Ingin Investasi Minyak? Perhatikan Beberapa Risiko Ini

Harga minyak mentah saat ini tergolong sangat rendah. Baik minyak mentah brent maupun WTI sama-sama diperdagangkan pada kisaran 50-60 Dolar AS per barel. Bagi sebagian investor, ini artinya ada peluang beli yang bagus dengan target menjualnya kembali di masa depan dengan harga lebih tinggi. Namun, apakah benar demikian?

3 Cara Investasi Minyak Mentah Di Indonesia

Sebelum mulai berinvestasi minyak, Anda perlu memahami bahwa outlook pasar komoditi saat ini masih suram. Posisi harga memang sudah rendah. Namun, tak ada yang tahu apakah harga masih akan turun lebih jauh lagi, atau berbalik naik dalam waktu dekat. Selain itu, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh para calon investor komoditi minyak.

  • Volatilitas Harga Minyak

Harga komoditi minyak dan gas sangat volatile. Perubahan harga harian bisa mencapai 2 Dolar AS atau lebih. Meskipun Anda hanya berinvestasi melalui kontrak CFD (Contract-for-Difference) yang tidak membutuhkan modal sebesar investasi minyak futures, tetap ada risiko kerugian yang cukup tinggi ketika prediksi Anda keliru.

Risiko volatilitas harga minyak akan berdampak lebih minim ketika Anda berinvestasi via saham perusahaan migas saja. Namun, investasi saham akan membuat Anda terekspor risiko lain seperti perubahan manajemen dan kebijakan perusahaan.

  • Likuiditas Pasar Minyak

Masalah ini akan dihadapi oleh siapa saja yang ingin berinvestasi minyak futures. Perdagangan forex bisa berlangsung lancar dan nonstop, karena likuiditasnya melimpah hingga pembeli/penjual bisa bertemu match-nya kapan saja. Namun, likuiditas pasar minyak lebih minim, sehingga pembeli/penjual belum tentu bisa match dalam waktu singkat. Ada kemungkinan Anda gagal menjual futures dalam portofolio dan terpaksa holding dalam waktu lebih lama, karena tak ada pembeli sama sekali pada titik harga yang Anda inginkan.

  • Komisi Broker
Baca Juga:   Benarkah Harga Minyak Dikendalikan Oleh Arab Saudi?

Investasi minyak secara CFD maupun futures akan membutuhkan perantaraan broker. Para broker ini akan menghubungkan Anda dengan pasar, tetapi mereka juga meminta imbalan dalam bentuk komisi sejumlah Dolar tertentu. Besaran komisi setiap broker bervariasi, sehingga Anda kemungkinan harus melakukan riset kecil-kecilan dulu sebelum mendaftar ke salah satunya.

  • Kompleksitas Pasar

Faktor-faktor yang memengaruhi pasar minyak lebih kompleks daripada pasar saham atau pasar forex. Penggerak harga utama adalah permintaan dan penawaran (supply and demand). Akan tetapi, kedua hal itu juga dipengaruhi oleh banyak hal yang bersifat kualitatif, seperti kebijakan OPEC (kartel negara-negara eksportir minyak), konflik geopolitik, perang di Timur Tengah, pertumbuhan ekonomi China, dan lain sebagainya.

Anda harus siap menghadapi keempat risiko di atas sebelum menanamkan dana dalam investasi minyak. Tak usah khawatir, tak ada hal yang tak bisa dipelajari di dunia ini. Cobalah membaca-baca bahan belajar dari internet terlebih dahulu, simak buku-buku dalam bidang investasi, lalu mulailah investasi dengan berbekal semua pengetahuan tadi.

Tagged With :

Leave a Comment