Tahukah kamu, bagaimana cara berinvestasi saham? Langkah pertama yang paling populer adalah membuka rekening efek di sebuah perusahaan sekuritas (broker saham), kemudian baru berjual-beli saham secara online lewat aplikasi trading yang disediakan oleh sekuritas tersebut. Tapi, sebenarnya ada opsi lain berinvestasi saham tanpa broker.

Saham merupakan representasi dari bagian tertentu dari sebuah perusahaan. Pemilik saham berarti memiliki perusahaan tersebut, berhak hadir dan sumbang suara dalam rapat umum pemegang saham, kemudian berhak pula mendapatkan bagian dari laba (dividen). Semua perusahaan berbadan hukum PT (Perusahaan Terbatas) sebenarnya memiliki saham-nya sendiri. Hanya saja, ada PT Terbuka dan PT Tertutup.
PT Terbuka berarti perusahaan tersebut sudah go public dan sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. Untuk memperoleh saham-saham PT Terbuka, kita dapat membelinya lewat aplikasi trading yang diberikan oleh sekuritas. Namun, PT Tertutup belum go public dan sahamnya biasanya beredar terbatas di kalangan tertentu saja.
Ambil contoh PT Blue Bird. Sebelum IPO pada 5 November 2014, kepemilikannya terbatas keluarga pendiri dan rekan-rekan dekatnya saja. Setelah IPO dan menjadi PT Terbuka, barulah sebagian saham Blue Bird yang dilepas ke publik dapat dibeli oleh masyarakat.
Ada banyak sekali perusahaan berstatus PT yang belum go public di Indonesia, baik yang sudah lama berdiri maupun yang baru akan berdiri. Bentuk bisnisnya bisa jadi hotel, minimarket, pabrik, dan lain sebagainya. Kita bisa memperoleh saham dari perusahaan apa pun yang belum go public tanpa melewati sekuritas tertentu.
Kalau tidak lewat sekuritas, lalu bagaimana cara mendapatkan sahamnya? Ada dua cara:
- Ikut andil dalam pendirian perusahaan dengan imbalan sejumlah saham tertentu.
- Membeli saham secara langsung dari pemilik saham lama.
- Mengikuti skema pembagian saham untuk karyawan (Employee Stock Option Program/ESOP).
Dua alternatif paling awal sudah populer sejak berdekade-dekade lalu. Sedangkan skema ESOP mulai populer sejak kelahiran perusahaan-perusahaan startup. Karyawan yang ikut merintis bisnis mungkin tidak mendapatkan gaji penuh atau tidak memperoleh bonus, tetapi mendapatkan saham sebagai imbalan jerih payahnya. Skema ESOP kini bukan hanya diadakan oleh startup saja, melainkan juga perusahaan swasta dan BUMN terkemuka.
Saham yang diperoleh tanpa lewat sekuritas acap kali tidak dapat dijual kembali secara bebas kepada pihak ketiga tanpa kesepakatan pemilik saham lain. Namun, pemilik saham tetap berhak hadir dalam RUPS dan memperoleh dividen. Oleh karena itu, cara ini sebaiknya hanya ditempuh jika berniat untuk investasi jangka panjang saja dan tidak cocok untuk trading saham.
Tagged With : investasi jangka panjang • investasi masa depan • saham