Melanggar Aturan, OJK Suspensi Reksa Dana Minna Padi

Partisipan pasar saham kemungkinan sudah familiar dengan istilah suspensi. Ketika aktivitas jual-beli suatu saham disinyalir abnormal atau telah melebihi batas perubahan harga harian, maka otoritas bursa akan mensuspensi perdagangan saham tersebut. Peristiwa suspensi saham sudah sangat sering terjadi, sehingga tak terlampau mengherankan. Namun, siapa sangka jika penjualan produk reksa dana pun juga bisa disuspensi!?

Pekan lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis surat perintah bernomor S-1240/PM.21/2019 dengan judul “Perintah untuk Melakukan Tindakan Tertentu kepada Manajemen PT Minna Padi Aset Manajemen”. Surat perintah tersebut memuat instruksi penghentian penjualan produk reksa dana dan pengelolaan efek PT Minna Padi Aset Manajemen, sebagai sanksi karena perusahaan tersebut dituding menjanjikan tingkat imbal hasil investasi tetap kepada calon investor.

Melanggar Aturan, OJK Suspensi Reksa Dana Minna Padi

Dua produk reksa dana yang terlibat dalam kasus ini adalah Reksa Dana Minna Padi Pasopati Saham dan Reksa Dana Minna Padi Pringgondani Saham. Keduanya dipromosikan dengan iming-iming imbal hasil 11 persen dalam tempo 6-12 bulan melalui kantor cabang PT Minna Padi Aset Manajemen di Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Selain itu, kantor cabang tersebut juga diduga memasarkan produk investasi berbasis jual janji beli kembali atau gadai (repurchase agreement/repo) saham.

Sebagai imbas dari suspensi oleh OJK, PT Minna Padi Aset Manajemen harus membatasi pembentukan reksa dana baru, kontrak pengelolaan efek nasabah baru, serta penjualan unit baru produk reksa dana yang sudah terbit.

Saat artikel ini ditulis, produk reksa dana kelolaan PT Minna Padi Aset Manajemen tidak dapat ditemukan lagi dalam daftar produk yang tersedia pada sejumlah aplikasi investasi reksa dana online. Pemilik reksa dana terkait Manajer Investasi ini akan terus mendapatkan hak-haknya, tetapi calon investor baru kemungkinan baru dapat mengakses produk-produk reksa dana terkait setelah suspensi dicabut.

Baca Juga:   Berapa Ekspektasi Profit Reksa Dana yang Realistis?

Insiden suspensi ini merupakan pengingat bagi investor maupun perusahaan sekuritas agar menghindari produk-produk investasi keuangan yang menjanjikan keuntungan tetap secara konstan. Potensi keuntungan dalam  investasi apapun selalu disertai oleh risiko kerugian, sehingga tak ada seorang pun yang dapat menjamin keuntungan tetap terus menerus. Janji keuntungan tetap justru berpotensi menyesatkan bagi investor awam yang belum memahami aspek risiko investasi reksa dana.

Tagged With :

Leave a Comment