Mitos Seputar Investasi Minyak yang Belum Kamu Tahu

Investasi minyak tak selalu menjadi favorit investor, tetapi tak sedikit orang yang berminat untuk menanamkan modal di dalamnya. Baik perdagangan komoditas minyak berjangka, CFD Crude Oil via platform trading forex, maupun saham migas, semuanya terlihat memesona pada masa-masa kenaikan harga minyak seperti yang berlangsung sejak tahun 2020 sampai sekarang. Sayangnya, banyak orang memulai investasi minyak dengan motif yang salah.

Wabah Virus Corona China Berdampak Negatif Pada Harga Minyak

Terdapat sedikitnya empat (4) mitos seputar investasi minyak yang banyak diyakini oleh para trader dan investor pemula. Berikut ini uraian selengkapnya.

  • Persediaan Migas Dunia Kian Menyusut

Migas merupakan bahan tambang yang dihasilkan dari pemrosesan alamiah selama berpuluh-puluh tahun dan tergolong sumber daya tak terbarukan. Hal ini menimbulkan anggapan bahwa persediaan migas dunia kian menyusut seiring dengan peningkatan populasi dunia dan permintaan bahan bakar. Padahal, tingkat konsumsi migas dunia masih lebih lambat dibandingkan perkembangan teknologi ekstraksi migas.

Era 1970-an sempat disebut-sebut sebagai “puncak produksi minyak” di Amerika Serikat. Namun, nyatanya produksi minyak terus meningkat hingga sekarang.

  • Investasi Migas Kalah Prospektif Dibandingkan Energi Alternatif

Energi alternatif seperti sel surya dan tenaga hijau lainnya semakin booming. Perusahaan-perusahaan terkait beramai-ramai go public, sedangkan jumlah penggunanya juga bertumbuh pesat dari hari ke hari. Namun, umat manusia saat ini masih membutuhkan migas secara berdampingan dengan sumber energi alternatif. Salah satu saja tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan dunia yang beraneka ragam.

  • Kendaraan Listrik Mengakibatkan Penurunan Permintaan Minyak

Kita saat ini memang terus berupaya meragamkan sumber daya energi. Namun, itu tidak lantas berarti konsumsi minyak dan gas menurun secara beriringan. Data menunjukkan bahwa permintaan migas dunia relatif stabil atau bahkan cenderung naik.

Mitos Seputar Investasi Minyak yang Belum Kamu Tahu

Mengapa demikian? Pertumbuhan populasi dan kesejahteraan masyarakat akan terus meningkatkan permintaan untuk transportasi dan travel. Pertumbuhan itu pun belum tentu sama ataupun lebih lambat dibandingkan pertambahan kendaraan listrik.

  • Beli Minyak Paling Tepat Saat Harganya Naik

Mitos ini seringkali menjebak para investor minyak pemula. Karena tergoda prospek untung cepat, mereka memborong minyak saat harganya sedang naik. Lalu mereka rugi besar karena harga minyak yang sudah mencapai puncaknya malah berbalik menurun.

Jadi, apakah beli minyak yang paling tepat saat harganya naik atau turun? Patokan trading dan investasi minyak yang baik adalah tinjauan fundamental dan analisis teknikal. Beli minyak pada harga berapa pun diperbolehkan, asalknya terdapat alasan kuat yang mendasarinya.

Tagged With :

Leave a Comment