Selama bertahun-tahun, kita melihat bahwa e-commerce adalah gelombang masa depan, di mana sebagian besar (bahkan semua) aktivitas retail sudah pindah ke platform online dan bahkan tidak sedikit yang hanya melayani secara online saja. Memang, tidak ada yang menyangkal bahwa penjualan berbasis internet telah ada di sekitar kita, dan diperkirakan akan terus tumbuh, namun bukan berarti toko offline akan menghilang. Bisnis offline akan tetap ada, dan jumlahnya tidak akan berkurang. Hanya saja, anda yang masih mengelola bisnis offline perlu mengetahui cara bersaing dengan e-commerce agar tidak ketinggalan.
Cara Bersaing dengan e-Commerce agar Mampu Bertahan
Berikut adalah beberapa cara memanfaatkan e-commerce terutama bagi bisnis retail, agar tetap bisa bersaing dan tidak ketinggalan:

Keahlian
Di lingkungan konsumen saat ini, merekrut seorang karyawan tidaklah semudah di masa lalu. Pepatang mengatakan, “Jangan hanya mempekerjakan orang yang hidup.” Maksudnya, anda membutuhkan orang-orang yang memiliki keahlian dan berkomitmen memenuhi tuntutan konsumen yang semakin rumit dengan sebaik mungkin. Para pekerja retail juga harus berkomitmen dengan pekerjaannya dan mereka mestinya orang-orang yang mau belajar tentang produk yang anda jual atau jasa yang anda tawarkan. Karyawan toko juga mesti dipandang sebagai spesialis produk garis depan, yakni, mereka yang merupakan bagian integral dari kesuksesan usaha anda.
Kecepatan
Berbelanja online sangat nyaman, karena konsumen bisa melakukannya sesuai kenyamanan masing-masing dari rumah. Namun, konsumen harus menunggu beberapa hari, dan bahkan berminggu-minggu, sebelum produk yang mereka beli tiba di rumah. Dari sudut pandang logistik, tidak mudah menyelesaikan masalah ini. Sementara itu, konsumen yang berbelanja di toko retail bisa membawa produk yang dibeli begitu mereka membayar. Inilah yang sulit dikalahkan oleh toko-toko online.
Dengan layanan antar-jemput, toko-toko retail juga dapat mempercepat layanan belanja online. Konsumen bisa menyelesaikan pembelian secara online, dan jika mereka tidak ingin menunggu proses pengiriman berhari-hari, mereka bisa pergi ke toko offline-nya dan menjemput pesanan tersebut. Hal ini bisa dilakukan oleh toko e-commerce, namun dengan kecepatan pengiriman produk tercepat, lebih dari yang bisa dilakukan oleh toko online semata.
Servis dan Reparasi
Retailer yang menjual barang-barang yang bisa diservis sebenarnya kurang beruntung jika hanya melayani penjualan online saja, terutama ketika berhubungan dengan layanan servis terhadap produk tersebut. Ketika produk tersebut perlu reparasi atau perbaikan, maka konsumen harus mengirimkannya kembali ke produsen untuk diservis atau membawanya ke toko reparasi tidak resmi, di mana karyawannya mungkin tidak berpengalaman memperbaiki produk tersebut. Selain proses perbaikan yang lama, bisa jadi hasilnya tidak memuaskan. Semakin sulit lagi jika konsumen perlu menggunakan produk tersebut segera.
Toko-toko yang memiliki lokasi fisik bisa menyediakan service center, sehingga mereka bisa memperbaiki dan mengembalikan produk tersebut lebih cepat. Layanan ini tidak hanya menjadi nilai tambah bagi konsumen. Konsumen yang puas berpeluang lebih besar menjadi pelanggan setia, sehingga membawa keuntungan langsung bagi retailer juga.
Tugas Ganda
Dengan memiliki toko offline sekaligus toko online, anda mendapatkan peluang yang luar biasa untuk meningkatkan kinerja memenuhi kebutuhan konsumen. Perusahaan yang hanya melayani penjualan online harus memiliki gudang yang besar untuk mencegah terjadinya layanan dropship. Sementara itu, toko yang hadir secara online sekaligus offline bisa memanfaatkan toko offline-nya sebagai gudang tambahan. Konsumen yang tinggal berdekatan dengan gudang bisa jadi jauh dari toko offline-nya. Artinya, pengiriman produk bisa dilakukan dari lokasi terdekat, sehingga sampai ke konsumen lebih cepat.
Ini adalah cara bersaing dengan e-commerce, karena perusahaan yang hadir secara online maupun offline bisa menawarkan proses pengiriman yang lebih cepat dibanding perusahaan yang hanya hadir secara online.
Pengalaman Berbelanja Yang Berbeda
Sebagian orang menggunakan lokasi toko offline untuk mencari atau menemukan produk-produk yang menarik bagi mereka. Mereka ingin melihat, menyentuh, dan mencoba benda tersebut (khususnya produk fashion) yang sedang mereka cari sebelum memutuskan untuk membelinya. Anda bisa memenuhi kebutuhan konsumen semacam ini dengan menyediakan pelayanan berbelanja yang berbeda. Toko-toko (di mana karyawannya hanya bertugas menunjukkan produk kepada konsumen (jika ada) dan mereka diberi pengetahuan yang cukup tentang produk tersebut) berfungsi layaknya sebuah demo center.
Konsumen menghargai pendekatan berorientasi keahlian dan pengetahuan pada karyawannya. Ketika seorang konsumen tahu bahwa mereka datang ke toko anda dan mendapatkan informasi yang berharga dari orang-orang yang tidak hanya memahami produk namun juga tahu bagaimana dan di mana produk tersebut digunakan, maka konsumen tersebut berpeluang lebih besar untuk membeli produk di toko yang terbukti bisa membantu mereka.
Online shopping masing ada di sekitar kita dan masih akan bertahan di masa depan, demikian juga dengan toko offline. Untuk meningkatkan daya saingnya, toko offline juga harus tahu cara bersaing dengan e-commerce agar tidak ketinggalan. Dengan berinvestasi pada lokasi yang strategis dan merekrut staf yang menguasai produk dan jasa anda, maka perusahaan anda akan tampak berbeda dan menawarkan pengalaman unik kepada konsumen.
Tagged With : manajemen bisnis • pemasaran bisnis