Teknik scalping dalam forex sangat populer. Banyak trader menyukainya, karena bisa menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat tanpa floating terlalu lama. Pertanyaannya, seperti apa setting indikator terbaik untuk scalping forex?
Prinsip paling mendasar dari scalping adalah praktik open dan close posisi trading dalam waktu sangat singkat, sehingga trader perlu mencari peluang trading dari grafik dengan timeframe rendah. Biasanya, timeframe untuk teknik scalping berkisar antara 1 Menit (M1) sampai 30 Menit (M30). Maksimal pada timeframe 1 Jam (H1).

Tak semua indikator bawaan dari Metatrader dapat diterapkan pada timeframe sekecil itu secara langsung. Trader berpengalaman biasanya mengeksplorasi banyak sekali setting indikator, mengutak-atik dan menambahkan pemahamannya sendiri dalam waktu lama, kemudian baru menghasilkan suatu sistem scalping yang menghasilkan cuan secara konsisten.
Kita juga bisa menempuh langkah-langkah yang sama untuk memperoleh setting indikator terbaik untuk scalping sesuai dengan gaya trading kita. Tapi kita juga bisa belajar dari para pendahulu untuk membangun sistem scalping yang lebih baik lagi. Berikut ini lima (5) contohnya:
- Simple Moving Average (SMA) dengan period 5, 8, dan 13. Peluang trading muncul dari crossover atau perlintasan antar garis SMA. Ketika SMA 5 dan 8 bergerak dari bawah ke atas dan melintas SMA 13, itu merupakan sinyal buy. Sedangkan jika SMA 5 dan 8 bergerak dari atas ke bawah dan melintas SMA 13, itu merupakan sinyal sell.
- Bollinger Bands dengan pengaturan default pada timeframe 5 Menit. Trader dapat profit cepat dari entry segera setelah candle melintasi garis tengah (middle band). Sinyal buy saat candle naik dari middle band ke arah atas, sedangkan sell saat candle turun dari middle band ke arah bawah. Tapi setting indikator ini lebih sesuai untuk scalping pada pasar yang sideways dan kurang cocok untuk pasar trending.
- Relative Strength Index (RSI) dengan period antara 9 sampai 11. Semakin kecil timeframe, semakin kecil setting period RSI yang perlu diterapkan. Contohnya, RSI 9 untuk timeframe 15 Menit dan RSI 11 untuk timeframe 1 Jam. Sinyal trading dapat ditemukan dengan cara yang sama seperti RSI biasanya, yakni melalui deteksi area overbought/oversold serta divergence.
- Exponential Moving Average (EMA) dengan period 5 dan 15. Sinyal buy muncul saat EMA 5 bergerak dari bawah ke atas dan melintas EMA 15. Sedangkan sinyal sell muncul saat EMA 5 bergerak dari atas ke bawah dan memotong EMA 15. Pastikan harga penutupan candle sudah benar-benar melintas sebelum entry.
- Kombinasi Stochastic Oscilator (5, 3, 3) serta dua EMA dengan period 50 dan 100. Saat EMA 50 berada di atas EMA 100, tunggu hingga Stochastic naik ke atas level 20 dan harga mendekati garis EMA untuk buy. Saat EMA 50 berada di bawah EMA 100, tunggu sampai Stochastic turun ke bawah level 80 dan harga mendekati garis EMA untuk sell.
Coba praktekkan beberapa setting indikator terbaik untuk scalping ini pada akun demo, lalu buktikan sendiri hasilnya. Ingat, jangan terburu-buru trading pada akun riil sebelum benar-benar mahir menerapkannya.
Tagged With : analisa teknikal • indikator trading • trading forex