Mengapa Gaya Kepemimpinan Waralaba Lebih Penting di Tengah Pandemi?

Industri waralaba (franchise) tentunya sedang mengalami situasi sulit di tengah pandemi covid-19. Krisis ini menyebabkan sejumlah waralaba di seluruh daerah terpaksa menutup operasinya atau sedang mempertimbangkan untuk menutup operasinya. Oleh sebab itu, para pemilik waralaba harus bertindak cepat untuk memberikan dukungan yang semestinya. Di sinilah pentingnya gaya kepemimpinan waralaba. Kepemimpinan sebuah waralaba menentukan apakah waralaba tersebut mampu bertahan di tengah krisis atau tidak.

Pentingnya Gaya Kepemimpinan Waralaba di Tengah Krisis

Di saat seperti ini, pemilik waralaba harus benar-benar menunjukkan kepemimpinan yang sesungguhnya bagi para pelaku dan anggota tim. Dengan demikian, mereka akan mampu merespon dengan baik, pulih dengan cepat, dan kembali tumbuh. Nah, jika anda seorang pemilik waralaba, beberapa strategi dan gaya kepemimpinan waralaba berikut mungkin membantu.

gaya kepemimpinan waralaba

Komunikasi adalah Kuncinya

Tidak ada yang tahu seperti apa kondisi perekonomian global nantinya begitu pandemi covid-19 berakhir. Namun, semua orang setuju bahwa komunikasi sangat penting dalam bisnis, tidak terkecuali waralaba.  Untuk memastikan bahwa waralaba bisa merencanakan masa depan perusahaan dengan penuh keyakinan, pemilik waralaba (franchisor) harus berkomunikasi secara efektif dan memberikan dukungan terus-menerus dalam hal operasi, prosedur, praktik baik, dan rencana pembukaan kembali gerai waralaba.

Dialog terbuka adalah bagian dari gaya kepemimpinan waralaba yang penting saat ini. Dengan sistem dialog terbuka bersama peserta waralaba (franchisee), tim pemimpin dapat menjawab seluruh pertanyaan dengan lebih baik dan menawarkan solusi kongkret berdasarkan standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Untuk itu, sejumlah franchisor meluncurkan inisiatif-inisiatif baru untuk meningkatkan level komunikasi dalam jaringannya. Selain dukungan seperti biasa, mereka menambahkan inisiatif baru seperti teleconference, webinar (seminar berbasis web), dan pertemuan rutin menggunakan videoconference, serta percakapan perorangan untuk memastikan setiap peserta dalam jaringan mendapatkan dukungan yang memadai.

Baca Juga:   Tips Membeli Franchise: Apa Yang Harus Dipertimbangkan?

Situasi berubah dengan cepat. Ada daerah yang baru saja memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), adapula yang sudah hampir membuka kembali daerahnya. Oleh sebab itu, frachisee harus mendapatkan informasi yang up-to-date tentang sumber daya yang tersedia, baik opsi pembiayaan, pinjaman, kemitraan dengan vendor, atau dukungan lainnya. Selain itu, ada franchisor yang membentuk satugas tugas (satgas) khusus untuk mendiskusikan masalah-masalah yang terkait dengan covid-19 dalam jaringan mereka.

Menyesuaikan Model Bisnis

Semua brand waralaba sedang mencari berbagai cara untuk beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang berubah-ubah. Oleh sebab itu, kerjasama menjadi bagian dari gaya kepemimpinan waralaba yang sangat dibutuhkan. Franchisor maupun franchisee harus bekerja sama untuk menyesuaikan model bisnis dengan keadaan. Misalnya adalah melakukan pelatihan secara virtual, membatasi jumlah karyawan di gerai fisik, menerapkan layanan antar-jemput, dan sebagainya. Pemilik brand harus membantu franchisee membangun sistem nilai yang sesuai dengan kondisi dan tuntutan konsumen saat ini.

Meskipun franchisee pada dasarnya mengetahui apa yang terjadi di komunitasnya masing-masing, franchisor atau pemilik waralaba tetap bertanggung jawab untuk meneliti kondisi industri secara keseluruhan dan mengikuti setiap perubahan pada standar bisnis. Memang, franchisor selalu membantu panduan pengembangan brand masing-masing, namun banyak yang harus beradaptasi dengan cara yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Pandemi covid-19 sangat tidak bisa diprediksi, termasuk dampaknya.

Perubahan semacam ini membutuhkan banyak komunikasi antara pemilik waralaba dan anggotanya. Tim manajerial mesti memberikan pelatihan kepada anggota tentang strategi baru melayani konsumen ketika sebagian gerai fisik mereka sedang ditutup. Misalnya adalah materi tentang kampanye pemasaran, penawaran secara digital, dan pemasaran melalui media sosial. Selama periode transformasi ini, gaya kepemimpinan waralaba memainkan peran yang sangat besar.

Baca Juga:   Ketika Mobile Payment Bukan Lagi Skema Pembayaran Alternatif
Merencanakan Masa Depan

Bagaimana pun buruknya kondisi saat ini, pemilik waralaba mesti menyadari bahwa kita semua harus melalui ini. Selain memberikan pelatihan bagi anggota waralaba dalam melalui kondisi saat ini, brand waralaba juga harus mempersiapkan diri untuk memasuki kondisi baru di masa depan. Artinya, menyiapkan anggota tentang bagaimana meraih konsumen di masa depan berarti biaya tambahan lagi. Banyak waralaba yang menghentikan iklan dan pemasaran sama sekali demi menghemat arus kas, sementara sebagian lagi tetap berjalan seperti biasanya untuk mempertahankan momentumnya.

Semua pemilik waralaba tentunya ingin mendapatkan posisi yang menguntungkan saat melalui krisis ini. Jutaan orang tinggal di rumah saat ini, sedang mengevaluasi kembali pekerjaan mereka, dan mencari peluang di masa depan. Pandemi yang sedang terjadi serta proses pemulihan yang menyertainya merupakan suatu peluang bagi brand waralaba untuk menjalin komunikasi di setiap tahapan selama proses pemulihan. Gaya kepemimpinan waralaba yang cerdas akan memanfaatkan waktu untuk melakukan pembicaraan khusus tentang validasi waralaba saat ini serta memberikan dukungan selama krisis.

Sebagai kesimpulan, gaya kepemimpinan waralaba yang komunikatif, terbuka, dan penuh perencanaan sangat dibutuhkan untuk membantu anggota melalui masa-masa sulit serta menyiapkan diri menghadapi masa depan. Dengan demikian, brand waralaba dan jaringan segala keseluruhan siap menghadapi masa depan.

Tagged With :

Leave a Comment