Calon Pengusaha Muda Lebih Kreatif di Masa Pendemi: 3 Contoh Kasus

XM broker promo bonus

Ketika di tahun 2020 seluruh dunia nyaris ‘terhenti dan para pelajar di seluruh dunia tertahan di rumah selama berbulan-bulan, mereka malah memiliki waktu untuk memikirkan kembali jalur karir yang akan ditempuh. Bagi sejumlah lulusan akhir-akhir ini, sistem kerja dari jam 9 hingga jam 5 bukanlah pilihan. Sejumlah pelajar yang memiliki jiwa wirausaha berusaha mengadopsi teknologi digital dan fleksibilitas sistem kerja dari jarak jauh. Para calon pengusaha muda ini berusaha mencari peluang untuk membangun usaha sendiri.

Pandemi telah mendorong munculnya permohonan usaha baru dalam jumlah yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya, terutama di pertengahan tahun 2020. Angkanya terus meningkat hingga musim semi tahun 2021, sesuai laporan National Bureau of Economic Research Amerika Serikat. Hal ini sebenarnya tidak mengejutkan, karena sebagian dari usaha baru itu datang dari calon pengusaha muda. Lebih separuh dari Generasi Z (usia di bawah 25 tahun) berharap bisa membangun usaha sendiri dalam 10 tahun ke depan.

calon pengusaha muda

Calon Pengusaha Muda Kreatif di Masa Pandemi: Contoh Kasus

Saat berada di rumah, komunikasi dengan dunia luar memang mengandalkan teknologi. Bagi generasi muda yang sudah terbiasa dengan teknologi, hal ini tentunya bukan suatu masalah. Para calon pengusaha muda itu bahkan bisa mengeksplorasi teknologi untuk mendapatkan peluang usaha baru. Berikut adalah beberapa contoh kasusnya:

Agustin Cortes (23 Tahun)

Di awal tahun 2020, Cortes menyelesaikan magang manajemen proyek di Google, dan kemudian mengajukan permohonan kerja di Silicon Valley. Namun, pandemi menghantam dunia dan wawancara kerja pun dibatalkan karena banyak karyawan yang dirumahkan. Kemudian, Cortes mulai membangn Learkn, sebuah platform online yang menyediakan konten pembelajaran gratis bagi siapa saja yang memiliki koneksi internet.

Baca Juga:   Kiat Sukses Negosiasi Bisnis Yang Wajib Anda Ketahui – Part 1
Etienne Lunetta

Awalnya, mahasiswa ini merasa tidak puas dengan pembelajaran virtual dan ia keluar dari University of Southern California, padahal tinggal 12 SKS lagi pendidikannya selesai. Ia kemudian mendirikan Leonard Cyber, sebuah perusahaan konsultasi keamanan website dan uji bakat pada tahun 2020 dan Holo AI pada tahun 2021. Holo AI adalah sebuah generator teks Artificial Intelligence yang bisa menulis konten SEO, email, artikel, cerita pendek, dan bahkan satu novel penuh dari satu paragraph pendek atau beberapa kalimat saja.

Mani Kandan

Calon pengusaha muda selanjutnya yang berkembang akibat pandemi adalah Mani Kandan, yang baru saja lulus dari Arizona State University pada musim semi tahun ini. Ia meluncurkan Morality, yang menggunakan software AI untuk mengurangi inefisiensi di firma-firma hukum skala kecil. Dengan melakukan otomatisasi tugas menggunakan asisten paralegal dan personal, Morality mengklaim bisa mengurangi resiko kesalahan. Pandemi telah memberikan jalan bagi Kandan untuk menjadi pengusaha dibanding menjadi karyawan di sebuah perusahaan Fortune 500.

Disrupsi industri secara masif akibat pandemi justru memunculkan peluang usaha di bidang lain. McKinsey & Company melaporkan bahwa antara bulan Desember 2019 dan Juli 2020, rata-rata produk dan/atau jasa yang didigitalisasi secara parsial/penuh meningkat dari 35% menjadi 55%. Akselerasi ini maju 7 tahun dibanding rata-rata yang terjadi dari tahun 2017 hingga 2019. Dengan kata lain, selama pandemi penawaran saham yang didigitalisasi secara alamiah meningkat secara eksponensial, terutama untuk produk kesehatan, farmasi, layanan keuangan, dan industri layanan profesional.

Belajar dari 3 Calon Pengusaha Muda

Ketiga calon pengusaha muda di atas awalnya memandang disrupsi industri dan kenaikan produk dan jasa digital secara masif menawarkan suatu peluang untuk membangun sebuah usaha baru yang kreatif untuk memenuhi kebutuhan di masa-masa yang tidak biasa ini. Misalnya, diawal-awal pandemi, Kandan menyadari cepatnya adopsi teknologi digital di industri hukum.

Baca Juga:   Membangun Hubungan dengan Konsumen Penentu Hidup-Matinya Usaha?

Industri hukum relatif beresiko dan tidak banyak tersentuh teknologi seperti halnya industri lain seperti keuangan dan pelayanan kesehatan. Namun, ketika para pengacara dipaksa untuk bekerja jarak jauh, mereka mulai menyadari keuntungan teknologi AI di bidang hukum. Menurut Kandan, inilah salah satu yang mendorong pesatnya pertumbuhan Morality. Pasar mempercayai produknya karena perusahaan-perusahaan hukum lainnya juga sudah mengadopsi teknologi digital dengan sangat cepat.

Senada dengan itu, calon pengusaha muda bernama Cortes juga menyadari kenaikan permintaan terhadap pembelajaran online secara cepat. Ia memperkirakan bahwa trend ini akan terus meningkat hingga pandemi berakhir. Sementara itu, Lunetta menyadari lonjakan kasus keamanan cyber selama pandemi. Kemudian ia membentuk Leonard Cyber bagi mereka yang mencari pekerjaan di bidang keamanan cyber dan memiliki sertifikasi yang dibutuhkan.

Mengapa banyak orang Amerika, terutama pemuda, memilih wirausaha dibanding bekerja dengan cara biasa? Kandan yakin bahwa generasi-generasi muda pada dasarnya riskan terhadap resiko meski memiliki jiwa wirausaha. Begitu mereka mengenali teknologi dan gaya hidup yang baru, maka budaya mencoba hal-hal baru semakin berkembang dalam diri calon pengusaha baru tersebut. Mereka gemar mencoba-coba dan melihat mana yang bekerja dan mana yang tidak.

Tagged With :

Leave a Comment