Ada tiga jenis grafik yang umumnya tersedia pada platform trading forex, yakni grafik garis (line), grafik batang (bar), dan candlestick. Diantara ketiganya, grafik candlestick merupakan tipe favorit yang menjadi pilihan banyak trader di seluruh dunia. Namun, tahukah Anda bahwa grafik Candlestick belum tentu cocok digunakan untuk strategi trading tertentu?
Dua Keunggulan Candlestick
Grafik Candlestick memiliki beberapa keunggulan yang tak terelakkan dibanding jenis grafik lainnya, khususnya untuk trader forex. Pertama, Candlestick menyediakan informasi lengkap mengenai harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah, yang dapat disaksikan dengan sekali pandang saja. Informasi ini sangat membantu trader dalam mengidentifikasi level support dan resisten dengan cepat, sekaligus mengetahui arah tren.

Kedua, grafik Candlestick bisa membentuk pola-pola harga yang mensinyalkan kecenderungan perubahan tren (trend reversal) maupun berlanjutnya tren (trend continuation). Sinyal yang dihasilkan oleh pola-pola ini pun terkenal berakurasi tinggi! Bukan hanya trader perorangan seperti kita, tetapi trader profesional di bank-bank besar dunia pun memanfaatkan pola-pola Candlestick tersebut. Trader yang mahir bahkan bisa menilai apakah suatu pair mata uang akan bearish atau bullish, hanya dengan melihat chart saja tanpa bantuan indikator teknikal lain.
Kekurangan Candlestick yang Wajib Diketahui
Terlepas dari berbagai keunggulan tersebut, ada pula dua kekurangan yang harus diketahui trader sebelum memanfaatkannya. Pertama, grafik Candlestick tidak berfungsi baik pada timeframe yang terlalu kecil. Inilah mengapa, eksekusi scalping yang dihasilkan dari penggunaan grafik Candlestick cenderung berakurasi rendah. Idealnya, Candlestick dimanfaatkan pada timeframe H1, H4, D1, atau lebih tinggi.
Kedua, penilaian trader terhadap pola-pola Candlestick itu bisa jadi sangat subjektif. Cobalah masuk ke forum-forum trader forex, maka salah satu topik yang paling “panas” untuk diperdebatkan adalah soal apa makna formasi Candlestick tertentu. Memang ada pola Candlestick yang tak mungkin salah diartikan karena sangat khas, misalnya formasi Doji. Namun, jika sudah merambah pola dua candle atau tiga candle, maka pemaknaannya menjadi lebih kompleks. Apalagi jika Anda ingin mengombinasikannya dengan metode trading Harmonik.
Apabila mampu memanfaatkan Candlestick secara objektif, maka ini merupakan jenis grafik yang bisa jadi kunci profit melimpah bagi Anda. Namun, bagi trader yang suka memaksakan pendapat tanpa memiliki pengetahuan memadai, maka penggunaan grafik Candlestick takkan memberikan manfaat lebih dibandingkan jenis grafik lainnya.
Tagged With : analisa teknikal • trading forex