Daftar Pasangan Mata Uang (Forex Pair) yang Memiliki Korelasi

Saat trading forex, kita memperjual-belikan mata uang dalam pasangan-pasangan tertentu seperti Euro – Dolar AS (EUR/USD), Dolar AS – Yen Jepang (USD/JPY), dan lain-lain. Uniknya, beberapa pasangan mata uang (forex pair) memiliki korelasi yang kuat.

Daftar Pasangan Mata Uang (Forex Pair) yang Punya Korelasi Kuat

Korelasi dalam forex merujuk pada hubungan arah pergerakan antar pasangan mata uang. Ada dua jenis korelasi, yakni korelasi positif dan korelasi negatif.

Dalam korelasi positif, dua mata uang cenderung bergerak ke arah yang sama-sama naik atau sama-sama turun. Berikut ini daftar beberapa pasangan mata uang (forex pair) dengan korelasi positif yang kuat:

  1. EUR/USD dan GBP/USD
  2. EUR/JPY dan GBP/JPY
  3. AUD/USD dan NZD/USD
  4. AUD/USD dan harga tembaga (copper)
  5. USD/CHF dan USD/JPY

Dalam korelasi negatif, dua mata uang cenderung bergerak ke arah yang berlawanan — saat salah satunya naik, yang satunya lagi akan turun. Berikut ini daftar beberapa pasangan mata uang (forex pair) dengan korelasi negatif yang kuat:

  1. EUR/USD dan USD/JPY
  2. Indeks Dolar AS (DXY) dan EUR/USD

Trader forex perlu memerhatikan masalah ini, terutama saat membuka banyak posisi trading dalam waktu bersamaan. Jangan meremehkannya, karena dapat memengaruhi kesuksesan dan kegagalan trading.

Contohnya, seorang trader membeli EUR/USD dan menjual GBP/USD. Karena kedua pair tersebut cenderung bergerak searah (korelasi positif), maka kedua transaksi itu tidak akan menghasilkan cuan. Apabila EUR/USD untung maka GBP/USD merugi, atau sebaliknya.

Perlu diperhatikan bahwa saat seseorang membuka posisi trading berlawanan (satu pair dibeli dan satu pair lainnya dijual) pada dua pasangan mata uang yang punya korelasi positif, maka hanya salah satu pair saja yang akan sukses. Sangat menarik, bukan?

Korelasi mata uang seperti ini tidak bersifat konstan. Ada juga masa-masa ketika korelasi melemah, sehingga dua pasangan mata uang yang biasanya searah malah bergerak ke arah berlawanan. Akan tetapi, tendensi korelasi awalnya sudah terbukti lebih dominan dalam jangka panjang.

Para scalper dan day-trader mungkin dapat mengabaikan korelasi mata uang ini, karena hampir tidak berpengaruh dalam jangka waktu sangat pendek. Namun, wawasan mengenai korelasi mata uang merupakan menu belajar wajib bagi trader yang menerapkan strategi swing, position-trading, carry-trading, dan teknik-teknik trading jangka menengah-panjang lainnya.

Tagged With :

Leave a Comment