Menggaet Transaksi Real Estate Saat Social Distancing?

Kasus virus corona meningkat dari hari ke hari. Setiap hari, selalu ada laporan kasus baru di seluruh tanah air. Akibatnya, banyak daerah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tidak diragukan lagi bahwa kehidupan berubah dengan sangat cepat akibat pandemi global covid-19. Jutaan penduduk harus diam di rumah, tidak lagi berinteraksi dengan tetangga maupun komunitas, dan anak-anak tidak lagi pergi ke sekolah setiap harinya. Lalu, mungkinkan melalui transaksi real estate saat social distancing seperti sekarang ini?

Bisa dikatakan bahwa real estate termasuk sektor yang paling terdampak oleh covid-19. Banyak investor menunda untuk menanamkan modalnya karena terjadinya kelesuan di pasaran. Real estate komersil seperti hotel nyaris tidak berpenghuni. Real estate tempat tinggal seperti apartemen juga ditinggal penghuninya. Jual-beli rumah nyaris tidak terjadi. Jangankan untuk berinvestasi dalam bentuk real estate, banyak masyarakat kini yang kebingungan untuk memikirkan sumber penghasilan dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari.

transaksi real estate saat social distancing

Cara Menggaet Transaksi Real Estate Saat Social Distancing

Para agen real estate pastinya mencari berbagai alternatif agar transaksi real estate saat social distancing tetap terjadi. Jika tidak, akan semakin banyak usaha yang gulung tikar selama pandemi ini berlangsung. Jadi, tidak ada pilihan bagi para pelaku bisnis real estate di tanah air selain menyesuaikan diri. Mereka juga menyiapkan dan memandu klien untuk menghadapi kemungkinan kekacuan dan kebingungan dalam beberapa minggu atau beberapa bulan ke depan di pasar real estate.

Berikut adalah tiga cara untuk memasarkan dan menggaet transaksi real estate saat social distancing yang bisa anda terapkan:

Tawarkan Kunjungan dan Open House secara Virtual

Akibat social distancing, penggunaan media komunikasi virtual semakin meningkat, tidak terkecuali di sektor real estate. Karena anjuran social distancing dan isolasi mandiri, banyak klien yang membatalkan kunjungan dan open house. Namun, bagi seorang agen real estate, anda tetap bisa melayani kunjungan dan open house dengan menggunakan media digital. Ini adalah suatu cara baru untuk meyakinkan calon pembeli agar tetap mencari properti yang diinginkan selama pandemi dengan cara yang aman dan nyaman, yakni dari rumah.

Baca Juga:   Teknologi Real Estate untuk Memudahkan Anda Membeli Rumah

Caranya, anda bisa menyiapkan property listing dan memuat foto-foto maupun video properti yang sedang dijual di situs atau channel anda (tentunya dengan seizin penjual). Sunting video dengan baik agar terlihat lebih rapi. Selain posting di listing, anda juga bisa membaginya melalui media social, seperti Facebook dan Instagram untuk memasarkannya.

Sama halnya ketika anda menggunakan FaceTime untuk berbicara dengan teman atau anggota keluarga, anda bisa terkoneksi dengan calon klien secara virtual dan real time. Selain itu, perlu diingat bahwa disamping tour properti secara virtual yang sudah tersedia di sejumlah platform, anda bisa menggunakan beberapa channel lain, seperti YouTubeLive, Facebook Live, atau Google Hangouts untuk melakukan open house secara virtual.

Selain itu, perlu diketahui bahwa konsep tour virtual ini sangat sesuai dengan pasar real estate berkelas. Pasalnya, para penjual ingin menarik perhatian calon pembeli dari seluruh dunia. Karena mayoritas pendudukan menggunakan internet untuk mencari calon properti, maka agen real estate dapat memenuhi keingintahuan mereka dengan menyediakan informasi tambahkan secara visual, menyenangkan, dan interaktif. Ini adalah taktik pemasaran yang luar biasa untuk menggaet transaksi real estate saat social distancing.

Siapkan Content Yang Mudah Dibagi

Apakah anda ingin mendapatkan hasil yang terbaik sebagai seorang agen real estate? Jika YA, maka content yang anda sediakan di website maupun listing harus mudah dan ringan untuk dibagi kepada orang lain. Misalnya, anda ingin memastikan bahwa klien dan follower anda di medsos tetap update dengan dampak pandemi terhadap industri real estate di tanah air, maka pastikan bahwa video yang anda sediakan mudah dipahami dan mudah dibagikan. Misalnya, anda bisa membuat video datau artikel tentang hal-hal berikut:

  • Daftar restoran lokal yang masih buka dan melayani delivery
  • Daftar toko yang menjual keperluan terkait pencegahan virus corona, seperti hand sanitizer atau tisu toilet, dan seterusnya.
  • Daftar organisasi atau bisnis yang membutuhkan karyawan tambahan;
  • Tips bekerja dari rumah, serta bagaimana cara membuat kantor yang produktif di rumah (home office).
Baca Juga:   Apakah Properti Merupakan Pilihan Investasi Bagus Saat Krisis?

Intinya, pastikan daftar tersebut singkat dan padat, serta mudah dibagikan. Jadi, peluang untuk dibagikan ke orang lain juga lebih tinggi.

Fokus pada Automatisasi

Untuk menghemat waktu anda, anda bisa mengatur automatisasi postingan di platform media sosial. Dengan demikian, anda bisa fokus pada hal-hal lain, seperti mengidentifikasi kebutuhan klien dan mencari cara untuk menciptakan transaksi real estate saat social distancing. Dengan kata lain, anda memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan cepat yang terjadi dalam strategi bisnis anda. Anda bisa menggunakan tool otomatisasi yang tersedia untuk mempermudah pekerjaan.

Sebagai kesimpulan, dengan kreativitas dan kejelian dalam membaca peluang, semoga pandemi covid-19 tidak menghalangi anda untuk menggaet transaksi real estate saat social distancing. Kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Jadi, lakukanlah adaptasi dengan kondisi yang ada.

Tagged With :

Leave a Comment