Trader Dunia Lirik Potensi Profit Komoditas Energi Non-Minyak

Dalam sebuah konferensi yang digelar media Financial Times pada akhir Maret 2019, terungkap bahwa para trader komoditas dunia mulai melirik potensi komoditas non-minyak seperti LNG, biofuel, dan baterai. Padahal, harga minyak mentah saat itu baru saja mengalami kenaikan kuartalan paling pesat dalam satu dekade terakhir. Mengapa demikian?

4 Langkah Mendapatkan Keuntungan Dari Trading Minyak

  • Kenaikan Harga Minyak Hanya Terbatas

Trader bisa mendapatkan keuntungan dari volatilitas harga komoditas apapun, baik naik maupun turun. Namun, tren harga naik yang sudah cukup tinggi justru mengurangi minat trader untuk membuka posisi baru lagi secara agresif. Apalagi, trader dari banyak perusahaan besar mengungkapkan keraguan mereka kalau harga minyak mentah bisa naik lebih tinggi lagi.

Kebanyakan trader memperkirakan harga minyak akan diperdagangkan terbatas dalam kisaran di bawah USD75 per barel. Proyeksi ini dimunculkan, walaupun OPEC menjalankan kuota ketat bertepatan dengan ketika sanksi AS menjerat Iran dan Venezuela.

  • Komoditas Non-Minyak Punya Potensi Kenaikan Lebih Besar

Untuk mengimbangi surutnya minat trading di komoditas minyak, perusahaan-perusahaan trading besar mulai mengeksplorasi komoditas energi lain seperti LNG. Banyak pihak menilai LNG memiliki masa depan cerah sebagai alternatif minyak yang lebih ramah lingkungan.

Sebagaimana dilansir oleh Financial Times, Pablo Galante Escobar dari Vitol mengatakan, “Jangka pendek LNG cukup suram. Namun, masa depan jangka panjang LNG itu cerah.”

Russell Hardy dari perusahaan yang sama menyatakan sudah jelas ada peralihan menuju bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Walaupun LNG, biofuel, dan baterai saat ini mencakup sekitar seperlima dari bisnis perusahaannya saat ini, tetapi ia yakin porsinya bakal meningkat di masa depan.

Bukan Vitol saja yang berekspansi ke LNG, melainkan juga Mercuria yang berbasis di Swiss. Sementara itu, beberapa perusahaan lain memilih untuk mulai berkecimpung dalam biofuel. Ada harapan kalau transaksi beragam komoditas energi ini akan semakin mengarah ke pasar spot, bukan lagi didominasi kontrak jangka panjang antara pembeli dan penjual.

Baca Juga:   Tahukah Anda, Dimana Ladang Minyak Terbesar Di Dunia?

Setelah mengetahui informasi ini, apakah Anda tertarik untuk trading komoditas non-minyak juga? Sebelum terjun, ada baiknya Anda menelaah seluk beluk industri, para pemain utama, dan dinamika permintaan-penawaran komoditas terkait. Faktor-faktor fundamental seperti ini boleh jadi tak berfungsi sepraktis analisis teknikal dalam trading, tetapi bisa ikut memengaruhi kesuksesan Anda.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar