Saham yang Paling Banyak Dibeli Asing Pada Juli 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur sepanjang semester pertama tahun 2026. Namun, kinerjanya pulih secara mencolok pada bulan Juli 2026. Hal ini tak lepas dari kontribusi masuknya arus beli asing (foreign net buy) pada beberapa saham unggulan.

Saham yang Paling Banyak Dibeli Asing Pada Juli 2026

Berdasarkan rangkuman data Bursa Efek Indonesia menjelang akhir bulan Juli 2026, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membukukan akumulasi beli bersih terbesar oleh pihak asing. Selain itu, asing juga memborong saham-saham big banks yang sedang terdiskon besar-besaran.

Berikut ini daftar saham yang paling banyak dibeli asing pada bulan Juli 2026:

  1. PT Mitra Adiperkasa (MAPI)
  2. PT Bank Central Asia (BBCA)
  3. PT Bank Mandiri (BMRI)
  4. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
  5. PT Bank Negara Indonesia (BBNI)
  6. PT Merdeka Copper Gold (MDKA)
  7. PT Petrosea (PTRO)
  8. PT Timah (TINS)
  9. PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP)
  10. PT Indo Tambangraya Megah (ITMG)

Saham MAPI laris manis terutama karena masuknya pengendali baru via transaksi jumbo di pasar negosiasi. Sementara itu, popularitas saham big banks lebih disebabkan oleh kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia serta rotasi sektoral di tengah stabilisasi pasar setelah meredanya aksi jual pada semester pertama.

Beberapa saham dalam daftar tersebut juga didukung oleh antisipasi laporan kinerja keuangan Semester I-2026 yang kuat. Permintaan kelas menengah atas terus menyokong MAPI, sedangkan permintaan luar negeri atas bahan tambang dari Indonesia tetap kuat.

Booming investasi AI mendorong kenaikan permintaan global terhadap berbagai jenis logam yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastrukturnya, termasuk tembaga, aluminium, nikel, emas, perak, timah, paladium, platinum, dan beragam mineral tanah jarang. Pada gilirannya, hal ini juga menguntungkan bagi para produsen yang mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia.

Apakah kamu tertarik untuk ikut mengoleksi saham-saham tersebut? Investor ritel sebaiknya mencermati latar belakang naik daunnya masing-masing saham sebelum ikut-ikutan menanamkan modal pada emiten mana pun. Entri pada saat yang salah dapat mengakibatkan investor memperoleh saham nyangkut dan memperburuk kinerja portofolio.

Tagged With :

Leave a Comment