Cara Memilih Investasi Reksadana Paling Menguntungkan

Kita tahu ada beberapa jenis reksadana, yakni reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. Namun, tahukah Anda, mana jenis investasi reksadana yang paling menguntungkan?

Pada umumnya, reksadana saham memberikan persentase keuntungan terbesar. Setelah itu, baru berturut-turut jenis reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana pasar uang yang menawarkan profitabilitas paling kecil. Namun, pada dasarnya ini hanyalah generalisasi yang belum tentu berlaku bagi setiap produk reksadana yang dikeluarkan oleh perusahaan sekuritas.

Cara Memilih Investasi Reksadana Paling Menguntungkan

Untuk melihat contoh konkritnya, berikut ini tiga besar performa reksadana untuk masing-masing jenis pada kuartal pertama tahun 2018, sebagaimana dikutip dari Cermati:

1. Reksadana Saham

  • Simas Syariah Unggulan: 18.99%
  • Simas Saham Unggulan: 17.87%
  • Simas Saham Andalan: 17.85%

2. Reksadana Campuran

  • Simas Maju Berkembang: 18.17%
  • Archipelago Balance Fund: 14.09%
  • Sucoinvest Anak Pintar: 8.87%

3. Reksadana Pendapatan Tetap

  • Simas Income Fund: 7.19%
  • Corpus Bond Plus: 5.43%
  • Mega Dana Ori Dua: 3.48%

4. Reksadana Pasar Uang

  • Emco Pasar Uang Berkembang: 3.66%
  • PNM Dana Likuid: 3.16%
  • Cipta Dana Tunai: 2.10%

Dari data tersebut, nampak bahwa meskipun profitabilitas reksadana saham paling tinggi, tetapi kenaikan reksadana campuran Simas Maju Berkembang lebih tinggi dibanding Simas Saham Unggulan dan Simas Saham Andalan yang menduduki peringkat dua dan tiga dalam daftar reksadana saham dengan performa terbaik. Demikian pula, reksadana Emco Pasar Uang Berkembang lebih tinggi dibanding reksadana pendapatan tetap Mega Dana Ori Dua yang berada di peringkat ketiga pada daftar reksadana pendapatan tetap. Fenomena seperti ini akan terus berulang jika kita mengurutkan performa setiap jenis reksadana lebih lanjut berdasarkan kenaikannya.

Bagaimana kita dapat memilih mana investasi reksadana paling menguntungkan jika begini faktanya? Ada dua cara:

  1. Sebaiknya kita tetap menilik rekam jejak performa setiap manajer investasi reksadana dari tahun ke tahun sebelum menanamkan dana. Memang reksadana yang baru kita beli sekarang belum tentu akan menunjukkan hasil sama besar atau lebih tinggi dari sebelumnya. Namun, kelihaian seorang manajer investasi reksadana dapat dilihat dari stabilitas profit yang diperoleh.
  2. Manfaatkan platform-platform pemantau performa berbagai produk reksadana seperti Infovesta dan Bareksa untuk membandingkan dan memilih reksadana terbaik bagi Anda.
Baca Juga:   BukaReksa: Investasi Reksadana di Bukalapak – Part 1

Tagged With :

Leave a Comment