Pengaruh Pandemi Terhadap Real Estate: Prediksi vs Realisasi

Banyak yang percaya bahwa real estate adalah sektor yang paling dipengaruhi oleh pandemi covid-19. Sejak WHO mengumumkan serangan virus corona sebagai sebuah pandemi, banyak pakar yang telah memprediksi akan terjadinya kemerosotan di bidang perekonomian. Di Amerika Serikat sendiri, para pakar yakin bahwa resesi sudah mulai terjadi sejak bulan Februari. Pengaruh pandemi terhadap real estate akan terus terlihat sepanjang covid-19 belum bisa dikendalikan, baik melalui kebijakan pembatasan fisik dan sosial maupun dengan penemuan vaksin atau obat.

Meskipun banyak negara memutuskan untuk mengakhiri lockdown atau apapun istilahnya, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia, kondisi perekonomian masih morat-marit. Resesi yang terjadi akibat pandemi ini sulit untuk diprediksi karena karakteristiknya berbeda dari Great Recession di tahun 2007 hingga 2008 atau Great Depressesion di tahun 1929. Penyebabnya berbeda, sehingga dampaknya juga berbeda.

Pengaruh Pandemi Terhadap Real Estate

Pengaruh Pandemi Terhadap Real Estate: Prediksi tentang Pemulihan

Berbeda dengan resesi Tahun 2008 yang bermula di pasar uang, resesi kali ini disebabkan oleh pandemi global. Sebelum pandemi ini bermula, para pemilik bisnis sangat optimis dengan perekonomian. Bahkan, Amerika Serikat mencatat angka pengangguran terendah dalam 50 tahun terakhir. Proyeksi resesi global yang terjadi saat ini menunjukkan kemerosotan terburuk sejak Perang Dunia II. Namun, ada juga pakar yang memprediksi bahwa ini akan menjadi resesi tersingkat dalam sejarah. Semuanya tergantung bagaimana covid-19 bisa dikendalikan.

Pengaruh pandemi terhadap real estate dalam jangka pendek terlihat dari goncangan pasar uang. Banyak investor yang tidak lagi tertarik menanamkan modalnya di perusahaan-perusahaan real estate dan memilih berinvestasi di sektor yang sedang booming akibat pandemi, seperti teknologi yang memungkinkan orang bekerja dari rumah maupun perusahaan-perusahaan yang menyediakan perlengkapan kesehatan, atau perusahaan yang sedang berinvestasi untuk menemukan vaksin atau obat terhadap covid-19.

Baca Juga:   6 Jenis Investasi Jangka Panjang Yang Paling Menguntungkan

Seperti yang diprediksi banyak pakar ketika Covid-19 pertama kali muncul, kondisi perekonomian akan cepat pulih, dengan pola pemulihan berbentuk V. Pola ini menggambarkan kemerosotan secara drastis namun pemulihannya juga cepat. Namun, tidak ada yang mampu memprediksi betapa besarnya dampak pandemi ini terhadap perekonomian, karena banyak usaha yang tutup ketika masyarakat dihimbau untuk tetap berada di rumah. Jadi saat ini, para pakar mulai percaya bahwa pemulihan kondisi perekonomian akan membentuk pola U.

Sayangnya, banyak bisnis yang mampu bertahan saat penutupan jangka pendek justru tidak bertahan jika penutupan berlangsung lebih lama. Meskipun sejumlah negara sudah membuka lockdown, banyak bisnis yang belum mampu beroperasi normal kembali, karena kapasitasnya yang sudah terbatas. Selain itu, banyak pemilik bisnis yang mengkhawatirkan terjadinya gelombang kedua jika aktivitas sosial ekonomi dibuka terlalu cepat.

Jadi sebenarnya, pengaruh pandemi terhadap real estate dipengaruhi oleh jenis bisnis yang bisa dan tidak bisa beroperasi normal. Sebagai contoh, restoran adalah salah satu industri yang terdampak paling parah. Diperkirakan bahwa 40% hingga 75% restoran yang anda akan tutup secara permanen. Selain itu, banyak usaha dan restoran yang mengalami kerusakan parah di banyak negara akibat tindakan penjarahan dari sekelompok orang. Banyaknya bisnis restoran yang tutup menyebabkan permintaan terhadap real estate komersil juga berkurang. Hal yang sama juga terjadi di sektor lain.

Pengaruh Pandemi Terhadap Real Estate Komersil dan Hunian

Meskipun sejumlah sektor usaha ditutup dan pemulihannya lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya, para penyewa yang sudah kehilangan pekerjaannya mendapatkan kompensasi dan stimulus dari pemerintah. Pemerintah di berbagai negara menghentikan sejumlah proyek dan menggantinya dengan dana bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak. Faktanya, tunjangan semacam ini tidak akan berlangsung selamanya. Tidak ada yang bisa memastikan berapa kali pemerintah mampu memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.

Baca Juga:   Cara Membuat Video Tour Real Estate Yang Atraktif

Pemerintah juga menyediakan tunjangan khusus bagi usaha kecil dan menengah. Bagi sejumlah badan usaha, jumlahnya cukup untuk membayar gaji karyawan sebanyak dua hingga tiga bulan. Ada juga yang menggunakannya untuk menyewa tempat, membayar cicilan properti, atau untuk biaya operasional. Program ini membantu sejumlah unit usaha untuk bertahan. Artinya, ada badan usaha yang tetap mampu membayar sewanya. Hasilnya, perusahaan real estate juga bisa bertahan. Jika perusahaan tetap beroperasi, karyawannya tetap mendapatkan gaji. Artinya lagi, perusahaan real estate perumahan juga akan bertahan.

Resesi yang disebabkan oleh pandemi covid-19 ini berbeda jauh dari Great Recession, karena penyebabnya berbeda. Dampaknya terhadap perekonomian juga berbeda. Resesi kali ini tidak hanya mempengaruhi pasar uang, namun juga masyarakat hingga level terendah. Akibatnya, pengaruh pandemi terhadap real estate dipengaruhi oleh penutupan aktivitas perekonomian dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat secara umum. Semakin cepat pemerintah menemukan solusi, baik vaksin maupun pengobatan, terhadap covid-19, semakin kecil dampaknya terhadap perekonomian. Jika resesi ini berlangsung lebih lama karena covid-19 yang tidak terkendali, maka dampaknya terhadap perekonomian akan semakin mengerikan.

Tagged With :

Leave a Comment