5 Fakta tentang Analisis Teknikal yang Harus Diketahui Trader

Analisis teknikal sering disebut-sebut sebagai senjata ampuh bagi trader forex untuk sukses. Realitanya, memang banyak trader profesional yang berhasil meraup keuntungan besar dengan mengandalkan analisis teknikal. Namun, itu tak lantas berarti analisis teknikal bebas dari kelemahan. Ada lima (5) hal yang harus diperhatikan oleh trader forex saat menggunakan analisis teknikal agar terhindar dari kesalahan yang sebenarnya tak perlu terjadi.

Fakta Tentang Analisis Teknikal

1. Grafik bisa menunjukkan sinyal yang salah.

Jika sinyal selalu benar, alangkah mudahnya untuk jadi kaya di dunia ini. Sayangnya, sinyal tak selalu benar. Indikator teknikal apapun yang Anda gunakan, probabilitas win:loss boleh jadi tidak akan lebih dari 50:50. Jadi, bagaimana caranya agar probabilitas win itu lebih tinggi?

Pertama, terapkan Money Management dengan baik, atur rasio Risk/Reward per posisi trading secara ketat. Kedua, Anda harus mampu tegas cut loss ketika situasi nyata tak sesuai dengan ekspektasi. Ketiga, selalu cari konfirmasi dari suatu sinyal yang muncul; jangan hanya mengandalkan satu jenis indikator saja.

2. Satu timeframe tak dapat menceritakan situasi pasar yang sesungguhnya.

Apabila Anda ingin scalping, maka satu timeframe saja barangkali sudah cukup memadai. Namun, apabila Anda ingin day-trading atau swing-trading, maka perlu memeriksa grafik pada 2-3 timeframe sebelum open posisi. Mengapa? Karena situasi pada satu timeframe saja tak bisa menggambarkan keseluruhan posisi demand dan supply yang terjadi di pasar. Cobalah perhatikan pergerakan harga pada beberapa timeframe setiap hari, maka Anda akan memahami hal ini.

3. Indikator teknikal paling handal bukanlah indikator yang paling rumit.

Banyak trader forex yang mengira kalau indikator teknikal yang digunakan itu makin banyak dan makin kompleks, maka akurasi open posisinya bakal meningkat. Ini salah kaprah yang cukup parah. Jika jumlah indikator terlalu banyak, justru sinyal yang dimunculkan bisa konflik antara satu sama lain dan Anda akan bingung sinyal mana yang akurat. Sebaiknya, pilihlah indikator teknikal yang paling sederhana dan dapat Anda kuasai dengan baik. Kunci sukses dalam analisis teknikal adalah penguasaan tools, bukan jumlah tools-nya.

Baca Juga:   Cara Untung Dari Bisnis Forex Tanpa Trading

4. Tak ada cara analisis yang konyol jika hasilnya telah teruji.

Anda boleh jadi berpikir bahwa mengombinasikan 10 Moving Averages dengan period berbeda-beda dalam satu chart itu terlalu berlebihan. Apa gunanya? Tidakkah lebih baik menambahkan RSI atau Stochastic saja? Namun, jika hasil analisis dengan 10 MA itu ternyata cukup baik, apa salahnya dilakukan!? Poin terpentingnya, tak peduli seperti apa dasarnya, setiap sistem trading atau cara analisis itu harus diuji dulu. Anda bisa memilih untuk melakukan backtest maupun forward test yang sudah sangat luas dikenal di kalangan trader untuk menemukan teknik analisis andalan.

5. Kinerja masa lalu belum tentu merefleksikan kinerja masa depan.

Meskipun sebuah teknik analisis telah lolos dalam pengujian dan Anda sukses menerapkannya selama beberapa waktu, tetapi suatu saat teknik itu bisa jadi macet. Mengapa demikian? Karena situasi pasar berubah-ubah.

Untuk menentukan reaksi yang tepat saat hal seperti itu terjadi, Anda perlu meningkatkan kepekaan terhadap situasi pasar. Ada masanya kejadian itu berarti Anda perlu menghindari pasar terlebih dahulu karena gejolak terlalu tajam. Ada masanya pula bisa dipecahkan semudah pindah haluan dari open buy menjadi open sell. Nah, agar bisa memantau situasi pasar secara lebih baik lagi, ada baiknya Anda tak hanya mengandalkan analisis teknikal, melainkan juga memantau berita-berita seputar ekonomi dunia. Niscaya gambaran yang Anda terima mengenai pasar forex akan lebih lengkap.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar