perubahan mendasar selama dekade terakhir. Hal ini terjadi karena perubahan paradigma dalam bisnis, teknologi, dan dinamika angkatan kerja. Perubahan-perubahan ini mengharuskan perusahaan dan organisasi mengevaluasi kembali serta menyesuaikan sistem rekrutmen terhadap karyawan. Perubahan semacam ini bukan hal baru di dunia bisnis. Namun, setiap perusahaan tentunya memiliki pengalaman yang berbeda, masalah yang berbeda, serta cara mengatasi yang berbeda pula.

Praktik Baik tentang Sistem Rekrutmen Karyawan

Sejumlah pakar di Business Council yang dikelola Forbes berbagi pengalaman tentang motivasi yang menggerakkan mereka untuk melakukan perubahan sistem rekrutmen karyawan, serta dampak yang mereka amati, baik terhadap karyawan maupun terhadap para pencari kerja.

sistem rekrutmen karyawan 1

Ganti Metode Wawancara dengan Tugas

Dengan sistem ini, pelamar tidak diwawancarai seperti metode konvensional. Mulailah dengan meminta mereka melakukan satu tugas tertentu, misalnya membuat paparan PowerPoint atau membuat dan mengolah tabel di Excel. Untuk pelamar pada posisi yang melayani konsumen, anda bisa meminta pelamar menjawab panggilan telepon atau menjawab pertanyaan konsumen. Bagi pelamar untuk posisi tertentu, bisa saja pelamar diminta membuat laporan proyeksi 30-60-90 hari kedepan. Dengan demikian, anda bisa melihat bagaimana mereka menyelesaikan tugasnya.

Jawab Semua Permohonan Dengan Cepat

Upayakan menjawab semua permohonan kerja (lamaran kerja) dalam waktu maksimal 3 hari kerja. Pastikan untuk menanggapi semuanya, apapun kondisinya. Semakin berkembang perusahaan anda, akan semakin banyak lamaran pekerjaan yang masuk, sehingga sering terabaikan. Namun, fakta menunjukkan bahwa menanggapi lamaran pekerjaan secepat mungkin ternyata dapat memaksimalkan tingkat interaksi calon anggota tim. Dengan demikian, keseluruhan proses bisa berjalan lebih baik.

Selain itu, merespon lamaran yang masuk secara cepat menunjukkan profesionalisme perusahaan. Artinya, perusahaan peduli dengan siapapun yang berinteraksi. Di pihak pelamar, ini juga menjawab rasa penasaran mereka, tentang apakah akan ada peluang atau tidak bagi mereka untuk bergabung dengan perusahaan anda.

Berusahalah Memahami Kisah Hidup Mereka

Biasanya, pertanyaan pada sesi wawancara hanya hal-hal yang sangat mendasar. Sekarang, cobalah untuk memahami kisah hidup calon karyawan anda. Misalnya, bagaimana pekerjaan sebelumnya mempengaruhi hidupnya, impian masa depannya, serta karirnya, dan apakah pengalaman kerja tersebut relevan dengan nilai dan tujuan bisnis anda. Dengan cara ini, anda bisa menemukan orang-orang yang sejalan dengan visi-misi perusahaan anda.

Tanyakan Pertanyaan-Pertanyaan Penting Saja

Sebenarnya, ini bukan hal baru, dan tidak ada perubahan mendasar pada tips ini. Hanya saja, tips ini ternyata telah terbukti efektif selama lebih dari 25 tahun. Mengajukan pertanyaan penting bukan selalu berarti wawancara singkat 3-5 menit. Adakalanya, gaya interview dan durasinya sangat santai, bisa 1,5 jam. Namun, pastikan anda hanya mengajukan pertanyaan penting.

Ketika lawan bicara mulai menjawab pertanyaan anda, anda mesti diam dan mendengarkan. Bisa saja, anda menanyakan apakah mereka pernah marah di tempat kerja, menjelaskan masalah yang terjadi saat itu, dan bagaimana mereka menyelesaikannya. Mesti terkesan santai, pertanyaan penting semacam ini membantu anda menggali lebih dalam terhadap kepribadian pelamar.

Gunakan Bahasa Yang Baik

Perubahan pada sistem rekrutmen karyawan bisa juga dilakukan dengan perubahan bahasa pada job deskripsi karyawan. Hilangkan bahasa-bahasa yang dapat mengurangi tingkat kontribusi karyawan. Misalnya, frase “work hard, play hard” adalah suatu frase bisnis yang biasanya digunakan untuk mengacu kepada etos kerja yang kuat. Namun, makna frase ini cenderung ‘mengeliminasi’ kandidat wanita. Contoh lainnya, anda bisa saja tidak mengharuskan pelamar memiliki pendidikan tertentu, jika lowongan tersebut mengharuskan pelamar memiliki pengalaman kerja khusus.

Lakukan Penilaian Kemampuan Menulis Para Pelamar

Perusahaan bisa mengajarkan banyak hal, mulai dari strategi hingga cara melayani konsumen. Namun, kita tidak bisa mengabarkan dasar-dasar menulis. Jadi, cobalah mencari strategi khusus untuk mengetahui kemampuan menulis calon pelamar selama proses rekrutmen. Pada posisi tertentu, diperlukan karyawan yang memiliki kemampuan menulis dengan baik. Sayangnya, hal ini tidak bisa dipelajari dengan mudah. Oleh sebab itu, anda harus bisa menemukan para pelamar dengan kompetensi ini.

Rekrut Berdasarkan Nilai Dasar Perusahaan

Berikan penekanan khusus pada nilai dasar perusahaan. Surat lamaran kerja memuat banyak informasi tentang pengalaman kerja. Namun, mempekerjakan seseorang yang tidak sejalan dengan budaya perusahaan adalah kesalahan yang fatal. Untuk menghindari hal ini, anda bisa mengadakan semacam wawancara informal semacam ‘meet-up’ pada tahap berikutnya (sebelum membuat keputusan siapa yang akan diterima atau ditolak). Di sini, anda bisa melihat bagaimana para kandidat berinteraksi dengan staf lain di perusahaan. Kemudian, minta pendapat anggota tim lain atau karyawan perusahaan saat membuat keputusan akhir.

Seluruh sumber daya manusia, termasuk karyawan dan para pemimpin di perusahaan, harus benar-benar sejalan dengan budaya organisasi. Sistem rekrutmen karyawan berpengaruh sangat besar terhadap siapa yang kelak akan bergabung dengan perusahaan  anda. Dapatkan pembahasan lebih lanjut tentang perubahan apa saja yang bisa anda lakukan untuk memperbaiki sistem rekrutmen karyawan di perusahaan anda pada post berikutnya.

Tagged With :

Leave a Comment