Investasi yang Perlu Diwaspadai Dalam Masa Krisis dan Resesi

Pandemi COVID-19 berimbas besar bagi kehidupan kita sehari-hari. Banyak perusahaan dan toko terpaksa tutup dan merumahkan karyawannya, sedangkan berbagai tagihan tetap harus terus dibayar. Dalam situasi ini, beragam aset investasi sering dilirik sebagai alternatif sumber pendapatan tambahan. Namun, tahukah Anda, ada banyak jenis investasi yang tidak layak dipilih dalam masa krisis atau resesi?

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Investasi Saham Rugi

Dalam kondisi resesi, kita seharusnya menjaga likuiditas dana segar. Mengapa demikian? Karena target pertama dan terutama dalam kepemilikan harta adalah untuk menjamin penghidupan kita. Apabila likuiditas macet dan kita tak punya cash lagi, lantas bagaimana kita akan memenuhi kebutuhan sehari-hari!? Oleh karena itu, investor dalam masa resesi harus memprioritaskan perlindungan dan proteksi harta dari risiko kerugian.

Sayangnya, banyak aset investasi mengandung risiko kerugian yang sangat tinggi. Risiko itu malah makin meningkat dalam situasi resesi. Aset investasi apa sajakah itu?

  1. P2P Lending: Aplikasi P2P Lending boleh jadi memberikan iming-iming return sangat tinggi bagi pendana, tapi semua data mereka sebenarnya bersumber dari kondisi ekonomi tahun lalu yang lebih prima. Tahun ini, peminjam dana (mitra) dari P2P Lending belum tentu mampu mengembalikan utang mereka karena kondisi ekonomi yang memburuk. Sebagai pendana, Anda kemungkinan tidak kehilangan semua modal karena telah membeli asuransi atas pinjaman yang diberikan, tetapi probabilitas terjadinya kerugian jelas meningkat cukup besar.
  2. Kripto: Mata uang kripto menawarkan fluktuasi harga yang sangat menarik bagi trader, bahkan hingga memasuki masa resesi kini. Akan tetapi, pergolakan harganya makin sulit ditebak dalam situasi resesi global. Bahkan karena mayoritas mata uang kripto tak memiliki underlying asset sama sekali, maka Anda bisa kehilangan semua modal begitu saja dalam seketika.
Baca Juga:   Arti Candle Doji Dalam Forex

Selain kedua aset itu, aktivitas investasi dalam beragam aset lain sebenarnya juga mengandung risiko cukup tinggi. Umpamanya investasi saham dan forex. Anda tidak bisa mengharapkan pendapatan instan tanpa berlatih dan menggali wawasan terkait aset-aset tersebut terlebih dahulu. Beberapa risiko yang akan dihadapi antara lain banyaknya modus penipuan berkedok saham/forex, platform trading online yang sensitif dan membutuhkan adaptasi khusus, penggunaan margin dan praktek short-selling yang asing bagi awam, dan masih banyak lagi.

Apabila Anda tergolong masih pemula dan ingin mencoba investasi dalam jangka pendek, maka pilihan aset yang tepat adalah emas, reksa dana pasar uang, atau deposito perbankan bertenor bulanan. Meski Anda tidak akan memperoleh keuntungan berlipat ganda secara instan, tetapi ketiga aset ini dapat melindungi kekayaan dari gejolak dalam kondisi resesi.

Tagged With :

Leave a Comment