Harga emas hari ini (30/7/2026) stabil pada kisaran 4000-4100 dolar AS. Dari segi teknikal teknikal, XAU/USD sudah membentuk area support yang cukup stabil untuk menyokong prospek harga emas ke depan. Dari segi fundamental, terdapat tiga faktor utama yang dapat mencegah penurunan harga emas lebih lanjut.

Pertama, hasil rapat FOMC bulan Juli 2026 mengisyaratkan tingkat suku bunga The Fed tidak akan berubah dalam waktu dekat. Hal ini berpengaruh bearish bagi Dolar AS, tetapi menguntungkan bagi emas sebagai instrumen investasi yang tidak berbunga.
Beberapa petinggi The Fed memang ingin menaikkan suku bunga demi menanggulangi tekanan inflasi yang terus meningkat akibat kenaikan harga komoditas energi. Kendati demikian, Ketua The Fed Kevin Warsh tidak mau memberikan komitmen jelas terkait suku bunga.
Kedua, perang antara Amerika Serikat dengan Iran terus berlanjut. Konflik ini masih terus menimbulkan ketidakpastian akan pelayaran di sekitar Selat Hormuz, mengerek harga minyak, serta mendorong investor kembali mengakumulasi logam mulia.
Ketiga, berbagai bank sentral masih terus memborong emas batangan (bullion). Data World Gold Council (WGC) yang dirilis bulan lalu menyebutkan bahwa bank sentral dunia telah membeli 244 ton emas pada kuartal I/2026. Selain itu, 45% bank sentral memperkirakan akan menambah cadangan emasnya dalam 12 bulan ke depan.
Bank sentral China masih terus mengakumulasi emas. Selain itu, Polandia, Kazakhstan, dan Republik Ceko hadir sebagai pemborong baru tahun ini. Mereka memandang emas sebagai instrumen penting untuk mencegah ketergantungan terhadap Dolar AS, sekaligus sebagai “perlindungan” dari inflasi dan konflik geopolitik. Emas juga bisa menjadi “alat” untuk menyimpan kekayaan dengan aman di tengah krisis utang gejolak ekonomi makro.
Tagged With : harga emas • xauusd