Meningkatkan Produktivitas Perusahaan Melalui Tunjangan Yang Menarik – Part 2

Pada post sebelumnya dibahas beberapa skema tunjangan alias benefit yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perusahaan dengan mempertahankan karyawan berbakat dan profesional. Skema gaji di atas rata-rata, liburan atau cuti berbayar, pilihan untuk bekerja dari rumah, dan membangun rasa memiliki dan rasa bangga atas pekerjaan dan posisi yang dipegang adalah beberapa opsi yang sudah dibahas sebelumnya.

Skema Tunjangan Untuk Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Tentunya, masih ada sejumlah skema lain yang bisa diterapkan perusahaan dalam rangka menarik dan mempertahankan talent-talent berbakat. Berikut adalah beberapa pilihan lainnya.

meningkatkan produktivitas perusahaan 2

Tunjangan Kesehatan dan Pensiun

Back to basic. Tunjangan ini tentunya sudah ada sejak dulu, dan hingga saat ini masih relevan. Perusahaan mestinya memberikan penekanan khusus terhadap tunjangan kesehatan, terutama jenis layanan kesehatan yang masuk dalam cakupan skema tunjangan dimaksud (misalnya, tunjangan perawatan medis, penglihatan, dan kesehatan gigi). Selain itu, pastikan karyawan sudah mendapatkan benefit ini sejak bulan pertama mereka bergabung dengan perusahaan.

Demikian juga dengan tunjangan pensiun. Faktanya, tidak semua perusahaan menawarkan skema tunjangan ini. Kalaupun ada, karyawan harus memenuhi banyak persyaratan yang rumit untuk mendapatkannya. Di negara-negara besar seperti Amerika Serikat sendiri, ternyata tidak semua perusahaan menawarkan skema ini. Menurut data BLS, sekitar 70% perusahaan swasta skala besar menawarkan skema tunjangan kesehatan, dan sekitar 69% yang menawarkan skema tunjangan pensiun.

Sayangnya, tunjangan semacam ini bisa jadi tantangan besar bagi usaha-usaha skala kecil dan menengah. Memang, dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk alokasi tunjangan kesehatan dan pensiun, apalagi jika perusahaan memiliki banyak karyawan. Sebagai solusinya, perusahaan bisa bernegosiasi dengan perusahaan asuransi untuk mendapatkan skema tunjangan kesehatan yang pas bagi usaha kecil dan menengah, sehingga anggaran yang harus dialokasikan perusahaan tidak terlalu membengkak.

Skema Pendidikan

Perusahaan mana yang tidak suka karyawan yang gemar belajar? Sayangnya, tidak semua perusahaan menawarkan opsi atau tunjangan belajar bagi karyawannya, apalagi untuk pendidikan formal, seperti melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Sejumlah perusahaan besar memberikan peluang bagi karyawannya untuk melanjutkan pendidikan dengan skema kompetitif. Artinya, karyawan harus mengikuti tahapan seleksi agar bisa mendapatkan tunjangan pendidikan tersebut.

Perusahaan bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi lokal maupun internasional, dan memilih jurusan atau konsentrasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk meningkatkan retensi karyawan, anda bisa membuat kesepakatan dengan karyawan tersebut, bahwa mereka tidak akan keluar dari perusahaan minimal sesuai waktu yang disepakati. Jika peserta pendidikan mengingkari kesepakatan, maka perusahaan bisa memberlakukan denda. Pastikan semuanya tertuang dalam naskah kesepakatan yang disepakati kedua belah pihak.

Pengembalian (Reimbursement) Biaya Pendidikan

Pilihan berikutnya terkait pendidikan bagi karyawan adalah sistem reimbursement, cost-sharing, atau opsi lainnya. Dengan sistem reimbursement, perusahaan dapat menetapkan batas maksimal uang kuliah yang dapat dikembalikan kepada karyawan sebagai bentuk reward kepada mereka. Opsi kedua adalah cost-sharing. Dalam hal ini, perusahaan menanggung sebagian biaya pendidikan, sedangkan sebagian lagi ditanggung peserta didik atau ditanggung lembaga pihak ketiga yang menjadi sponsor. Sekali lagi, skema pembiayaan juga harus dituangkan dalam bentuk kesepakatan bersama.

Pendidikan adalah skema tunjangan yang saling menguntungkan. Karyawan mendapatkan potensi pengembangan diri dan karir, sedangkan perusahaan mendapatkan keuntungan berupa peningkatan keahlian karyawan, perbaikan operasi bisnis, retensi semakin tinggi, dan tingkat interaksi karyawan semakin baik. Pada akhirnya, semua perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Faktanya, perusahaan-perusahaan besar seperti Amazon juga menawarkan skema seperti ini kepada karyawannya.

Tips Meningkatkan Produktivitas Perusahaan melalui Tunjangan

Mungkin masih ada skema atau kompensasi lainnya yang bisa diterapkan perusahaan di luar gaji pokok. Misalnya adalah peluang untuk mendapatkan komisi, bonus, reward karena kinerja terbaik, atau skema penghargaan lain yang didapatkan secara kompetitif. Atau, ada juga kompensasi tidak langsung, seperti bagi hasil atau opsi membeli saham perusahaan (untuk perusahaan yang sudah go public).

Baik perusahaan kecil, menengah, dan perusahaan besar, skema benefit atau tunjangan adalah kebutuhan. Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan perbaikan dalam memilih dan mengelola tunjangan bagi karyawan anda:

  • Lihat anggaran Selalu pastikan bahwa ada anggaran yang tersedia untuk menambah atau mengubah skema tunjangan. Anda tentu tidak ingin bangkrut hanya karena menawarkan tunjangan yang berlebihan, bukan?
  • Perhatian trend. Sepertinya, trend benefit bagi karyawan berubah seiring waktu, bahkan hampir tiap tahun berubah. Jadi, pastikan bahwa tunjangan yang anda tawarkan sesuai dengan trend yang berlaku (misalnya, tunjangan transportasi bagi karyawan yang tidak bekerja dari rumah, dsb).
  • Lakukan riset. Jangan menebak-nebak bahwa tunjangan dan gaji yang anda bayarkan sudah adil. Tapi, cari tahulah melalui riset.
  • Ketahui apa yang hangat di pemberitaan. Misalnya, aturan atau legislasi baru mungkin memuat ketentuan tentang tunjangan yang wajib bagi karyawan.

Jika ragu, bertanyalah. Bukankah lebih baik jika anda mendapatkan informasi dari sumber utamanya? Lakukan survey kepada karyawan untuk mengetahui tunjangan apa yang mereka butuhkan.

Tagged With :

Leave a Comment