Beberapa tahun terakhir telah menjadi saksi pertumbuhan strategi content sebagai salah satu strategi pemasaran bisnis. Hal ini menunjukan semakin pentingnya peran content dalam perusahaan. Demikian juga menyusun rencana-rencana yang berorientasi konsumen, sesuai kebutuhan dan kesukaan mereka, serta dicocokkan dengan tujuan bisnis anda.
Gelombang berikutnya adalah membangun sistem content yang tangguh, yakni mampu menghasilkan konten dalam jumlah besar secara cepat dan menyampaikan jenis konten yang benar ke orang yang benar.
Strategi Pemasaran Bisnis melalui Sistem Content
Dalam laporan State of Digital Content Tahun 2021, sebuah penelitian yang melibatkan 375 orang marketer perusahaan di seluruh dunia, didapatkan beberapa temuan kunci:
- Brand awareness dan kepemimpinan adalah target utama sistem content sebagai strategi pemasaran bisnis;
- Membuat content berdasarkan data konsumen adalah tantangan tertinggi bagi kebanyakan perushaaan, diikuti oleh tantangan untuk membuat tim bekerja demi strategi yang sama, serta merekrut karyawan dengan keahlian yang sesuai.
- Team content yang utama adalah model produksi paling lazim, namun semakin banyak perusahaan yang beralih ke model desentralistik yang cenderung hybrid, untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen.
- Meskipun teknologi berimbang, kebanyakan perusahaan masih menerapkan proses yang tidak efisien dalam review dan pengesahan content.
- Semakin banyak bisnis yang menggunakan bantuan Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan segmen, menghasilkan variasi konten, dan memperkuat proses pengujian.
Content marketing berperan di hampir semua industri, namun perannya berbeda-beda sesuai tujuan marketingnya. Hal yang dibutuhkan untuk membangun kesadaran dan mengubah persepsi mungkin berbeda-beda. Jika anda menggali data secara lebih mendalam, maka kepemimpinan yang baik misalnya ternyata menjadi salah satu prioritas dalam pembuatan content, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan, manufaktur, dan layanan profesional.
Pendapat Para Praktisi tentang Content Marketing
Amy Scissons
Praktisi dari Russel Reynolds Associates ini membaca laporan yang sama dan menyoroti beberapa prioritas bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang konsultansi global. Menurutnya, para marketer saat ini dihadapkan dengan tantangan untuk memasukkan sudut pandang perusahaan pada setiap pembicaraan dan diskusi bisnis. Cara seperti ini akan membantu klien dan prospek (calon) untuk menjawab tantangan yang dihadapi sehari-hari.
Menurut Amy Scissons, kita saat ini berada di tahap awal perjalanan menuju konten digital. Kita berfikir besar dan mencari bagaimana cara membangun manajemen asset digital secara cepat, sehingga konten bisa dibuat dengan cepat, namun tetap memperhatikan ekosistem. Tentunya, suatu hal yang menarik untuk melihat seberapa mampu kita menarik audiens dan membuat brand semakin berpengaruh, dan kemudian menggunakan pandangan-pandangan tersebut untuk membangun content yang lebih baik.
Ricky Busby
Direktur eCom dan strategi content website di Georgia Pacific ini mengaitkan hasil-hasil temuan tentng konten yang bersifat umum dan konten yang bersifat lebih personal. Menurutnya, kesuksesan membutuhkan kesatuan orang, proses, dan teknologi. Misalnya, sebuah perusahaan mungkin membutuhkan teknologi baru, yang pada akhirnya membutuhkan proses dan sumber daya baru pula.
Selain itu, untuk menghasilkan asset kreatif yang lebih banyak untuk menghasilkan konten yang lebih personal, dibutuhkan input dan sistem kerja sendiri. Kelihatannya mudah, namun sesungguhnya sangat kompleks.
Matthew O’Connell
Menurutnya, keterbatasan yang selama ini terjadi di industri retail adalah tidak adanya kejelasan tentang apa persyaratan yang harus dipenuhi di tahap pra-produksi dan pengembangan konten dan untuk memanfaatkan Artificial Intelligence. Gambar-gambar produk, informasi, fitur, dan manfaat konten bisa diatur kembali untuk memenuhi ketentuan konten yang lebih personal, sehingga lebih mampu mendorong penjualan. Di sisi lain, branding memerlukan kreasi konten yang lebih mendalam.
Empat Perubahan yang Bisa Dilakukan Marketer
Menurut O’Connel, satu hal yang belum begitu jelas dalam industri retail adalah berbedaan antara konten dengan iklan. Hal ini berimplikasi terhadap pembicaraan tentang anggaran. Berikut adalah empat hal yang bisa diubah oleh marketer melalui kreasi konten:
- Update pengaturan konten: Rancang suatu sistem yang bisa mengakomodir model hybrid yang lebih bagus dan lebih cepat. Dengan model ini, maka model bisnis anda dapat menyesuaikan dengan cepat sesuai kebutuhan dan tuntutan konsumen.
- Mengembangkan peran pemimpin dan pengalaman. Karena jenis konten ini terus berkembang, maka buatlah dalam format interaktif yang baru dan biarkan berkembang sesuai keadaannya.
- Adopsi input untuk meningkatkan relevansi konten. Cara data-data perilaku yang baru dalam konteks sosial, dan yemukan para influencer dalam pengambilan kebijakan dan pengujian alat-alat baru yang didukung Artificial Intelligence.
- Eksplorasi cara baru untuk tumbuh. Selain mempekerjakan karyawan baru, pertimbangkan juga untuk menerapkan platform otomatis dan teknologi, kemitraan dengan sistem outsourcing, dan bahkan konten yang berorientasi pengguna.
Sistem content sebagai salah satu strategi pemasaran bisnis terus berkembang dan beradaptasi dengan cara-cara baru. Anda harus mengikuti perkembangannya agar bisa menjaring lebih banyak konsumen.
Tagged With : pemasaran bisnis • Strategi Pemasaran Produk
