Asuransi Unit Link dan Reksa Dana, Lebih Menguntungkan Mana?

Pernahkah Anda mendengar tentang produk asuransi unit link? Produk ini menyatukan program investasi dengan asuransi. Premi Anda setiap bulan akan dimasukkan dalam dana investasi yang dikelola oleh pihak asuransi secara langsung atau melalui kerjasama dengan Manajer Investasi eksternal. Banyak klaim marketing bahwa asuransi unit link ini merupakan inovasi investasi yang menguntungkan bagi nasabah. Padahal, belum tentu demikian.

Risiko Investasi Saham

Asuransi unit link membawa beragam konsekuensi berbeda dengan produk asuransi biasa. Implikasinya seringkali justru merugikan untuk kantong Anda, bukannya menguntungkan. Coba perhatikan beberapa fitur yang membedakan asuransi unit link dan asuransi biasa berikut ini:

  1. Nilai polis Anda ditentukan oleh hasil investasi yang tidak menentu. Apabila hasil investasi minus, maka nasabah asuransi unit link boleh jadi akan terpaksa melakukan top-up.
  2. Biaya premi asuransi unit link lebih mahal daripada asuransi biasa. Anda juga terkena tambahan biaya pengelolaan investasi.
  3. Konsekuensi cuti premi sangat panjang, khususnya sehubungan dengan poin pertama di atas.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor itu, apakah Anda berminat untuk mengikuti asuransi unit link? Apabila Anda termasuk calon investor pemula yang enggan repot mengelola dana investasi sendiri, maka ada baiknya mengikuti asuransi biasa dan reksa dana secara terpisah saja.

Reksa dana tak disertai fasilitas asuransi, sehingga murni hanya bersifat investasi. Namun, reksa dana memiliki beragam keunggulan dibandingkan asuransi unit link. Antara lain:

  1. Anda dapat memindahkan uang dari satu reksa dana ke reksa dana lain dengan bebas. Apabila suatu produk reksa dana mulai tidak menguntungkan, maka Anda dapat memilih produk reksa dana lain yang lebih profitable. Anda juga bisa menginvestasikan dana dalam beragam produk reksa dana sekaligus. Namun, Anda tak bisa melakukannya dalam asuransi unit link.
  2. Biaya reksa dana lebih murah daripada asuransi unit link, karena tak mencakup biaya asuransi.
  3. Anda bisa berhenti berinvestasi dan mencairkan reksa dana kapan saja. Seandainya suatu saat Anda menghadapi krisis keuangan, maka Anda bisa berhenti berinvestasi, lalu melanjutkannya lagi kelak ketika situasi sudah membaik.
Baca Juga:   Manakah Investasi Emas yang Lebih Menguntungkan, Batangan atau Perhiasan ?

Selain beragam kelebihan reksa dana tersebut, bagaimana dengan prospek profit investasinya? Metode pengelolaan dana Anda di asuransi unit link oleh Manajer Investasi pada dasarnya serupa dengan reksa dana. Potensi profit tahunan dalam periode yang sama juga setara; tergantung apakah dana dialokasikan dalam aset saham, pasar uang, atau obligasi.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar