Apakah anda sedang menyusun perencanaan strategis pada startup milik anda? Menyusun rencana strategis ibarat latihan bagi seorang calon pemimpin di perusahaan, terutama yang baru didirikan. Anda perlu mendalami dan menggunakan pendekatan yang komprehensif dan praktis dalam menyusun perencanaan strategis. Di dalamnya, termuat visi, misi, strategi, tujuan strategis, dan inisiatif untuk beberapa triwulan hingga beberapa tahun ke depan.
Sama halnya dengan perencanaan strategis di perusahaan yang sudah berdiri beberapa tahun, komponen dari perencanaan strategis pada startup adalah:

- Visi: Pernyataan tentang apa yang ingin dicapai oleh perusahaan, CEO atau pendiri, dalam jangka panjang;
- Strategi: Rencana untuk mencapai visi dan ditetapkan oleh CEO bersama tim eksekutif;
- Tujuan strategis: Termasuk tujuan jangka pendek yang terukur untuk mencapai strategi; dirumuskan oleh tim eksekutif;
- Inisiatif: taktik pendukung untuk mencapai tujuan strategis dan bisa dijalankan lintas fungsi atau oleh tim tertentu. Tim eksekutif merumuskan rencana dengan masukan dari tim lainnya.
Proses penyusunan perencanaan strategis pada startup bisa menghasilkan outcome bagi perusahaan, terutama dalam hal keselarasan dan pemahaman tentang apa yang ingin dicapai dalam waktu tertentu. Perusahaan juga bisa mendapatkan dukungan dan keselarasan dari dewan direksi, meningkatkan transparansi dan visibilitas peta jalan produk, menyusun rencana pemasaran dan rekrutmen karyawan, serta kejelasan anggaran dan kegiatan untuk meningkatkan efisiensi operasi perusahaan.
Strategi Menyusun Perencanaan Strategis Pada Startup
Proses penyusunan perencanaan strategis mungkin tidak semudah yang dibayangkan. Akan ada hal-hal yang tidak pasti. Rekalibrasi visi terkadang diperlukan, karena konteks operasi bisnis terus berubah akibat trend teknologi, kejadian-kejadian global, dan perubahan ekonomi makro. Beberapa strategi berikut mungkin dapat membantu:
Sesuaikan Pendekatan Seiring Pertumbuhan Perusahaan
Tidak semua startup perlu melakukan latihan ini. Namun, ketika perusahaan tumbuh dan pendapatan meningkat, maka perlu dilakukan penyesuaian pendapatan. Perusahaan bisa menyusun rencana evaluasi perencanaan strategis setiap tahun, mulai dari tahap Seri B dan C berikut:
- Startup kecil (di bawah Seri A, hingga 100 karyawan) perlu mengevaluasi kembali strateginya per tiga bulan. Penyesuaian perencanaan strategis tahunan mungkin tidak diperlukan.
- Startup Seri A (100 karyawan atau lebih) perlu melakukan evaluasi secara seksama, menilainya kembali sekali dalam 6 bulan dan melakukan perubahan jika diperlukan;
- Startup Seri B dan C (200 karyawan atau lebih) perlu menyusun setidaknya visi 5 tahunan, dan menyusun rencana tahunan yang bisa direvisi.
- Seri D ke atas (500 karyawan atau lebih), perlu menjalankan penyusunan perencanaan strategis secara formal, disertai dukungan yang kuat dari tim perumus strategi.
Back Keputusan Dengan Data, Proyeksi, dan Studi Kasus
Perencanaan strategis pada startup bukan hanya tentang opini pemimpinnya. Diperlukan bukti untuk mengatasi bias yang ada. Proses penyusunan perencanaan strategis mengharuskan anda meneliti dan menjelaskan kenapa anda membuat sebuah keputusan dan mendukungnya dengan data, proyeksi, dan studi kasus, sehingga dapat mengatasi bias kognitif yang kerap melekat pada proses perencanaan.
Anda beserta tim bisa melakukan beberapa langkah berikut dalam mengatasi bias kognitif saat menyusun perencanaan dan strategi:
- Analisis data historis terkait untuk memahami kinerja masa lalu;
- Proyeksikan kinerja masa depan menggunakan asumsi berbasis data;
- Gunakan tolok ukur yang berlaku di bidang bisnis anda untuk menetapkan hipotesis pertumbuhan;
- Kumpulkan feedback dari dewan pimpinan dan karyawan untuk menyaring dan memastikan keadilan hipotesis tersebut.
Implementasikan Rencana Tersebut
Mengimplementasikan sebuah rencana strategis adalah suatu metodologi. Setiap perusahaan harus memiliki metodologi sendiri, tergantung konteks dan budaya kerja masing-masing. Cobalah terapkan kerangka top-to-bottom berikut dalam lima langkah:
- Bagikan visi dan strategi tahun berikutnya. CEO harus membagikan visi dan strategi, termasuk target pendapatan, dengan tim eksekutif untuk mendapatkan feedback.
- Tentukan tujuan strategis. Kemudian, CEO dan tim eksekutif mesti menentukan tujuan strategis yang dapat membantu mereka mencapai visinya, dan mulai mendiskusikan rencananya.
- Susun rencana untuk mencapai setiap target. Tim eksekutif kemudian membuat daftar rencana kerja yang akan dilaksanakan untuk mencapai target strategis yang sudah ditetapkan, berdasarkan masukan dari pada manajer.
- Susun rencana untuk setiap inisiatif. Begitu tim eksekutif menyelaraskan seluruh rencana, para manajer harus membuat outline rencana untuk mengimplementasikaan setiap inisiatif;
- Rekonsiliasi tujuan antara CEO dengan eksekutif. CEO kemudian mengumpulkan feedback dari manajer dan merekonsiliasi tujuan secara keseluruhan.
Penyusunan perencanaan strategis pada startup bersifat berulang, dan mestinya mampu mendorong kolaborasi antara CEO, eksekutif, dan para manajer di perusahaan. pada akhirnya, perencanaan strategis membantu menyelaraskan perusahaan dengan strateginya di tahun mendatang dan memberdayakan para manajer untuk menyusun rencana dengan sebaik mungkin. Namun, yang tidak kalah penting dari penyusunan rencana strategis yang baik adalah evaluasi secara berkala dan terus-menerus, sehingga perusahaan bisa mengantisipasi permasalahan sejak dini dan mencari solusinya, agar tidak semakin berkembang.
Tagged With : manajemen bisnis