Faire Meluncurkan Pameran Dagang Virtual bagi Pedagang Kecil

Sebuah marketplace online bernama Faire menciptakan tool bagi para pedagang retail kecil-kecilan untuk meningkatkan daya beli mereka melawan marketplace raksasa seperi Walmart, Amazon, atau Target. Faire menghadirkan pameran dagang virtual untuk toko-toko kecil maupun brand agar bisa menjual produk mereka. Ini adalah solusi yang ditawarkan marketplace ini untuk memberdayakan pedagang-pedagang melalui krisis selama pandemi covid-19.

Salah satu sisi baik dari pandemi ini adalah munculnya ide-ide kreatif dan inovatif secara lebih cepat dari biasanya. Konsep pameran dagang virtual dari Faire adalah salah satu contohnya. Jika tool berhasil, maka bisa jadi para pedagang benar-benar akan meninggal pameran dagang fisik selamanya, bahkan setelah pandemi covid-19 berakhir.

pameran dagang virtual

Tujuan Pameran Dagang Virtual ala Faire

Dalam waktu tiga bulan ke depan, Faire akan meluncurkan sejumlah tool gratis yang memungkinkan brand mengadakan pertemuan secara live streaming dengan ratusan pemilik toko secara bersamaan. Mereka juga bisa mengadakan rapat-rapat pemasaran satu-per-satu secara digital serta memiliki sebuah ruang pameran virtual yang akan disediakan Faire dalam waktu dekat.

Sebelum pandemi covid-19, Faire lebih fokus bergerak menuju pasar global baru dan memperluas jaringan retailer yang jumlahnya lebih dari 80.000 serta lebih dari 10.000 brand yang melakukan jual-beli di platform Faire. Namun pada pertengahan Maret tahun ini, prioritas Faire lebih diarahkan untuk memastikan bahwa retailer dan brand mitranya tetap bertahan dalam bisnis di tengah pandemi.

Model bisnis Faire bergantung kepada kesehatan bisnis retailer di Amerika. Oleh sebab itu, keberlangsungan usaha kecil, termasuk milik pribadi, sangat penting untuk kelangsungan bisnis Faire. Menurut survey yang dilakukan perusahaan, lebih 60% retailer dan brand mitranya melaporkan pengurangan pendapatan hingga separuhnya sejak krisis dimulai. Tiga perempat retailer tutup akibat pandemi di akhir April 2020. Bahkan, hampir separuh mengatakan bahwa mereka tidak memiliki uang tunai yang cukup untuk menutupi biaya operasional satu bulan saja.

Baca Juga:   Tuntutan Hukum Atas McDonald’s atas Dugaan Diskriminasi

Mengapa Pameran Dagang Virtual Penting

Fitur pameran dagang virtual ini ditawarkan untuk membantu para retailer dan brand. Seniah survei yang dilaporkan oleh Trade Show News Network menunjukkan bahwa di akhir bulan April, 41% pengelola pameran membatalkan agendanya, dan bahkan 34% menunda agenda pameran hingga Tahun 2021. Padahal, pameran dagang memainkan peran penting bagi toko kecil, retailer, atau brand, termasuk para pengrajin dan seniman yang memasok barang ke toko-toko tersebut. Brand dan toko memiliki hubungan personal dengan pedagang-pedagang kecil dari seluruh pelosok negeri.

Trade show berarti banyak bagi pedagang, karena di sanalah potensi penjualan dibangun. Sebagai contoh, usaha dagang kecil asal Charleston bernama Rewined memasok produk lilin ke lebih dari 2.500 toko di Amerika Serikat. Rewined juga sudah menggunakan platform Faire selama 2 tahun. Dua pameran dagang yang biasa diikuti Rewined sudah dibatalkan. Oleh sebab itu, pilihan yang ada adalah memanfaatkan teknologi, seperti video call dan semacamnya.

Faire mendekatkan teknologi kepada para pedagang. Pameran dagang virtual di Faire memungkinkan pedagang dan pembeli berinteraksi layaknya di pameran dagang biasa. Faire membangun tool yang memungkinkan interaksi secara dekat, namun dengan biaya yang lebih murah dan terjangkau. Dengan demikian, operasi pedagang kecil, toko, dan brand menjadi lebih efektif.

Fitur Andalan Pameran Dagang Virtual oleh Faire

Ada tiga tool utama yang ditambahkan Faire pada fitur pameran dagang virtual yang disediakan, yakni:

  • Live Streaming; dengan platform yang dibangun Faire, Brand bisa mengadakan pertemuan live streaming menggunakan video dengan ratusan retailer secara bersamaan dalam rangka peluncuran produk atau koleksi-koleksi terbaru. Retailer bisa bertanya atau mendapatkan jawaban segera melalui fitur chat. Ini adalah tool pertama yang akan disediakan oleh Faire, dan diharapkan akan diluncurkan di awal Juni.
  • Pertemuan One-on-One; Brand bisa mengatur agenda pertemuan secara individu dengan para pemilik toko untuk membahas berbagai aspek secara virtual, seperti persediaan. Retailer bisa langsung mengajukan order dengan mengisi formulir yang tersedia. Tenaga penjualan bisa menyediakan diskon langsung di tempat, dan kedua belah pihak bisa memberikan nota atas pesanan tersebut.
  • Showroom virtual; Brand bisa menayangkan katalog secara keseluruhan, disertai rekaman video yang menjelaskan produk-produk yang ada. Hal ini disediakan pada halaman khusus di platform Faire nantinya.
Baca Juga:   Investasi di Bidang Peternakan yang Menguntungkan

Sekilas, platform pameran dagang virtual yang disediakan Faire ini terlihat seperti teknologi video conferencing yang ada, seperti Zoom. Namun, Faire membangun ditur-fitur khusus yang memudahkan pemilik brand maupun toko, serta aplikasi tersendiri yang memudahkan pengguna nantinya. Dengan demikian, Faire berharap mitra-mitranya tetap bisa beroperasi dengan baik, menjangkau konsumen secara luas, serta bertahan di tengah krisis yang sedang melanda dunia.

Faire manargetkan bahwa teknologi pameran dagang virtual ini akan beroperasi secara keseluruhan selambat-lambatnya bulan Agustus tahun ini. Faire juga merencanakan sebuah event khusus untuk peluncuran teknologi ini.

Tagged With :

Leave a Comment