Investasi SBN (Surat Berharga Negara) kembali mengemuka baru-baru ini sehubungan dengan rilis Sukuk Ritel seri SR022. Hanya dalam tempo sepekan sejak penawaran dibuka, investor sudah memborong sekitar 75% dari total target awal penjualan yang sebesar Rp20 triliun.
Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang yang belum mengenal investasi SBN. Berapa potensi pendapatan investasi SBN? Mengapa investasi SBN sedemikian laris manis? Untuk menjawab beragam pertanyaan itu, kita akan mempelajari contoh kasus SR022.

Ada dua jenis Sukuk Ritel seri SR022, yaitu SR022T3 dengan jangka waktu 3 tahun dan imbal hasil 6,45% serta SR022T5 dengan jangka waktu 5 tahun dan imbal hasil 6,55%. Secara sepintas saja, kita dapat menyaksikan bahwa potensi pendapatan investasi SBN ini lebih tinggi daripada bunga deposito biasa dan bisa bersaing dengan yield dividen sejumlah saham unggulan Indonesia.
Patut diperhatikan, persentase imbal hasilnya juga dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan laju inflasi Indonesia belakangan ini. Dengan kata lain, Sukuk Ritel seri SR022 termasuk investasi anti inflasi.
Kalau kita simulasikan investasi SR022T3 dengan modal Rp10 juta, maka kita dapat memperoleh passive income bersih sebanyak total Rp1.767.303 pada saat jatuh tempo atau sebanyak Rp48.375 per bulan.
Kalau kita simulasikan investasi SR022T3 dengan modal Rp100 juta, maka kita dapat memperoleh passive income bersih sebanyak total Rp17.673.030 pada saat jatuh tempo atau sebanyak Rp483.750 per bulan.
Sangat menarik, bukan? Di samping potensi pendapatan investasi SBN yang menggiurkan, ada pula beragam keunggulan lain.
Pertama, pembayaran kupon SBN bersifat stabil dalam hampir semua kondisi pasar sehingga kita tidak perlu khawatir kinerja investasi jatuh-bangun. Kedua, pengembalian modal pokok investasi dijamin oleh undang-undang. Ketiga, Sukuk Ritel seri SR022 dapat dijual kembali pada pasar sekunder sebelum jatuh tempo jika kita membutuhkan dana dadakan.
Syarat modal awal investasi SBN pun sangat mudah, mulai dari Rp 1juta dan kelipatannya. Kita bisa menghubungi kantor bank terdekat ataupun mengunduh aplikasi investasi online yang telah ditunjuk pemerintah untuk memulai investasi dengan cepat.
Tagged With : investasi jangka panjang • obligasi • surat berharga negara