Berapa Besar Produksi dan Konsumsi Minyak Indonesia?

Masih jarang yang mengetahui kalau Indonesia sudah tidak berstatus sebagai negara eksportir minyak lagi. Meskipun banyak tambang minyak yang masih berproduksi di berbagai wilayah, tetapi tak mampu memenuhi kebutuhan nasional. Akibatnya, Indonesia menjadi importir netto minyak sejak tahun 2004. Pertanyaannya, berapa besar produksi minyak Indonesia sekarang? berapa pula konsumsi minyak kita?

Berapa Besar Produksi dan Konsumsi Minyak Indonesia

Menurut data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang dipublikasikan pada awal tahun 2019, lifting minyak Indonesia hanya mencapai 778 ribu barel per hari (bph) pada tahun 2018. Diantaranya, terdapat 10 perusahaan yang menyumbang lifting terbesar, yaitu:

  1. Chevron Pacific Indonesia: 209,478 bph
  2. ExxonMobil Cepu Ltd: 208,732 bph
  3. Pertamina EP: 79,380 bph
  4. Pertamina Hulu Mahakam: 42,331 bph
  5. Pertamina Hulu Energi OSES: 30,657 bph
  6. Pertamina Hulu Energi ONWJ: 29,439 bph
  7. Medco E&P Natuna: 16,943 bph
  8. Petronas Carigali (Ketapang) Ltd: 15,029 bph
  9. PetroChina International Jabung Ltd: 14,804 bph
  10. Pertamina Hulu Kalimantan Timur: 13,539 bph

Secara keseluruhan, realisasi lifting minyak dan gas Indonesia sepanjang tahun 2018 mencapai 1.92 juta barel per hari setara minyak. Angka tersebut hanya 95.85 persen dari target APBN tahun 2018, dan mengalami penurunan 3.42 persen dari realisasi tahun 2017.

Di sisi lain, konsumsi minyak Indonesia cenderung meningkat secara konsisten dari tahun ke tahun. Belum ada data konsumsi tahun 2018 yang dipublikasikan, tetapi defisit minyak telah berlangsung sejak periode 2003-2004. Sebagai contoh, produksi minyak Indonesia pada tahun 2017 hanya 949,000 bph saja, padahal konsumsi mencapai 1.65 juta bph. Dengan selisih sebesar itu, tak mengherankan apabila Indonesia terpaksa harus mengimpor minyak dalam jumlah besar.

Baca Juga:   Ingin Investasi Minyak? Perhatikan Beberapa Risiko Ini

Mengapa Indonesia tak menggenjot produksi minyak nasional? Upaya untuk meningkatkan produksi minyak nasional sudah pasti telah dilakukan. Namun, dibutuhkan investasi modal yang cukup besar untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi minyak.

Selain itu, perlu diingat pula bahwa minyak termasuk sumber daya alam tak terbarukan yang kian lama kian langka. Seiring dengan berjalannya waktu, persediaan minyak mentah dalam bumi semakin menipis dan biaya lifting akan makin bertambah pula. Bagi investor, ini merupakan peluang untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga minyak yang ditimbulkan oleh kelangkaan tersebut. Namun, bagi konsumen minyak, ini boleh jadi merupakan sinyal untuk melirik bahan bakar alternatif.

Tagged With :

Leave a Comment