Apakah Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial Anda Perlu Reboot?

Brand anda tentunya memiliki ruang untuk pengembangan di media sosial. Berbeda dengan apa yang diyakini selama ini, halaman media sosial bukanlah untuk menayangkan deretan testimony, menyajikan produk-baru diserta penjelasan, atau selalu menyajikan post yang menjual. Jika itu yang selama ini anda lakukan, inilah saatnya mencari strategi pemasaran yang efektif melalui media sosial dengan cara yang berbeda.

Saya sendiri tidak memiliki banyak contoh bisnis yang menggunakan strategi pemasaran melalui media sosial dengan cara yang benar. Namun yang pasti, tetapkan bahwa motto baru anda adalah: “nilai yang pertama, jualan yang kedua.” Ibaratkan halaman-halaman media sosial anda sebagai salah satu tenaga penjual yang teman dengan siapa saja terlebih dahulu. Kemudian secara perlahan, mereka akan menceritakan apa yang mereka jual ketika keadaannya sudah tepat.

strategi pemasaran melalui media sosial

Ya, ketika dan hanya ketika keadaanya tepat. Bukan berarti anda membiarkan kesempatan berlalu atau anda justru membuat para follower di Instagram bingung. Namun, anda memulai dengan membangun suatu brand yang setia. Artinya, anda selalu mengutamakan nilai, yang memberikan daya dorong bagi konsumen untuk mengikuti halaman media sosial anda. Saat anda mendapatkan perhatian mereka dan membuktikan anda bisa membantu mereka, maka mereka akan mempercayai anda, dan akhirnya, berbelanja dari anda.

Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial: Apa Yang Harus Diubah?

Berikut adalah beberapa cara melakukan reboot strategi pemasaran melalui media sosial yang bisa anda terapkan:

Tawarkan Nilai Tambah

Sama halnya dengan barang-barang di toko kelontong yang akan mudah terjual jika ada sampel gratis, konsumen juga mendambakan produk dan program-program terbaik. Coba fikirkan hal ini: bayangkan bahwa anda mengadakan kursus online tentang cara membangun strategi bisnis yang viral melalui TikTok. Anda tidak akan bisa membuat konsumen membeli hanya dengan berbicara apa yang akan mereka dapatkan dari kursus itu.

Namun, anda bisa membuat mereka berbelanja dengan membagi sejumlah tips di media sosial, membiarkan mereka menerapkannya, dan membiarkan mereka merasakan hasilnya. Maka dalam prosesnya, konsumen akan berfikir: “Jika konten gratis saja sangat berguna bagi saya, bayangkan betapa besarnya manfaat konten berbayar!”

Berikan Pandangan – Biarkan Konsumen Yang Memustukan

Terkait dengan produk fisik, mungkin ada semacam kebingungan tentang bagaimana menawarkan nilai tambah. Dalam hal ini, pekerjaan anda di media sosial adalah merancang suatu pandangan di medsos untuk calon konsumen. Misalnya bisnis anda bergerak di bidang dekorasi rumah, gabungkan beberapa produk untuk menciptakan suatu visi bagaimana produk-produk itu dipadupadankan.

Salah satu contoh yang melakukan hal ini dengan indah adalah Anthropologie.  Foto-foto meja set atau set kursi tamu berkualitas tinggi seolah menggambarkan kondisi real dalam ruangan. Ini disajikan kepada follower, yang mungkin akan terinspirasi setelah melihat-lihat gambar tersebut. Triknya bukanlah mengungkapkan kata-kata menjual secara langsung dalam caption.  Namun, gunakan fitur ‘shop’ pada Instgaram, di mana anda bisa memuat tag produk di feed dan kemudian bisa di-klik langsung oleh konsumen.

Cara ini memberikan peluang yang sangat tinggi. Data statistik menunjukkan bahwa 130 juta pengguna Instagram meng-klik tag ‘shop’ di Instagram setiap bulannya. Sebagian besar dipicu rasa penasaran. Cara lainnya adalah menunjukkan cara kerja produk. Misalnya, jika anda menyediakan produk pijat wajah, buatlah konten video tentang teknik pijat yang benar. Buat gambar-gambar yang memperkuat ciri khas brand anda. Kemasan yang apik akan menciptakan suatu pengalaman, pandangan, sekaligus rasa tertarik bagi orang yang melihatnya.

Temukan Nilai Pada Brand Anda

Dalam konsep “nilai yang pertama, jualan yang kedua,” pertimbangkan bahwa tidak semua postingan anda harus bertemakan seputar produk dan jasa yang anda tawarkan. Namun, berfikirkan lebih kreatif. Misalkan anda menyediakan jasa catering. Buatlah sejumlah video yang mengajarkan penonton cara menyajikan nampak sayuran yang sempurna kepada tamu. Banyak pengusaha justru enggan melakukan hal ini, karena khawatir mereka memberi terlalu banyak kepada konsumennya.

Mereka khawatir kalau jasanya justru tidak akan dibutuhkan lagi karena konsumen bisa melakukannya sendiri. Padahal, justru sebaliknya. Jika seseorang menonton video anda dan berhasil melakukannya. Yakinlah bahwa ia akan menjadi pengikut setia anda. Suatu saat, ia pasti akan membutuhkan jasa anda. Mungkin saat ini ia melakukannya untuk diri sendiri. Suatu saat, bisa jadi ia melakukannya dalam skala besar, sehingga membutuhkan bantuan anda. Atau, suatu saat ia mungkin merekomendasikan anda kepada teman atau kerabat yang membutuhkan jasa serupa.

Sebagian orang berfikir bahwa strategi pemasaran melalui media sosial hanyalah sebagai bentuk pemasaran atau upaya penjualan. Tidak lagi seperti itu. Brand yang tinggal landas adalah mereka yang menciptakan konten berorientasi nilai, bukan penjualan. Ingat bahwa setiap konsumen selalu bertanya, “Apa nilai dari produk/jasa ini bagi saya?” Jadi, jika anda memegang konsep ini, maka anda akan selalu menang. Percayalah!

Tagged With :

Leave a Comment