Strategi Content Marketing Agar Menjadi Kebiasaan dan Berjalan Cepat

Content marketing adalah sebuah strategi jangka panjang. Ini bukan sesuatu yang anda lakukan sekali atau dua kali saja. Anda mesti menjadikan content marketing sebagai sebuah kebiasaan jika anda ingin melihat hasilnya. Strategi content marketing termasuk berbagai jenis pemasaran, termasuk membagi materi online seperti video, blog, dan postingan media sosial. Strategi ini digunakan untuk meningkatkan minat dan visibilitas brand, untuk mempromosikan produk dan jasa.

Jika dilakukan dengan baik, content marketing bisa menumbuhkan brand dan meningkatkan skala usaha anda. Untuk menjadikan content marketing sebagai sebuah kebiasaan, anda mesti menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas. Sama halnya dengan kebiasaan lain, butuh waktu agar content marketing berkembang sebagai sebuah kebiasaan. Berita baiknya adalah konstensi membawa banyak manfaat bagi usaha anda, yakni hasil yang lebih baik dan lebih sukses.

strategi content marketing

Bagaimana Menjadikan Strategi Content Marketing Sebagai Kebiasaan?

Berikut adalah beberapa tips untuk menjadikan strategi content marketing sebagai sebuah kebiasaan:

  • Atur waktu di kalender setiap minggu atau dua minggu. Content marketing harus menjadi kebiasaan. Jika anda belum melihat hasil dari usaha anda, mungkin karena anda belum menjadikannya prioritas dalam hidup. Jadikan content marketing sebagai agenda yang tidak boleh anda lewatkan di kalender.
  • Fokus pada satu hal dalam satu waktu. Jangan mencoba melakukan segala sesuatu secara bersamaan. Jika anda serius untuk memperbaiki brand image dan mengembangankan usaha, maka praktekkanlah keahlian tersebut setiap hari hingga menjadi kebiasaan baru (seperti kebiasaan anda menggosok gigi);
  • Buat sebuah kalender editorial, disertai topik dan deadline untuk setiap konten, sehingga anda tahu kapan segala sesuatunya mesti diselesaikan. Dengan cara ini, anda bisa menjaga segala sesuatunya tetap teratur. Anda bisa menggunakan project management tool dan kertas kerja untuk mengelola ide-ide konten maupun proses produksi;
  • Gunakan sistem (seperti email list, akun media sosial, dll) untuk membantu mendistribusikan konten anda, sehingga terlihat lebih menarik;
  • Pilih satu platform pada suatu waktu (misalnya, YouTube). Menggunakan terlalu banyak platform pada satu waktu akan terasa melelahkan. Di awal, sebagai contoh, anda bisa mengembangkan satu platform per tahun. Di tahun pertama, misalnya, anda bisa memulai dengan Instagram, tahun berikutnya Podcast, dan tahun berikutnya YouTube. Proses ini tentunya membutuhkan waktu.

Intinya, jika ingin strategi content marketing anda berjalan dengan baik dan hasilnya baik, maka pastikan anda memfokuskan perhatian.

Agar Implementasi Strategi Content Marketing Berjalan Cepat

Berikut adalah lima tahap atau pendekatan agar eksekusi atau pelaksanaan strategi content marketing anda berjalan lebih cepat:

Penentuan Ide dan Susunan

Fikirkan ide apa yang ingin anda ceritakan dan buat jadwal untuk posting. Tuliskan tujuan anda. Kelompokkan tema menjadi beberapa pilar kontent (content pillars). Pilar konten adalah topik-topik yang akan anda diskusikan pada post, seperti resep, tips olah raga, atau behind the scene. Dengan mengelompokkan ide ke dalam beberapa pilar, maka aliran kerja anda lebih teratur dan terstandar. Anda bisa merencanakannya lebih dini secara mudah, jika ide-ide tersebut telah dikelompokkan ke dalam beberapa pilar.

Kertas Kerja dan Penyimpanan Cloud

Setelah membuat daftar ide yang cocok dengan pilar konten, anda membutuhkan satu tempat untuk menyimpan ide-ide tersebut. Mungkin, anda berfikir membeli sistem manajemen proyek yang mahal atau otomatisasi. Namun yang terpenting adalah menanganinya sendiri. Menuliskan ide-ide anda di sebuah kertas kerja adalah cara yang baik untuk mengelola pemikiran anda dan menyimpan tema-temanya di cloud. Anda bisa memilih penyimpanan cloud populer seperti Drobbox, Amazon AWS, atau G Suite. Setelah membuat kategori pilar dan ide-ide anda di kertas kerja, anda bisa memfokuskan pada beberapa ide terbaik dan membuat timeline.

Sistem Manajemen Proyek

Jika anda memilih menggunakan sistem manajemen proyek, maka salah satu kegunaan utamanya adalah adopsi satu tool untuk seluruh proses. Sistem manajemen proyek seperti Asana, ClickUp, atau Trello bisa membantu anda menyusun ide-ide, menentukan kepemilikan, dan tanggal deadline-nya. Ada beberapa tool training gratis yang memberikan informasi bagaimana menggunakan sistem ini.

Evaluasi Progress Anda

Meskipun tahap ini sangat bermanfaat di sepanjang proses anda, anda tetap harus mengevaluasi adopsi sistem manajemen proyek tersebut. Lihat apa saja yang berjalan sesuai rencana dan apa saja yang memerlukan penyesuaian agar tujuan anda tercapai. Anda mungkin menentukan tujuan yang tidak realistis dalam  hal frekuensi posting. Atau, anda baru sadar bahwa anda butuh waktu lebih untuk melaksanakan aliran kerja yang terkait dengan konten tersebut. Misalnya, jika anda memposting konten di YouTube, anda mungkin tidak perlu memposting terlalu sering hingga jika belum memiliki proses yang lebih baik untuk menyunting dokumen.

Terakhir, tidak ada rencana yang efektif dalam digital marketing tanpa proses penelusuran (tracking) dan analisis. Demikian juga dengan strategi content marketing. Dalam setiap platform (mis,m Instagram, YouTube, dll) selalu ada opsi analytik dan tracking. Hasil analisis ini sangat berguna untuk melihat konten yang kinerjanya baik dan kurang baik, sehingga anda bisa

Tagged With :

Leave a Comment