Memahami Depth of Market (DoM) Dalam Trading Forex

Pernahkah kamu mendengar istilah Depth of Market, Market Depth, atau DoM? Istilah ini sering tampil pada situs broker forex, terutama broker yang menyediakan akun ECN. Tapi, apa sih maksudnya? Dan mengapa kita harus memerhatikan DoM dalam trading forex? Artikel ini akan mengulasnya dengan benar.

Depth of Market (DoM) adalah tabel yang menampilkan total jumlah order jual dan order beli suatu instrumen keuangan berserta beragam tingkat harga penawaran/penjualan secara real-time. Pada dasarnya, DoM merangkum semua order pending yang belum tereksekusi dan menggambarkan proses pembentukan harga suatu instrumen keuangan.

Berikut ini contoh DoM untuk duet EUR/USD pada platform cTrader.

Depth of Market DoM Dalam Trading Forex

Tabel DoM menggambarkan likuiditas suatu pasangan mata uang. Semakin banyak jumlah order dan semakin banyak tingkat harga, suatu pasangan mata uang akan semakin likuid. Ketika datanya sangat sedikit atau bahkan nihil, berarti suatu pasangan mata uang tidak likuid.

Trader dapat melihat tabel DoM pada platform trading forex yang menerapkan sistem ECN, contohnya Metatrader5 dan cTrader. Namun, trader forex non-ECN tidak dapat mengakses DoM karena mereka tidak sungguh-sungguh berhadapan dengan trader lain di pasar.

Platform trading saham biasa juga memiliki suatu fitur yang mirip dengan Depth of Market (DoM), lazim disebut sebagai “Order Book”. Namun, DoM dalam trading forex memiliki beberapa perbedaan dibandingkan Order Book.

Bursa saham merupakan pasar terpusat, sehingga data yang terangkum dalam Order Book benar-benar mencakup semua order yang berkaitan dengan suatu saham. Di sisi lain, pasar forex tidak terpusat dan semua transaksi forex berlangsung di luar bursa. Oleh karena itu, DoM hanya mencakup data order yang berhasil dihimpun oleh suatu broker forex.

Istilah kedalaman pasar (market depth) merujuk pada seberapa banyak data yang berhasil dihimpun oleh suatu broker. Broker menghimpun data order dengan menggunakan jasa instansi penyedia likuiditas (liquidity provider). Semakin unggul penyedia likuiditasnya, semakin banyak data yang terhimpun, semakin “dalam” pula data yang bisa disediakan oleh broker tersebut.

Kenapa hal ini penting bagi trader? Pertama-tama, kita bisa memperkirakan tendensi pasar secara lebih akurat hanya dengan selayang pandang. Contohnya, entri order jual yang lebih banyak daripada order beli menandakan kecenderungan tren bearish. Selain itu, para pengguna strategi day-trading dan scalping biasanya membutuhkan data harga terperinci untuk mengoptimalkan cuan.

Tagged With :

Leave a Comment