Pelajaran Bisnis dari Ratu Elizabeth II Agar Perusahaan Bertahan dan Berkembang

Wafatnya Ratu Elizabeth II menjadi pemberitaan di seluruh dunia. Ratu Elizabeth memimpin Inggris, tidak terkecuali salah satu brand paling sukses di dunia, yakni British Royal Family, selama lebih dari 70 tahun.  Selama masa pemerintahannya, Ratu Elizabeth memegang erat tradisi yang sudah berlangsung lama, dan pada saat yang sama melakukan modernisasi selama beberapa dekade. Tahukah anda, bahwa ada sejumlah pelajaran bisnis dari Ratu Elizabeth II yang bisa menjadi pedoman bagi anda dalam menjalankan bisnis.

Sang Ratu selalu menjaga emosinya dan di hadapan publik selalu berbicara hal-hal positif tentang pemimpin lain yang pernah ia tanya – terlepas dari apakah ia menyukai mereka atau tidak dan apakah ia sependapat dengan kebijakan mereka atau tidak. Bagi Keluarga Kerajaan dan penduduk Inggris, Ratu Elizabeth adalah “face of the franchise.”

Pelajaran Bisnis dari Ratu Elizabeth II

Ini Dia Beberapa Pelajaran Bisnis dari Ratu Elizabeth II…

Royal Family sebagai sebuah usaha keluarga bernilai jutaan dollar dan berpengaruh besar terhadap perdagangan, industri travel, dan aspek lain dalam perekonomian Inggris, tidak diragukan bahwa Ratu Elizabeth laksana seorang CEO yang tak tertandingi. Ada sejumlah pelajaran bisnis dari Ratu Elizabeth II yang mungkin bisa anda ambil, di antaranya:

Ketahui Pentingnya Perspektif Global

Pada sekitar tahun 1952, Ratu Elizabeth menyadari pentingnya perspektif global. Ia menghabiskan tujuh dekade berkeliling ke seluruh dunia demi Persemakmuran Inggris dan mengunjungi negara-negara di Eropa, Afrika, Asia, Amerika, dan Pasifik. Sang Ratu menyukai budaya yang berbeda-beda dan perjalannya kerap membawa misi diplomatik yang bertujuan untuk menjembatani perbedaan dan meredakan ketegangan antar-negara. Sebagian besar kunjungannya dinilai sukses. Menurut estimasi The Telegraph, Ratu Elizabeth berkunjung sejauh 1.032.513 mil sepanjang pemerintahannya.

Tetap Positif di Masa-Masa Sulit

Salah satu quote paling dikenal dari Ratu Elizabeth disampaikan belum lama ini. Pada bulan April 2020, di masa puncak pandemi Covid-19, Ratu Inggris ini berbicara untuk kelima kalinya pada siaran TV khusus selama 7 dekade pemerintahannya. Ia menyadari bahwa pada saat itu dunia sedang mengalami masa sulit, masa-masa yang menimbulkan disrupsi di hampir semua aspek perekonomian, sehingga menimbulkan kesulitan finansial bagi banyak orang serta memicu perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada saat itu, Ratu Elizabeth berusaha menenangkan rakyatnya dan meyakinkan bahwa hari-hari yang lebih baik akan datang, di mana semua orang akan kembali bisa berkumpul dengan keluarga dan teman-teman. Ratu berusia 93 tahun tersebut menyadari masa-masa sulit yang dihadapi rakyatnya. Ia juga berterima kasih kepada para tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan, mengungkapkan kebanggaan kepada rakyatnya yang disiplin mematuhi protokol kesehatan, serta meyakinkan mereka bahwa hari-hari yang lebih indah akan segera datang.

Seorang pemimpin yang baik selalu berusaha menaikkan kembali semangat timnya. Ratu Elizabeth melakukan hal itu, bahkan sejak menjadi pemimpin wanita yang masih berusia muda selama Perang Dunia II. Di usia senja, ia melakukan hal yang sama ketika rakyatnya dihadapkan dengan pandemi Covid-19.

Menyusun Rencana Suksesi

Satu lagi Pelajaran Bisnis dari Ratu Elizabeth II untuk para pengusaha muda adalah adanya rencana suksesi. Rencana ini penting untuk sebuah bisnis, terutama bisnis keluarga. Sayangnya, hal ini kerap terabaikan di perusahaan-perusahaan milik keluarga. Faktanya, salah satu tantangan terberat dalam menyusun rencana suksesi di usaha kecil adalah tidak adanya generasi penerus yang bisa diandalkan oleh pendiri.

Hal ini diungkapkan oleh Mary Kier, salah satu mitra sekaligus co-leader di ZRG. Ia mengatakan bahwa pendiri sebuah perusahaan mungkin sangat baik di satu aspek bisnis (misalnya kreativitas dalam membuat produk), namun tidak menjadi pemimpin terbaik untuk usaha tersebut secara keseluruhan. Menurutnya, kerap muncul kekhawatiran dalam bisnis keluarga bahwa tidak ada orang yang akan menjalankan usaha tersebut sama seperti pendirinya.

Mereka juga sering khawatir kalau penerus yang bukan anggota keluarga akan menolak meneruskan usaha tersebut menggantikan pendirinya. Pada kondisi lain, perusahaan memiliki menunggu hingga pendirinya meninggal atau menunjuk seseorang sebagai penggantinya. Pada kasus seperti ini, pemimpin tersebut mungkin tidak lagi mampu mengimbangi perkembangan. Akibatnya, usaha tersebut mulai menurun.

Bergerak Maju

Saat ini, Royal Family harus melangkah tanpa Ratu Elizabeth, yang telah menjadi CEO untuk sejumlah usaha keluarga selama lebih dari 70 tahun. Sang Ratu tidak pernah meragukan para pemimpin terbaik dunia. Ia memimpin dengan keikhlasan dan jiwa kemanusiaan yang kuat, dan tidak pernah berusaha menarik perhatian. Ia juga memberikan petunjuk kepada Perdana Menteri dan Presiden di daerah kekuasaan kerajaannya.

Satu lagi pelajaran bisnis dari Ratu Elizabeth II adalah bahwa penerus di setiap perusahaan yang sedang berkembang mesti memiliki rencana untuk hal-hal yang tak terelakkan. Misalnya, orang-orang tertentu pada akhirnya harus diganti agar perusahaan bisa bertahan dan berkembang. Secara alamiah, sebagian besar usaha kecil tidak memiliki sumber daya finansial sebesar British Royal Family dan harus berusaha mencari modal, namun, ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari keluarga Kerajaan Inggris ini.

Tagged With :

Leave a Comment