Membangun Komunikasi secara efektif : Menjadikan Karyawan sebagai Influencer!

Faktanya adalah, karyawan biasanya memiliki jangkauan media sosial yang jauh lebih luas dibanding perusahaan itu sendiri. Menurut LinkedIn, jejaring karyawan secara total memiliki koneksi 10 kali lipat lebih banyak dibanding follower di Company Page milik perusahaan. Lebih dari itu, koneksi dan follower yang dimiliki karyawan secara personal cenderung memiliki kualitas lebih baik. Oleh sebab itu, tidak heran jika para pakar menyebut bahwa karyawan adalah influencer paling efektif bagi perusahaan. Hal ini hanya bisa diwujudkan jika perusahaan mampu membangun komunikasi secara efektif dengan karyawannya.

Perlunya Membangun Komunikasi Secara Efektif: Apa Kata Survey?

Hubungan manusia-dengan-manusia lebih terpercaya dibanding hubungan manusia dengan logo. Setidaknya itu adalah alasan mengapa koneksi yang dimiliki karyawan di media sosial dianggap lebih berkualitas. Sebuah suvery oleh Adweek seperti dikutip di Foerbes, 76% individu yang disurvey mengaku bahwa mereka cenderung lebih percaya pada konten yang dibagikan oleh orang biasa dibanding konten yang dibagikan oleh halaman media sosial milik perusahaan.

membangun komunikasi secara efektif

Selanjutnya, 59% responden survey yang dilakukan Edelman B2B, seperti dikutipi di Forbes, juga sepakat bahwa para pimpinan di perusahaan dinilai sebagai sumber yang lebih terpercaya untuk menilai kapabilitas perusahaan dibanding konten marketing yang dibagikan oleh perusahaan. Dengan kata lain, jika para pemimpin atau perwakilan perusahaan menunjukkan komitmen dan komunikasi yang bagus, konsumen akan percaya bahwa perusahaan tersebut memang profesional.

Di era digital seperti saat ini, persepsi publik bisa berubah-ubah dalam waktu singkat (hanya dalam hitungan detik atau beberapa klik mouse), mengingat sifat media sosial yang mudah memviralkan sesuatu. Karyawan mungkin tidak menyadari dampak dari tindakan mereka. Selain itu, ada kompleksitas yang mengelilingi hubungan antara brand karyawan dengan brand perusahaan, dan hal ini kerap disalahartikan atau bahkan diabaikan.

Cara Membangun Komunikasi Secara Efektif dengan Karyawan

Berikut adalah beberapa langkah praktis membangun komunikasi secara efektif antara perusahaan dengan karyawan, sehingga karyawan bisa menjadi agen branding yang berdampak positif bagi perusahaan.

Langkah 1: Lakukan Identifikasi

Gunakan pendekatan proaktif (bukan reaktif) terhadap bagaimana karyawan anda bersikap di media sosial. Lakukan identifikasi untuk mengetahui siapa karyawan yang memiliki tingkat interaksi tinggi di media sosial. Anda bisa memulai dari LinkedIn dan Twitter untuk mengetahui siapa karyawan anda yang aktif di dua platform tersebut, mengetahui jumlah follower mereka, dan mengetahui tingkat respon terhadap konten-konten yang mereka bagikan.

Perlu diingat bahwa, di bagian manapun mereka bertugas, tingkat jabatan, atau tema yang kerap mereka bagikan, tahap ini hanyalah untuk menemukan siapa karyawan yang paling aktif di media sosial. Kemudian, mulailah menjalin komunikasi dengan mereka.

Langkah 2: Jalin Komunikasi

Begitu anda menemukan siapa karyawan yang besar pengaruhnya di media sosial, maka mulailah menjalin komunikasi. Mereka akan menjadi komunitas advokat alias influencer terpenting bagi perusahaan. Mereka memiliki jejaring dan pengaruh yang aktif. Jika anda berbagi fikiran, berdiskusi, dan memberdayakan mereka, mereka akan lebih percaya diri untuk bercerita tentang perusahaan anda dengan cara yang lebih manusiawi dan mudah diterima. Libatkan para influencer ini sebagai bagian dari proses komunikasi, bukan sebagai target semata. Interaksi dan daya jual mereka akan bermanfaat untuk membantu menyebarkan dan memperkuat pesan yang ingin anda komunikasikan kepada publik.

Langkah 3: Dengarkan

Karyawan yang menjadi Influencer tersebut terkoneksi dengan audiens anda dengan cara yang berbeda. Mereka menjalin hubungan di level manusia-dengan-manusia, dan membangun hubungan tersebut berlandaskan kredibilitas. Ketika pengaruh para karyawan ini semakin besar di media sosial, mereka bisa menciptakan peluang untuk berbicara di berbagai event. Meskipun mereka tidak berbicara sebagai juru bicara resmi untuk perusahaan, mereka bisa menyampaikan pemikiran sendiri atau mewakili pemikiran para petinggi di perusahaan.

Tingkat akses, jangkauan, dan kedalaman konektivitas adalah sumber daya yang sangat berharga bagi perusahaan. Dengarkan apa yang mereka sampaikan, apa yang mereka temukan di industri secara umum, dan analisa dampaknya bagi perusahaan anda. Mereka akan berdampak besar terhadap content marketing anda, pengembangan produk, serta upaya membangun komunikasi secara efektif di perusahaan.

Langkah 4: Beri Dukungan

Terakhir, dekatkan pada influencer perusahaan ini. Tidak cukup hanya menemukan, membangun komunikasi, dan mendengarkan mereka. Berdayakan mereka dengan memberikan pelatihan, penguatan kapasitas, atau kursus pembuatan konten. Kembangkan keahlian mereka untuk membuat konten yang berkualitas. Sediakan platform untuk berbicara, baik secara internal maupun eksternal. Hubungkan mereka dengan para influencer besar di sektor usaha anda. Promosikan mereka di dalam perusahaan sehingga karyawan lain terinspirasi untuk menjadi advokat atau ‘duta’ bagi perusahaan anda.

Kesimpulan

Perusahaan yang sukses memahami pentingnya melibatkan karyawan dalam berbagai tahapan dan proses bisnis. Budaya memberdayakan karyawan tidak hanya dapat memenangkan hati dan pikiran konsumen, namun juga karyawan yang ada, karyawan di masa mendatang, dan para mitra perusahaan. Jika anda memiliki karyawan yang setia dan mencintai perusahaan, sehingga mereka mau mempromosikan perusahaan secara sukarela di media sosial, maka jangan menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Tagged With :

Leave a Comment